Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
18


__ADS_3

Pada pukul 20.00, Viola mengerjapkan matanya, lalu perempuan itu kemudian terbangun dan melihat kamarnya Yang hanya diterangi lampu remang-remang.


"Hm,," perempuan itu terbangun mencari suaminya, namun dia tidak menemukannya di dalam kamarnya sehingga dia merasa bahwa pria itu benar-benar setelah memulangkannya kembali ke rumahnya.


Maka Viola kemudian masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mandi sebelum keluar dari kamar lalu turun ke lantai bawah.


"Akhirnya kau bangun juga, ibu sudah sangat cemas karena kau belum makan sepanjang siang tadi," ucap Novita ketika dia melihat putrinya sehingga perempuan itu cepat-cepat menghampiri putrinya dan menuntun putrinya ke arah ruang makan.


Viola sempat menatap ayahnya, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan dia hanya bergegas bersama dengan ibunya ke ruang makan.


"Ibu memasak semua makanan kesukaanmu, jadi makanlah dengan lahap supaya kau tidak jatuh sakit," ucap Novita sembari menaruh makanan kepiring Viola dan memperhatikan anaknya yang tampak kusut.


Tetapi Viola hanya diam saja dan dia menatap ibunya selama beberapa saat karena sebenarnya dia menunggu perempuan itu untuk mengatakan sesuatu mengenai Erik.


Tetapi karena ibunya tidak lanjut berbicara, maka Viola tidak bisa menahan diri lagi, "Ibu, Apakah Erik kembali ke rumah?" Tanya Viola yang sangat ingin memastikan tentang pria itu, Apakah pria itu kembali ataukah tidak.


Novita yang mendengarkan itu merasa berat untuk mengatakannya, tetapi pada akhirnya perempuan itu menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya Dia sedang sibuk, makanya dia tidak kembali." Ucap Novita sembari menatap putrinya dengan sangat cemas Jika saja perempuan itu mungkin akan menangis atau menjadi tidak nafsu makan setelah mengetahui suaminya meninggalkannya setelah mengantarnya ke rumah mereka.


Tetapi, Viola langsung menunjukkan kepalanya sembari menahan kesedihannya dalam hati dan berpura-pura bersikap kuat di depan ibunya, meski dalam hati perempuan itu kini semakin merasa bahwa dia benar-benar sudah ditinggalkan oleh Erik.


Novita yang melihat putrinya tempat baik-baik saja kini malah merasa bahwa perempuan itu hanya berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya, dengan begitu, Novita langsung mengulurkan tangannya memperbaiki rambut putrinya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja karena ayah dan ibu akan selalu melindungi putri kami yang cantik ini," ucap Novita berusaha menghibur putrinya hingga membuat Viola tersenyum.


"Aku baik-baik saja Bu," ucap Viola sembari menyuap makanan yang ada di piringnya dan perempuan itu sebenarnya tidak merasa baik-baik saja.


Meski sebenarnya Novita tahu bahwa putrinya tidak baik-baik saja, tetapi perempuan itu berusaha menganggukkan kepalanya dan tidak ingin lagi memaksa putrinya untuk berbicara, sebab dia takut putrinya mungkin akan semakin drop.


"Baguslah, Kalau begitu, sembari kau makan ibu akan membuatkan jus untukmu," ucap Novita kemudian berdiri, karena dia tahu setiap malam putrinya sangat menyukai minum jus.


Viola tidak mengatakan apapun, tetapi perempuan itu hanya berusaha memaksakan dirinya untuk menghabiskan sesuatu demi sesuap nasi yang ada di perutnya.


'Mungkin ini saat yang tepat untukku mengatakan tentang anak yang ada di dalam kandunganku, tapi,,' Viola menatap ibunya yang sibuk mengupas buah.


'Ayah dan ibu pasti sangat terkejut mendengar berita ini, dan apalagi saat ini situasi keluarga tidak memungkinkan untuk mengatakannya,' ucap Viola dalam hati sembari mengepal kuat tangannya lalu perempuan itu kemudian berusaha untuk lanjut makan.


