Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
44


__ADS_3

Diana menghela nafas, "Aku tidak bisa pergi ke apartemenku, jadi bisakah kau mengantarku ke hotel lainnya saja?" Tanya Diana Langsung diangguki oleh Evan.


"Ada sebuah hotel yang merupakan hotel milik kenalanku di dekat sini, kau bisa menginap di sana dengan aman. Ahh, juga aku katakan padamu kalau kau harus waspada terhadap adikmu, Sepertinya dia merencanakan sesuatu yang buruk untukmu." Ucap Evan.


"Terima kasih," jawab Diana sembari melemparkan senyumnya ke arah Evan membuat jantung Evan tiba-tiba saja berdegup tak karuan.


💥💥💥


Pria itu langsung memeringkan wajahnya menghadap ke arah jalanan sembari memegang kuat setir mobil nya.

__ADS_1


'Apa yang terjadi?' ucap pria itu dalam hati yang merasa begitu aneh dengan dirinya sendiri, hanya pada siapa punya saja dia merasakan perasaan seperti itu, tapi kenapa sekarang dia juga merasakannya saat ia bersama dengan seorang perempuan yang secara tidak langsung telah membunuh sepupunya?


Diana yang melihat ekspresi Evan bisa merasakan bahwa pria itu tampak canggung, dan sudah berkali-kali dia melihat pria itu bersikap seperti itu sehingga dia hanya tersenyum melemparkan tetapannya keluar jendela.


'ternyata dia juga bisa bersikap seperti itu di hadapan semua gadis, padahal biasanya dia selalu bersikap dingin dan acuh terhadap gadis-gadis lain yang ia temui.' ucap Diana dalam hati yang mana dia selalu mengingat saat mereka berdua bertemu dengan seorang perempuan maka dia selalu memperhatikan bahwa Evan bersikap sangat dingin pada perempuan-perempuan itu kamu sangat berbeda ketika pria itu bersama-sama dengannya.


Tetapi Diana tidak mengatakan apapun kau dan dia hanya diam saja sampai akhirnya mereka tiba di sebuah hotel yang direkomendasikan oleh Evan.


Baru saja naik mobil ke rumah ponselnya kembali lagi menerima sebuah panggilan telepon yang berasal dari bawahannya.

__ADS_1


"Ya, halo," ucap Evan pada seorang pria di seberang telepon.


"Saya sudah menyelidiki semuanya, dan kita mendapat informasi baru, semua barang yang dikenakan oleh Diana di hotel-hotel tempat perempuan itu pergi ialah barang-barang miliknya, dan bahkan namanya terdaftar dalam pemberian barang-barang tersebut. Aku juga sudah mengkonfirmasinya, dan beberapa foto-foto milik Diana yang beredar di Instagram pribadinya bahkan di media-media lainnya Diana menggunakan barang yang sama dengan yang digunakan di hotel. Dan informasi yang lebih menarik lagi bahwa Diana pergi ke hotel itu untuk menemui seorang pria yang ternyata ialah seorang buronan!!" Ucap sang bawahan dari seberang telepon benar-benar membuat Evan merasa bersemangat untuk menyelidikinya.


"Jelaskan di kantor!" Tegas pria itu pada orang di seberang telepon lalu dia kemudian dengan cepat melajukan mobilnya ke arah kantor polisi.


Sementara saat itu, Diana yang berbaring di tempat tidur dia merasa begitu senang karena akhirnya Evan mulai menunjukkan kepeduliannya terhadapnya jadi dia merasa bahwa di kehidupan yang kedua ini dia tidak sendirian, melainkan ada Evan yang bersamanya.


Tetapi, perempuan itu belum selesai merasa lega ketika ponselnya kembali berdering memperlihatkan nama Siloam yang menelponnya.

__ADS_1


Maka sambil menghilang nafas, Dia anak kemudian mengangkat panggilan telepon itu, "halo?!" Jawab Diana dengan nada suara yang kesal.


"Kak, gawat!! Semua syuting kakak telah ditunda, dan semuanya telah dibatalkan bahkan tidak ada satupun pekerjaan untuk kakak yang tersisa, semuanya telah dibekukan oleh Bobby karena kakak sudah tidak menuruti ucapannya lagi!!!" Teriak Siloam dari seberang telepon yang mana dia merasa begitu cemas dan ketakutan atas hutang-hutang mereka kalau mereka tidak mampu menghasilkan uang untuk membayar nya.


__ADS_2