
Setelah selesai sarapan, maka Viola kembali ke kamarnya diikuti juga oleh Erik yang menyusul perempuan itu.
Begitu pintu kamar tertutup, Viola kemudian menatap Erik sambil berkata, "apa hal yang ingin kau bicarakan?"
Erik yang mendengarkan ucapan perempuan di depannya dengan tenang mendekati perempuan itu lalu dia kemudian memegang tangan perempuan itu sambil berlutut di hadapan Viola sehingga membuat Viola sangat terkejut.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Viola sembari perempuan itu berusaha mundur untuk menjauhi pria itu tetapi Erik menahan tangannya sehingga dia hanya bisa tetap berdiri di depan pria itu sembari melihat Erik yang menatapnya dengan tatapan sedihnya.
Tetapan perempuan itu benar-benar membuat perasaan Viola menjadi tak karuan, sebab Dia tidak mengerti apa hal yang ingin bicarakan oleh pria itu sehingga membuat pria itu bersikap seperti itu.
__ADS_1
Namun, beberapa saat kemudian Erik akhirnya berkata, "hah,,, Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi padamu, aku sudah tahu apa yang dilakukan oleh kakakku padamu. Jadi,, aku akan membiarkanmu untuk memutuskan, Kalau kau mau aku menghukum kakakku dengan cara membunuhnya atau melakukan apapun pada pria itu, maka aku akan melakukannya karena sekarang aku sadar bahwa melindungi istriku ialah yang terpenting bagiku."
Ucapan Erik benar-benar membuat violet akuasa menahan dirinya sehingga perempuan itu kemudian meneteskan air matanya.
Erik yang melihat itu kembali lagi berdiri lalu dia kemudian mengusap air mata perempuan itu, "aku pergi untuk mengurus sesuatu lalu kemudian sepanjang malam aku memikirkan masalah ini dan aku sudah memutuskan kalau apapun yang terjadi aku akan membela istriku dan apapun yang ingin kau lakukan pada pria itu, Aku tidak akan pernah menghalangimu melakukannya dan juga malah akan membantumu," ucap Erik bener-bener membuat Viola semakin menangis tersedu-sedu karena perempuan itu berpikir bahwa dia telah salah sangka pada suaminya.
Erik yang melihat perempuan lemah di depannya langsung memeluk perempuan itu, dan dengan sikap yang bijak dia berusaha menenangkan perempuan itu supaya tidak lagi menangis.
Pada akhirnya, mereka berdiri hampir selama 30 menit barulah Viola bisa menguasai dirinya sendiri lalu perempuan itu kemudian melepaskan diri dari pelukan suaminya sembari mengambil tisu yang ada di meja dan mengelap air matanya.
__ADS_1
"Itu,,, aku,, aku merasa bersalah padamu karena seharusnya dari awal aku menolak pernikahan kita sebab sebenarnya, saat ini aku sedang hamil," ucap Viola benar-benar mengejutkan Erik karena tak menyangka bahwa ternyata perempuan itu sedang hamil.
Yang artinya bahwa perempuan itu sudah hamil sebelum mereka menikah. Hal itu membuat Erik menjadi sangat marah dan kebenciannya pada perempuan itu mulai tumbuh dalam hatinya sebab Dia tentunya tidak ingin menerima seorang perempuan bekas orang lain.
Apalagi sekarang dia mengetahui fakta bahwa perempuan itu sedang mengandung anak dari laki-laki lain, mana ada pria yang mau menerima hal itu?
"Siapa ayah dari anak yang kau kandung?" Tanya Erik sembari melangkah mendekati perempuan itu dan duduk di samping Viola sembari mengepal kuat tangannya sebab dia benar-benar marah.
Viola kembali tertunduk dan dia meramas ujung gaunnya sembari meneteskan air matanya, "ini,, ini,, anak kakakmu," ucap Viola kembali menjadi sebuah pukulan berat untuk Erik.
__ADS_1
Karena itu artinya, bahwa perempuan itu sudah memiliki hubungan dengan kakaknya sebelum mereka dijodohkan.