
Hari itu Haikal dan Lila menghadiri sebuah rapat dengan klien yang ternyata juga dihadiri oleh Maya yang mewakili perusahaannya. Setelah rapat itu selesai Maya langsung menghampiri Haikal.
"Kak Haikal". Seru Maya yang terus mendekati Haikal dan langsung memeluk Haikal tanpa mempedulikan Lila yang berdiri di sampingnya. Lila kemudian meninggalkan mereka berdua karena Haikal memberi kode kepada untuk pergi lebih dulu.
"Maya, May, tolong jaga sikapmu, jangan bersikap seperti ini, disini banyak orang bagaimana jika mereka berpikiran yang tidak-tidak tentang kita". Haikal meronta melepaskan pelukan Maya.
"Apa peduliku,, aku sangat merindukanmu, sudah lama kita tidak bertemu". Ujar Maya dengan manja.
"May, berhenti bersikap seperti ini, kamu bukan anak kecil yang harus aku jelaskan tentang status aku lagi kan?". Tanya Haikal tegas.
"Kamu tidak usah bahas tentang status yang kamu sendiri tidak meyakini itu didepanku".
"May, berapa kali sudah aku katakan padamu jika aku sama Anin suami istri dan itu fakta yang harus kamu terima".
"Dan aku akan terus berusaha mendapatkan kakak karena aku mencintamu".
"Aku tidak bisa membalas cinta kamu May, aku suami Anin dan aku hanya mencintainya. Dan aku mohon May, lain kali jaga sikap kamu ketika kamu bertemu dengan aku, jika tidak maka jangan munculkan lagi wajahmu dihadapanku, Mengerti?". Bentak Haikal.
"Bohong, kenapa kamu tega mengatakan hal seperti itu padaku?, kamu tidak mungkin cinta sama dia kan?". Ujar Maya ketus.
"Aku sedang tidak berbohong May, aku mencintainya, mungkin kamu benar kalau di awal pernikahan kami, kami tidak saling mencintai tapi sekarang kami saling mencintai satu sama lain dan kamu berhenti berharap sama aku, lanjutkan hidupmu karena kamu akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari aku". Jawab Haikal selembut mungkin karena dia tidak ingin membuat Maya semakin terluka.
"Lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan perasaan ini?, aku hanya mencintaimu dan aku hanya menginginkan kamu". Tanpa terasa Maya mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
"May, perasaan kamu kepadaku akan hilang dengan sendirinya suatu saat nanti, buka hati kamu untuk lelaki lain dan lupakanlah aku. Maafin aku May, aku harus pergi". Haikal kemudian meninggalkan Maya yang masih larut dalam tangisannya.
"Kamu akan menyesal karena memperlakukan aku seperti ini Haikal, karena tidak ada wanita yang mencintaimu melebihi cintaku padamu". Teriak Maya namun Haikal tetap tidak menghentikan langkahnya meskipun dia mendengarkan ucapan Maya.
Tubuh Maya tumbang dan terduduk di lantai karena kakinya yang terasa sangat lemah dan tidak lagi mampu menopang berat tubuhnya. Air mata Maya terus mengalir menangisi kepergian Haikal.
Dari kejauhan ternyata Lila tidak benar-benar meninggalkan mereka, dia memperhatikan pembicaraan keduanya dan menghela nafas dengan kasar.
Sepertinya dia hanya akan menjadi penghalang kebahagiaan nona Anin dan aku tidak akan membiarkan dia melakukanya. Aku akan pastikan nona dan tuan muda bahagia untuk selamanya tanpa bisa di halangi oleh siapapun. Batin Lila sambil melangkah pergi.
°°°°°
Sesampainya mereka kembali di kantor Haikal meminta Lila untuk keruangannya terlebih dahulu sebelum kembali keruangannya sendiri karena ingin membicarakan sesuatu hal yang penting.
"Saya sangat mengerti tuan, saya akan menganggap kalau kejadian tadi tidak pernah terjadi". Jawab Lila karena dia tahu yang dimaksud oleh Haikal adalah tentang pertemuan Haikal dengan Maya tadi.
