Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
50


__ADS_3

BAB 38


Bagas menghentikan langkahnya lalu dia berbalik lagi menatap ayahnya, "aku sudah bilang, Ayah tidak perlu khawatir apapun!" ucap Bagas sembari memindahkan tatapannya ke arah Ibunya dan melihat bahwa ibunya tampak syok mendengar percakapan mereka.


Maka Bagas menghela nafas sembari berkata, "kalian Tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang macam-macam yang akan merusak nama baik keluarga."


Setelah berbicara, maka batas kembali melanjutkan langkahnya menuju tangga untuk kembali ke kamarnya.


😭😭😭


Bagas baru naik satu tangga ketika ia mendengar ibunya kembali memanggilnya, "tunggu!! Kembalilah kemari karena masih ada hal lain yang perlu Ibu bicarakan denganmu." Ucap Nyonya Lamela benar-benar membuat Bagas menghentikan langkahnya lalu dia kembali berbalik menatap Ayah dan Ibunya.


Tuan Lamela sudah duduk dengan pasrah sambil menghina nafas, tetapi nyala merah masih tetap berdiri menatapnya sehingga membuat Bagas akhirnya kembali lagi mendekati kedua orang itu dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Ini sudah tengah malam, tidak bisakah kita membicarakannya besok pagi?" Tanya Bagas saat ia melihat bahwa kedua orang tuanya terlihat begitu lelah dan mengantuk tetapi mereka berdua masih tetap memaksakan diri demi membicarakan sesuatu yang entah penting atau tidak.


"Ini adalah masalah, adikmu sudah menikah tetapi kau belum menikah bahkan belum memiliki seorang untuk kau nikahi. Jadi ibu sudah mengumpulkan beberapa foto gadis-gadis yang cocok untuk menikah denganmu. Mereka adalah garis-garis yang baik yang berasal dari keluarga terpandang," ucap Nyonya Lamela sembari menyerahkan beberapa foto pada putranya.


Tetapi karena Bagas tidak mengulurkan tangannya untuk mengambil foto-foto itu, maka Nyonya Lamela hanya menghela nafas sembari meletakkannya di depan putranya dan lanjut berkata, "kau harus menikah, hanya itu harapan kami satu-satunya padamu tidak ada yang lain bahkan Kami tidak akan memaksamu untuk masuk ke dalam perusahaan keluarga Kalau kau memang tidak menginginkannya."


Bagas yang mendengar itu hanya tertawa dalam hatiku karena dia tahu kenapa ayah dan ibunya tidak memaksanya untuk masuk ke dalam perusahaan, sebab semuanya itu karena Erik yang kini berada di perusahaan.


tetapi sayang sekali kedua orang tuanya tidak mengetahui bahwa saat ini Erik sedang merencanakan sesuatu yang buruk yang mungkin akan membuat perusahaan mereka akan bangkrut dalam sekejap.


Sedangkan dia melihat bahwa kedua orang tuanya sudah cukup lelah dan butuh istirahat kau menjadi pria itu memutuskan untuk mengalah daripada membiarkan orang tuanya jatuh sakit karena kurang istirahat.


Begitu bagus tiba di kamarnya Kau mah pria itu duduk sembari meletakkan foto-foto itu di atas meja dan melihat semua foto-fotonya.

__ADS_1


Tidak ada satupun gadis pada foto itu yang membuatnya tertarik, karena saat ini yang ada di pikirannya hanyalah seorang perempuan yang sedang mengandung anaknya.


"Sial! Bukankah dia sudah meninggalkan Viola? Mengapa dia kembali lagi ke sana?" Kesal Bagas yang merasa bahwa jalan pikiran adiknya juga tidak dapat ditebak.


Sembari dulu memikirkan tentang Viola, tiba-tiba saja ponselnya bergetar yang menandakan bahwa ada sebuah notifikasi.


Drrrrtt...


Bagas langsung mengambil ponselnya lalu dia membuka sebuah pesan yang berasal dari Gerry.


*Tuan Erik menyuruh sekretarisnya untuk membuat sebuah surat perjanjian dengan seorang mafia yang bernama Lukas. Dia menjadikan perusahaan utama sebagai jaminan kerjasama itu, dan berencana untuk mengelabui semua petinggi perusahaan termasuk Tuan Lamela agar mau menandatangani surat tersebut.*


Isi pesan itu langsung membuat Bagas tersenyum lalu dia kemudian mengetik dua kata.

__ADS_1


*Biarkan saja.* Pesan itu kemudian dikirim pada Gerry lalu Bagas meletakkannya dan dia naik ke tempat tidur untuk tidur.


__ADS_2