
Tetapi karena dinding itu belum terbuka setelah dibentur oleh tubuh anda lokoma maka Bagas sekali lagi mengangkat kaki kanannya dan menendang punggung itu sehingga Bagas maupun pintu itu terjatuh ke dalam ruangan.
Saat itu jugalah orang-orang dari belakang Bagas yang tadi ditelepon oleh anda lah kini telah tiba dengan senjata tongkat bisbol di tangan mereka.
"Sialan!!! Serang!!!" Teriak salah satu diantara mereka Langsung membuat semua orang itu menyerbu ke arah Bagas.
💮💮💮
Tetapi Bagas tidak menghirau kami pria itu hanya berjalan ke dalam ruangan dan melihat adiknya yang sangat terkejut dengan kedatangannya sementara dia juga melihat Lukas berada di sana ditemani oleh perempuan-perempuan cantik.
Tetapi pria itu mengerutkan keningnya ketika melihat adiknya langsung mendorong seorang perempuan dari sisinya lalu pria itu kemudian berdiri menghampiri Bagas.
__ADS_1
Sementara itu kau malu kasih yang ada di sana memberi perintah pada anak buahnya supaya mereka tidak menyerang Bagas sebab tentunya dia tahu bahwa kedua pria itu bersaudara namun mereka memilih jalan yang berbeda.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya Erik yang tak menyangka bahwa kakaknya bisa sampai ke tempat itu, padahal dia sudah memblokir nomor ponsel pria itu supaya tidak bisa lagi menghubunginya, tapi mengapa sekarang bisa mengetahui bahwa dia ada di situ?
Bagas yang mendengarkan ucapan adiknya dan melihat wajah pria itu yang memang saya dari kecil pembawaannya sangat ramah hanya bisa tersenyum miring.
"Aku datang kemari untuk memastikan bahwa kau baik-baik saja. Dan karena sekarang aku sudah melihatmu baik-baik saja maka aku akan pergi sekarang," ucap Bagas sembari melihat ke arah Lucas sebab Dia datang kemari hanya untuk memberi peringatan pada Lukas supaya pria itu berhati-hati bertindak.
Dan karena tujuannya sudah tercapai, maka Bagas kemudian berbalik pergi meninggalkan semua orang yang ada di sana dengan Erik yang menggertakan giginya melihat keangkuhan pria itu.
Sementara Lucas yang ada di belakang erikoma pria itu berjalan ke samping Erik sembari memandangi punggung Bagas yang semakin menjauh dari mereka.
__ADS_1
"Apa kau sudah tahu kalau kakakmu adalah seorang anggota mafia? Bahkan bukan hanya anggota mafia, dia adalah pemimpin salah satu geng mafia dan saat ini geng yang ia pimpin ialah yang terbesar di antara semua mafia yang ada di negara kita. Hampir seluruh kota-kota besar di negara kita dikuasai oleh mereka, dan persenjataan ilegal yang mereka pasarkan jauh melebihi dari segala yang kami pasarkan." Ucap Lukas benar-benar mengejutkan Erik.
"Apa katamu? Dia seorang pemimpin Mafia?" Tanya Erik yang selama ini sudah menyelidiki tentang kakaknya tetapi selain kakaknya yang menjadi CEO di sebuah perusahaan yang berjalan di bidang arsitek, pria itu tidak menemukan hal lain tentang kakaknya.
Lukas menganggukkan kepalanya, "gimanapun pria itu pergi, tidak akan ada leber yang berani mengusiknya kecuali satu orang ini!!" Ucapkan sembari melihat ke arah andalan yang kini tak sadarkan diri di lantai namun tak ada seorangpun di sana yang berani menyentuh pria itu sebelum ada perintah dari Bagas.
Erik yang mendengarkan cerita tentang kakaknya sangat terkejut, sehingga pria itu menggertakkan giginya dan berkata, "aku akan menghubungimu lagi ketika aku sudah memutuskan tentang kesepakatan kita."
Lukas menganggukan kepalanya dengan santai, "penawaranku sangat bagus jadi aku akan menunggu teleponmu dalam waktu 2 hari," ucap pria itu diangkuti oleh Erik sembari Erik kemudian melangkah meninggalkan tempat yang sudah kacau itu.
Sementara Lucas yang melihat kepergian dua saudara itu, dia hanya terdiam di tempatnya sampai dia tidak melihat Erik lagi lalu pria itu berkata, "Kalian pergi manipulasi data-data yang didapatkan oleh pria itu dan biarkan dia melihat semua keuntungan kita tetapi jangan biarkan dia melihat hal-hal yang tidak perlu diketahui olehnya!"
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab semua bawahan yang ada di sana.