"Terima kasih Lila, aku hanya tidak mau jika Anin salah paham, hubungan aku dengan Anin sekarang sudah mulai membaik dan aku tidak mau itu rusak karena kejadian tadi".
"Sudah menjadi tugas saya untuk selalu menjaga kebahagiaan dan perasaan nona Anin. Tapi sepertinya anda harus berhati-hati dengan nona Maya tuan, karena dia bisa aja menjadi penghalang untuk kebahagiaan anda dan nona Anin". Jawab Lila tegas.
"Ya, kamu benar aku memang harus menjaga jarak dengan Maya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara aku dan Anin".
"Apa saya perlu melakukan sesuatu untuk membuat nona Maya menjauh dari tuan muda?". Pertanyaan itu sontak membuat Haikal sedikit terkejut karena dia tahu jika Lila bisa melakukan apapun untuk kebahagiaan majikan itu meskipun Lila adalah seorang wanita tetapi terkadang dia mampu melakukan hal yang menurut Haikal mustahil jika dilakukan oleh seorang wanita.
__ADS_1
"Hah, tidak perlu berlebihan Lila, Maya gadis yang baik dia tidak mungkin melakukan hal yang nekat, aku cukup mengenalnya. ini semua juga salahku karena dulu terlalu memberikan celah untuk maya agar bisa dekat denganku". Haikal membantah dengan cepat perkataan Lila.
"Baiklah, jika itu yang anda inginkan Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu tuan". Lila kemudian pergi meninggalkan ruangan Haikal.
Maaf tuan muda, meskipun anda begitu percaya dengan nona Maya tapi saya tetap akan terus memperhatikan gerak-gerik nona Maya tuan, karena saya tidak ingin trauma masa lalu akan kembali terulang di hidup nona Anin. Batin Lila.
Haikal kemudian pergi mencari keberadaan istrinya karena dari tadi pagi dia tidak melihat Anin karena harus mengikuti rapat penting bersama Lila dan hal itu membuat Haikal sangat merindukan Anin.
°°°°°
Sementara itu di tempat lain Maya sudah tidak lagi semangat menjalani hidupnya. Maya merasa sangat hancur dan berantakan karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan lelaki yang sangat dia cintai, bahkan yang sering menghabiskan waktunya untuk mabuk-mabukan di klub malam sehingga membuat sang ayah Darmadi sangat khawatir melihat keadaan putrinya tersebut.
"Sayang kamu mabuk lagi?". Tanya Darmadi ketika tengah malam Maya baru pulang klub malam. Maya tidak menggubris pertanyaan Darmadi dan langsung melangkah menuju kamarnya. Darmadi dengan sigap membantu putrinya untuk menuju kamar karena langkah Maya yang gontai akibat terlalu mabuk itu.
"Kenapa kamu bisa seperti ini nak?, sudah beberapa hari ini papa lihat kamu pulang tengah malam dalam keadaan mabuk seperti". Tanya Darmadi lagi yang bingung dengan sikap putri kesayangannya itu karena Maya adalah anak yang baik dan tidak pernah menyentuh minuman keras atau pulang larut malam.
"Papa tau apa hah?, aku sakit pa, hati aku sakit ketika orang yang aku cintai ternyata tidak pernah mencintaiku". Teriak Maya.
"Apa ini ada hubungannya dengan Haikal? dengarkan papa nak, Haikal itu suami orang jadi lupakan dia masih banyak lelaki lain yang lebih baik dari Haikal di luaran sana".
"Aku hanya menginginkan Haikal pa, bukan yang lain. Papa tidak akan pernah mengerti perasaanku ini, tidak ada seorangpun yang akan mengerti aku, bahkan Haikal juga dengan mudahnya menyuruh aku melupakannya begitu saja". Ujar Maya dengan khas bicara orang yang sedang mabuk.
Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini?, Putriku selalu tersiksa dengan perasaannya sendiri. Apa yang harus aku perbuat sekarang?. Papa akan melakukan apapun asalkan kamu kembali menjadi putri Papa yang ceria seperti dulu nak. Batin Darmadi yang iba melihat keadaan putrinya.
__ADS_1
Ritual Gaes 🤗👍