Hanya Cinta

Hanya Cinta
Anak Pak Bos


__ADS_3

Haikal sudah bekerja selama beberapa bulan di kantornya, kemampuan dan kepintaran yang dimiliknya membuat Haikal sangat bisa di andalkan di perusahaannya. Haikal memiliki banyak teman karena kebaikan hati yang dimilikinya, Haikal juga senang membantu karyawan-karyawan lain yang membutuhkan bantuan.


Selama menikah dengan Anin, Haikal juga memberikan gajinya untuk menafkahi Anin meskipun Haikal tahu jika kekayaan yang dimiliki Anin membuat uang hasil kerja kerasnya itu sama sekali tidak ada nilainya, namun karena rasa tanggung jawab yang dimilikinya, Haikal tetap memberikan apa yang menjadi hak Anin secara lahir karena jika secara batin dia memang tidak akan melakukannya.


Diluar ekspektasi dari Haikal ternyata Anin sangat antusias saat Haikal memberikan gajinya kepadanya bahkan Haikal sedikit aneh melihat tingkahnya.


"Ini gaji kamu ya?". Anin meraih amplop coklat dan melihat isinya dengan sangat bahagia.


"Heem, maaf ya aku cuma bisa kasih segitu karena gajiku tidak seberapa memang tapi aku tetap akan memenuhi kewajibaku dan aku juga harus menyisihkan untuk ibu sebagian". Jawab Haikal.


"Wah, lumayan juga gaji kamu walaupun sudah di sisihkan untuk ibu, ya sudah aku simpan ya". Anin langsung pergi meninggalkan Haikal.


Kupikir dia akan nolaknya atau bilang gajiku tidak seberapa, tapi baguslah setidaknya aku ada gunanya juga sebagai suaminya. Batin Haikal.


Uang ini akan aku simpan dengan baik setiap bulannya, dan kalau udah terkumpul banyak aku akan belikan mobil untuk Haikal, dia pasti tidak akan nolak karena aku beli pake uang dia sendiri. Aku tidak mau dia terus menurus pakai motor, kan kasian. Eh bukan kasian deh, tapi karena aku gengsi dong punya suami cuma naik motor. Batin Anin.


°°°°°


Haikal hari ini di minta oleh atasannya untuk menerima dan memperkenalkan tentang seluk-beluk kantor karyawan yang akan magang di kantornya.


"Kak Haikal". Seru seorang wanita yang membuat Haikal menoleh ke belakang mencari sumber suara.


"Maya". Haikal tampak terkejut melihat Maya dengan balutan pakaian formal yang membuat tampak semakin anggun dan cantik. "Kamu ngapain disini?". Selidik Haikal.


"Tebak dong. Sepertinya takdir memang ingin kita selalu berdekatan ya kak". Ucap Maya lagi.


"Jangan bilang kalau kamu salah satu karyawan magang disini".


Maya tidak menjawab dia hanya mengangguk dengan senyuman bahagia. "Aku tidak nyangka kalau ternyata kak Haikal kerja disini". Ucapnya kemudian.


"Iya, aku memang sangat beruntung bisa kerja di perusahaan sebesar ini May".

__ADS_1


"Perusahaan ini juga beruntung bisa dapat karyawan seperti kakak".


"Kamu bisa saja".


Sejak saat itu Maya seperti memanfaatkan kebersamaannya dengan Haikal dengan sangat baik, dia berusaha sebaik mungkin agar Haikal tertarik atau bahkan jatuh cinta padanya. Maya melakukan berbagai cara termasuk setiap hari membawakan makanan untuk makan siang dirinya bersama Haikal. Haikal sendiri tidak pernah merasa risih atau canggung dengan perlakuan Maya kepadanya karena Haikal juga tidak pernah merasakan perhatian seperti itu sebelumnya dari wanita manapun sehingga membuatnya nyaman.


Kedekatan Maya dan Haikal menjadi buah bibir semua karyawan di kantor mereka. Sebagian dari mereka ada yang merasa senang melihat sepasang manusia yang terlihat sangat cocok itu, meskipun mereka tahu Haikal sudah menikah dan ada sebagian pula yang iri kepada Haikal karena bisa dekat dengan wanita secantik Maya, tentunya mereka adalah para lelaki yang mengagumi kecantikan wanita tersebut.


"Kal, seneng banget ya jadi loe. Bisa nempel terus kayak perangko sama si Maya, mana istri loe juga cantik banget lagi". Ucap salah satu teman kantor Haikal.