Setelah selesai makan, Viola kemudian bergabung bersama dengan ayahnya dan melihat pria itu tampak memperhatikannya.


Padahal, Viola jelas-jelas yakin bahwa pria itu hendak mengatakan sesuatu, tetapi pria itu malah diam cukup lama.


"Hah,," Cornelius menghela nafas dengan berat, "Ayah hanya ingin bertanya, apakah selama kau pergi ke kediaman Lamela kau diperlakukan dengan tidak baik oleh suamimu?" Tanya Cornelius pada putrinya hingga membuat Novita juga menatap putrinya sebab Dia mengharapkan jawaban yang jujur dari perempuan itu.


Tetapi kemudian Viola menggelengkan kepalanya, "dia memperlakukanku dengan sangat baik," ucap Viola yang berbicara dengan jujur sebab tentunya selama dia bersama-sama dengan pria itu, pria itu terus memperlakukannya dengan sangat baik.


Tetapi hal lain lah yang membuatnya sangat sedih, sesuatu yang tak akan bisa ia perbaiki dan sesuatu yang sudah tidak bisa lagi ia hindari.

__ADS_1


Tetapi, tentu saja kedua orang tua Viola tidak mudah mempercayai ucapan Putri mereka, sebab mereka sudah melihat Bagaimana cara pria itu mengembalikan Putri mereka ke rumah mereka.


Oleh sebab itu, Cornelius menatap dalam putrinya sembari berkata, "kami ini adalah orang tuamu, menjadi kami pasti akan membelamu terlepas dari apapun yang terjadi. Jadi, kalau ada sesuatu yang tidak baik di dalam pernikahan kalian, kau harus bilang mengatakannya pada kami karena kami siap untuk membelamu."


Viola yang mendengarkan ucapan ayahnya langsung menganggukkan kepalanya, "Ayah Tenang saja, aku akan mengatakannya," ucap Viola bersikeras ingin menutupi segala sesuatu dari ayah dan ibunya karena dia bisa melihat kasih saya yang tulus dari kedua orang tuanya sehingga dia yakin kedua orang tuanya akan lebih tersakiti ketika mengetahui fakta yang sebenarnya.


Oleh sebab itu, Viola memutuskan untuk menahan rasa sakit itu sendirian sampai dia tidak bisa lagi menahannya.


Melihat putri mereka yang bersikeras tidak mau mengatakan tentang kejanggalan pernikahan mereka, maka Cornelius menghela nafas dan pria itu memperbaiki posisi duduknya.


"Baiklah, sekarang telepon suamimu dan suruh dia untuk datang kemari!!" Perintah Cornelius pada putrinya langsung membuat Viola menatap ibunya.


Viola kemudian berkata "Itu,, aku,,"


"Tunggu di sini, biar Ibu mengambilkan ponselmu," ucap Novita yang juga merasa bahwa mereka perlu mendengar cara kedua orang itu berbicara untuk memastikan bahwa Putri mereka baik-baik saja dan Erik memperlakukan Putri mereka dengan baik.


Melihat ibunya yang sudah berdiri dan naik ke lantai 2, maka Viola tidak bisa lagi melakukan apapun dan dia hanya berbalik lagi menatap ayahnya.


Dia bisa melihat bahwa ayahnya memperhatikannya dengan sangat seksama seolah-olah pria itu sangat ingin melihat Apakah ada ketidakjujuran yang ia sembunyikan.


'Apakah sebaiknya aku katakan saja sekarang bahwa aku sudah hamil sebelum menikah dengan Erik? Tapi,,, ayah dan ibu adalah orang yang sangat baik, mereka pasti akan sangat malu ketika orang-orang menggosipkan Putri mereka yang hamil sebelum menikah.


"Juga,,, mengingat bahwa anak di dalam kandunganku adalah anak dari kakak iparku, maka Semua orang pasti akan berpikir macam-macam,' ucap Viola dalam hati yang merasa bahwa permasalahan yang ia alami sangatlah rumit sehingga dia pun tidak bisa mendapatkan cara untuk mengurai benang kusut yang sedang ia hadapi.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2