Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
26


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah milik keluarga Viola, maka Bagas kemudian menyetir mobilnya sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya Tuan," jawab seseorang dari seberang telepon yang merupakan asisten kepercayaan Bagas.


"Apakah kau sudah menemukan Di mana lokasi adikku?" Tanya Bagas pada pria di seberang telepon yang mana sebelumnya Ketika dia hendak memasuki kediaman keluarga Viola, dia memang sudah memberi tugas pada pria itu untuk mencari tahu keberadaan Erik.


"Ya, Kami menemukan dia berada di bar yang terletak di luar kota, Tetapi dia tidak sendirian di sana, dia bersama dengan seorang pria yang bernama Lukas. Dari hasil penyelidikan saya, Lukas adalah pemimpin mafia yang ada di sana dan ternyata mereka berdua sudah memiliki hubungan sejak 1 bulan yang lalu," jawab sang asisten dari seberang telepon langsung membuat Bagas mengerutkan keningnya memikirkan hubungan adiknya dengan anggota mafia dari luar kota.


Tetapi, beberapa saat memikirkannya, pria itu tidak menemukan alasan yang tepat adiknya bisa berhubungan dengan seorang anggota mafia, karena dia jelas-jelas tahu bahwa adiknya seorang pria yang baik hati dan selalu memilih jalan benar untuk mencapai segala tujuannya.


Oleh sebab itu, Bagas kembali berkata, "selidiki lebih jauh tentang hubungan mereka, dan terlebih cari tahu bagaimana caranya mereka bisa saling berkenalan. Kirimkan juga alamat bar itu padaku!" Perintah Bagas pada orang di seberang telepon, karena dia benar-benar ingin memastikan tentang adiknya dan terlebih dia mau mengetahui pria itu Mengapa bisa berada di luar kota saat pria itu sendiri mengetahui bahwa istrinya sedang mengalami masa-masa sulit.


Meski Apa yang dilakukan oleh Erik cukup membuatnya merasa senang sebab tentunya kelakuan pria itu akan membuat hubungannya dengan Viola menjadi renggang, sehingga dia mungkin memiliki kesempatan untuk menyelinap diantara celah celah kerenggangan hubungan tersebut.

__ADS_1


Namun, dia tetap merasa khawatir pada adiknya, sebab Dia pernah mendengar cerita tentang Lukas yang merupakan geng mafia paling tidak memiliki hati dan terlebih mereka suka menggunakan cara-cara kotor dan licik untuk menipu korban mereka.


Maka setelah mendapat alamat lengkap dari asistennya, pria itu mengebutkan mobilnya menuju luar kota sampai pada subuh hari dia tiba di luar kota dan memasuki sebuah bar yang cukup terkenal di kota tersebut.


Dummbb!!! Dummbb!!! Dummbb!!!


Meski sudah subuh, namun aktivitas di dalam bar masih terus berlanjut sehingga Bagas terus berjalan memasuki bar tersebut dan melihat-lihat sekitarnya.


"Bagas?" Ucap Seorang pria yang terkejut melihat kedatangan Bagas langsung menghampiri Bagas untuk memastikan bahwa pria itu benar-benar Bagas yang ia kenal.


Bagas yang mendengar sebuah panggilan langsung menoleh ke arah panggilan tersebut dan dia melihat bahwa ternyata yang datang ialah seorang pria yang dulu pernah bekerja dengannya dan mereka memulai sebuah bisnis, tetapi pria itu menipunya sehingga membawa lari uang Bagas senilai 500 juta.


Pria itu tertawa terbahak-bahak sembari berkata, "ha ha ha...!!! Bagaimana menurutku? Tentu saja aku sangat terkejut, karena kau berani datang ke sini sendirian, padahal kau tahu aku memiliki banyak orang di sini."


Pria itu berbicara dengan sangat percaya diri, karena dia berpikir Bagas datang ke tempat itu untuk mencarinya demi menagih uang senilai 500 juta yang telah Ia bawa kabur, jadi dia sudah berpikir untuk menghabisi pria itu di tempat itu.

__ADS_1


Karena bagaimanapun, uang 500 juta itu tak akan pernah ia kembalikan pada Bagas, sebab tentunya uang 500 juta itu telah habis entah ke mana, dan sekarang pun dia hanya memiliki utang-utang perjudian yang harus ia bayar lunas.


Tetapi Bagas tersenyum tipis sembari berkata, "aku kemari bukan untuk mengurusmu, jadi kita selesaikan urusan kita lain kali."


Setelah berbicara, Bagas tidak peduli lagi dengan pria yang telah berhutang padanya itu, dia langsung melanjutkan langkahnya untuk mencari adiknya, dan pria itu menoleh segala arah untuk melihat semua orang yang datang di tempat itu.


Sementara sang pria yang bernama Andala, dia mengikutkan pandangannya ke arah Bagas yang terus berjalan.


'Kalau dia tidak kemari untuk mencariku, lalu apa yang dia lakukan di tempat ini sendirian?' ucap Andala dalam hati yang merasa begitu penasaran, sebab dia tahu bahwa kemanapun pria itu pergi, dia akan terus bersama-sama dengan para pengawalnya.


Semua itu terjadi karena pria itu memiliki banyak musuh di mana-mana sehingga dia harus selalu berjaga-jaga dan memastikan bahwa tempat yang ia datangi ialah tempat yang aman.


Tetapi sekarang datang ke tempat yang sangat berbahaya tanpa seorangpun yang menjaganya, hal itu membuatnya sangat merasa aneh.


"Sebaiknya aku ikuti dia dan melihat Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini," ucap pria itu dalam hati yang merasa penasaran dengan apa yang hendak dilakukan oleh Bagas.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2