"Biasa ajalah, Maya itu adik kelas gue di kampus, jadi kita mudah akrab". Jawab Haikal.


"Kalian pacaran ya?". Tanyanya lagi.


"Nggak lah, yang bener aja loe, gue kan udah nikah jangan buat gosip yang enggak-enggak ya".


"Ya siapa tau aja kan, lagian gue nggak pernah liat loe semesra itu sih sama istri loe, jadi gue curiga jangan-jangan loe nggak cinta sama istri loe dan malahan Maya adalah cewek yang loe cinta".


"Hus... Jangan ngawur loe kalau di dengar sama orang lain di sangkanya beneran lagi".


"Kok loe tau Maya tajir? emang loe tau dia siapa?, karena setahu gue dia anaknya sederhana banget dan nggak suka pamer kekayaan orang tuanya gitu". Tanya Haikal penasaran.


"Ya ampun Haikal, jadi selama ini loe dekat sama Maya tapi loe nggak tahu dia itu siapa, loe nggak tau apa pura-pura nggak tau?".


"Hah, maksud loe?".


"Jadi loe nggak tau nih?".


Haikal menggelengkan kepalanya dengan wajah yang tampak bingung.


"Kal, dia itu Maya Wijaya, anak pak bos Darmadi Wijaya pemilik perusahaan ini". Ucap lelaki tersebut.

__ADS_1


Haikal langsung membulatkan matanya dan menepuk jidatnya sendiri. "Ya Allah kenapa aku nggak kepikiran ya kalau Maya anaknya pak Darmadi".


Bisa gawat urusannya kalau sampai Anin tahu kalau aku kerja di perusahaan milik keluarga Maya dan Maya juga kerja di kantor yang sama denganku. Bisa-bisa Anin berfikir kalau aku bekerja disini karena Maya, semoga saja dia tidak tau. Pantas saja aku jadi bahan perbincangan karyawan disini, Mana aku dengan Maya tampak begitu akrab. Batin Haikal.


"May". Haikal menghampiri Maya yang sudah menunggunya di kantin lengkap dengan berbagai macam menu makanan buatannya sendiri untuk Haikal.


"Kak, ayo kita makan". Maya menarik tangan Haikal untuk duduk di sampingnya. "Lihatlah kak, hari ini aku masakin kakak banyak makanan". Sambungnya lagi.


"May, kamu kenapa kamu tidak pernah mengatakan padaku kalau kamu ini anaknya Pak Darmadi".


"Kakak sudah tau, aku malah heran sama kakak kok baru tau sekarang, padahal aku udah sebulanan kerja di kantor ini".


"Kok kamu jawabnya santai banget, kamu tau tidak kita di gosipin satu kantor karena kedekatan kita".


"Tau".


"Terus kamu tidakk takut di gosipin yang tidak-tidak?. Aku kan udah nikah".


"Tidak, lagian mana ada karyawan di sini yang berani ngegosipin tentang aku yang macam-macam mereka pasti takut dipecat dari perusahaan ini".


"Kamu tidakk risih ngasih perhatian gini ke pegawai biasa yang udah punya istri di kantor papamu sendiri".


"Aku justru senang, dengan begitu orang-orang akan tau kalau aku lebih pantas berada di samping kakak dibandingin dengan istri kakak yang tidak pernah muncul sekalipun sebagai seorang istri yang memberikan perhatian atau sekedar mengajak makan siang suaminya sendiri".


"Kamu nekat banget sih, terus kalau papa kamu tau tentang hubungan kita yang sedekat ini gimana?".


"Papa aku tau kok".


"Apa?". Haikal tampak terkejut.


"Iya, papa aku juga kenal siapa Anin, jadi dia tahu pasti Anin memaksa kakak untuk menikah dengannya, papa tidak pernah melarang atau memaksa aku untuk melakukan hal yang tidak aku suka, jadi aku bebas melakukan apapun yang aku inginkan". Jawab Maya santai dan meneruskan aktivitasnya menyiapkan makanan untuk Haikal.

__ADS_1


Aduh, rumit nih kayaknya kalau sampai Anin tau aku kerja dimana. Apalagi Pak Darmadi juga membiarkan saja kalau aku dekat dengan anaknya. Gumam Haikal dalam hati.


Maap yak gaes baru up lagi sekarang soalnya lagi banyak kegiatan kenegaraan yang harus di laksanakan 🤭🙈


__ADS_2