Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
19


__ADS_3

Novita yang naik ke kamar putrinya mencari ponsel perempuan itu mendapati ponsel Viola diletakkan di atas meja.


Ketika dia hendak mengambil ponsel putrinya, Novita menghentikan langkahnya dan melihat gelas alkohol serta botolnya yang masih diletakkan di meja lain di dalam kamar itu.


'Putriku paling tidak suka sesuatu yang berantakan, Tetapi dia bahkan tidak membereskan semua ini?' ucap Novita dalam hati menghampiri meja itu untuk membereskannya ketika dia tersadar bahwa ranjang juga tidak dibereskan, lalu perempuan itu akhirnya membuka kamar mandi dan melihat pakaian kotor putrinya diletakkan sembarangan di bawah lantai.


Perempuan itu pun membuka ruang ganti putrinya dan melihat lemari tidak ditutup, pakaian-pakaian yang berserakan di lantai, alat make up yang berantakan dan segala sesuatunya tidak berada pada posisi yang seharusnya.


Saat itulah Novita menyadari bahwa putrinya benar-benar berada dalam keadaan kacau karena segala sesuatu yang ada di kamarnya tidak seperti yang semestinya.


"Astaga," perempuan itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya sembari meneteskan air matanya sebab Dia menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan pada putrinya dengan menjodohkan Putri Mereka ternyata malah membuat Putri mereka tersakiti.


Maka cepat-cepat, Novita membereskan semua hal-hal berantakan dalam kamar itu lalu dia kemudian mendekati ponsel putrinya untuk dibawa ke lantai bawah.


Tetapi perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa tidak ada panggilan telepon dari menantunya, namun sebuah nomor baru menghubungi putrinya berkali-kali bahkan panggilan itu sampai 10 kali tak terjawab.


Tetapi Novita tidak melakukan apapun pada ponsel putrinya dan dia hanya membawa ponsel itu turun ke lantai bawah lalu menghampiri Putri dan suaminya yang masih sementara duduk dalam keheningan.


"Ini, ada panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal," ucap Novita memberikan ponsel putrinya hingga membuat Viola juga merasa bingung dengan sebuah nomor baru yang menelponnya sampai 10 kali.


Dia sama sekali tidak mengenali Siapa pemilik nomor ponsel itu, sehingga membuatnya menatap ibunya, "ini,, aku tidak mengenali nomor ponsel ini, dan lagi pula aku tidak menyimpannya, jadi,, Kenapa dia menelponku sampai 10 kali?" Ucap Viola yang kebingungan.


"Hm, mungkin ada perlu denganmu, tapi nanti saja kau telepon nomor baru itu, sekarang telepon suamimu supaya kami bisa mendengar dan memastikan bahwa kalian benar-benar tidak bertengkar," ucap Novita yang benar-benar ingin memastikan hubungan kedua orang itu.


Apalagi, saat ini dia sedang menahan rasa ketakutannya dalam hati dan rasa sedihnya setelah melihat Bagaimana perubahan putrinya yang sudah tidak seperti dirinya lagi.


Sedangkan Viola yang mendengarkan ucapan ibunya langsung menatap ibunya dan juga berbalik menatap ayahnya.

__ADS_1


Mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki jalan keluar untuk berbohong pada kedua orang itu, maka Viola kemudian menundukkan kepalanya melihat layar ponselnya lalu perempuan itu menekan tombol panggil pada kontak yang diberi nama Erik.


Novita yang melihat penulisan nama kontak Erik di ponsel putrinya langsung bisa mengetahui bahwa kedua orang itu tidaklah dekat.


'Dia bahkan hanya menulis nama suaminya di dalam kontak ponselnya padahal anak muda zaman sekarang menulis kata sayang di kontak pasangan mereka masing-masing,' ucap Novita dalam hati tanpa ada niat untuk mempertanyakan nama kontak tersebut, karena dia tidak ingin putrinya jadi semakin tertekan untuk menghadapi mereka.


Apalagi setelah dia melihat perubahan putrinya, maka perempuan itu merasa semakin takut untuk mengatakan sesuatu apapun pada putrinya, sebab dia takut kalau putrinya semakin tertekan dan perempuan itu mungkin akan mengalami sesuatu yang lebih buruk dari yang saat ini.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Panggilan telepon untuk Erik kini tersambung, tetapi belum ada respon dari seberang telepon hingga membuat Cornelius kemudian berkata, "masukkan dalam mode speaker supaya kami mendengarnya dengan jelas."


Viola menganggukan kepalanya lalu dia menggerakkan jari jempolnya di atas layar ponselnya dan menekan tombol speaker pada layar ponselnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Telepon dia lagi," ucap corneolius langsung membuat Viola kemudian kembali menekan tombol panggil pada layar ponselnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Namun sayang sekali, suara seorang operator harus kembali menghiasi telinga Ketiga orang itu sehingga membuat Cornelius semakin mengepal kuat tangannya dan dia benar-benar kesal terhadap menantunya.

__ADS_1


Tetapi, pria itu belum mengatakan apapun ketika ponsel Viola tiba-tiba saja mendapat sebuah panggilan telepon.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Apakah suamimu kembali menghubungimu?" Tanya Cornelius langsung membuat Viola menggelengkan kepalanya.


"Ini adalah panggilan telepon dari nomor baru yang tak kuketahui itu," ucap Viola.


"Ah,, mungkin saja itu suamimu, jangan-jangan dia meninggalkan ponselnya di suatu tempat dan menghubungimu dengan nomor lain. Angkatlah," ucap Novita yang duduk di samping putrinya sehingga membuat Viola kemudian menekan tombol berwarna hijau yang ada pada ponselnya lalu juga menekan tombol speaker yang ada di sana supaya kedua orang tuanya bisa mendengar percakapannya dengan orang yang belum diketahui identitasnya.


"Halo?" Ucap Viola pada orang di seberang telepon.


"Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?" Tanya seorang pria dari seberang telepon langsung membuat tubuh Viola gemetar karena tak menyangka bahwa ternyata pemilik nomor tak dikenal itu ialah Bagas, adik iparnya yang merupakan ayah dari bayi yang ada di kandungannya.


Cornelius yang memperhatikan ekspresi putrinya langsung berubah setelah mendengar suara penelpon itu langsung mengerutkan keningnya dan berkata, "siapa pria itu?"


Bagas yang ada di seberang telepon yang mendengar ucapan Cornelius kemudian berkata, "ini aku, Bagas Lamela. Aku menelepon untuk memastikan keadaan Viola baik-baik saja, dan sekarang aku ada di depan rumah."


Novita dan suaminya yang mendengarkan ucapan pria dari seberang telepon langsung berpandangan satu sama lain, dan setelah beberapa saat, Novita langsung berdiri dan dia pergi membuka pintu rumah, lalu melihat sebuah mobil yang terparkir di gerbang rumah mereka.


"Biarkan dia masuk," ucap Cornelius langsung membuat Novita kemudian menekan sebuah tombol di dalam rumah yang akan otomatis membuka pagar rumah mereka.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2