Hanya Cinta

Hanya Cinta
Sahabat Terbaik


__ADS_3

Keesokan harinya Anin sudah merasa tubuhnya sudah sehat sehingga memutuskan untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasanya di kantor. Banyak hal yang harus diselesaikan apalagi mengingat akhir-akhir ini banyak terjadi masalah dikantor.


"Kamu belum berangkat kerja?". Tanya Anin yang melihat Haikal masih duduk di teras rumah.


"Aku menunggumu". Jawabnya singkat.


"Kenapa harus menungguku?, biasanya juga kamu berangkat duluan, ada yang mau dibicarakan?"


"Tidak ada, aku pengangguran sekarang".


"Maksudnya?".


"Aku sudah resign dari perusahaan Maya, jadi aku pengangguran sekarang, apa tawaran kerja di kantormu masih berlaku untukku?, aku tidak bisa lama-lama jadi pengangguran karena ada istri dan ibu yang harus aku nafkahi".


"Kamu serius?".


"Memangnya aku kelihatannl sedang becanda, kemarin aku ke kantorku yang dulu untuk menyerahkan surat pengunduran diriku".


Anin tersenyum mendengar penjelasan Haikal. "Kenapa kamu resign dari sana, bukannya kamu sangat bersemangat bekerja disana".


"Oh jadi aku tidak di terima dikantormu, baiklah, aku cari kerja di tempat lain saja".


"Dasar sensitif, aku sangat bahagia dan dengan senang hati menerimamu dikantorku, aku tadi hanya ingin tau alasannya apa".


"Apapun alasan aku yang pasti aku tidak ingin melihatmu sakit lagi karena kelelahan mengurus perusahaan kamu yang hampir failed sendirian, karena melihat kamu sakit dan kelelahan seperti kemarin membuat aku merasa bersalah sebagai suamimu. Mulai sekarang aku akan selalu ada untuk kamu sayang". Ujarnya Haikal sambil menatap mata Anin.


Kebahagiaan luar biasa di rasakan oleh Anin karena mulai saat ini dia dan Haikal akan terus berada di sampingnya. Anin memperkenalkan Haikal kepada seluruh karyawannya sebagai wakil direktur yang akan mendampinginya mengelola dan mengembangkan perusahaan, Anin sebenarnya berniat menjadikan Haikal direktur utama namun Haikal menolaknya. Haikal ingin sama orang tahu jika perusahaan itu akan kembali maju di tangan Anin dan dia hanya membantu dan mendukungnya saja.


"Kita akan atur strategi sebaik mungkin untuk menarik para investor untuk mau bekerja sama dengan perusahaan kita, aku punya ide, gimana kalau kita bekerja sama dengan perusahaan Nino dan Rian, perusahaan mereka kan cukup berkembang". Ujar Haikal pada Anin dan Lila.


"Tapi aku tidakk yakin". Jawab Anin datar.


"Kenapa?". Tanya Haikal.

__ADS_1


"Haikal, dari dulu kak Rian dan kak Nino tidakk pernah suka denganku dan selama ini mereka juga tidak pernah berhubungan dengan perusahaan aku".


"Tapi mereka sahabatku, mereka pasti mau membantuku karena kamu istriku, istri dari sahabat mereka sendiri jadi kamu tenang aja aku pasti akan mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan mereka".


"Jikq gagal?".


"Aku akan melakukan apapun supaya usaha kita tidak gagal sayang, kamu tenang saja, aku selalu ada disini". Haikal mencoba meyakinkan Anin dengan menggenggam kedua tangannya.


Tuan Haikal sepertinya sudah benar-benar jatuh cinta kepada nona Anin, sampai-sampai dia tidak canggung lagi kalau berbicara dengan nona Anin di depanku. Baguslah dengan begitu tugasku menjadi sedikit ringan. Batin Lila.


°°°°°


"Tumben si Haikal ngajakin ketemuan Yan, lagi ada masalah kali tu anak yak?". Celetuk Nino saat mereka sedang menunggu kedatangan Haikal di sebuah cafe.


"Emmh, mungkin sih, apa ini ada hubungannya sama Anin ya, gue jadi khawatir sama hubungan mereka". Jawab Rian.


"Gue juga, loe kan tau sendiri bagaimana Anin selama ini, apa mungkin mereka mau bercerai?".


"Huus, jangan ngawur loe, sembarangan aja kalau bicara, kasihan si Haikal kalau sampai di ceraiin sama Anin, bisa-bisa patah hati itu anak karena kita kan tahu sendiri bagaimana perasaan Haikal sebenarnya".


"Yan, loe liat apa yang gue liat?". Tanya Nino sambil menepuk pundak Rian.


"Jadi loe lihat juga apa yang gue liat?".


"Oh my god, keajaiban apa yang sedang terjadi ini, apakah mereka berdua terkena kutukan bucin, sehingga apa yang kita liat ini bisa terjadi begitu nyata". Ujar Nino begitu puitis.


"Lebay banget loe". Rian mengusap wajah Nino dengan kasar.


"Hai bro". Sapa Haikal dengan senyuman bahagia kepada dua sahabat itu dengan genggaman tangan mereka yang saling meninju.


"Aura orang yang sudah nikah beda memang ya Yan?". Tanya Nino ke Rian.


"Makanya nikah loe sono, jangan kawin aja loe pintar". Celetuk Haikal. "Ayo duduk sayang". Ucap Haikal ke Anin sambil membuka kursi agar Anin duduk dan membuat wajah Anin seketika memerah.

__ADS_1


"Yaelah, bucin banget bapak satu ini. Hai Anin, apa kabar?". Nino menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Anin dan berusaha seramah mungkin karena selama ini baik dia maupun Rian sangat jarang berkomunikasi dengan Anin karena Anin adalah wanita yang sangat dingin.


"Hai, lama tidak bertemu kalian, ternyata sekarang kalian sudah jadi direktur muda yang sukses ya". Jawab Anin dengan sangat ramah dan menyalami kedua sahabat Haikal tersebut.


Ya Tuhan ini beneran Anin kan?, mimpi apa gue melihat Anin bisa seramah ini sama orang. Hebat banget loe Kal bisa merubah Anin sampai segininya . Gumam Nino dalam hati.


Kemudian mereka semua membahas tentang masalah yang dihadapi oleh perusahaan Anin dan meminta pendapat dan juga bantuan dari Rian dan Nino untuk membantu perusahaan mereka.


"Aku tidak janji bisa bantu banyak tapi aku akan usahakan untuk mempromosikan perusahaan kamu kepada klien-klien di perusahaan aku". Ujar Rian kepada Anin.


"Makasih banyak kak Yan, sekecil apapun bantuan kalian itu udah sangat berarti untuk perusahaan aku". Jawab Anin.


Apa?, makasih, sejak kapan dia kenal dengan kata-kata itu. Haikal gue akui loe memang pintar bro, tapi gimana kalau ini hanya akting?, kasian banget Haikal kalau ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Batin Rian sambil tersenyum simpul.


Setelah membicarakan tentang masalah perusahaan kemudian mereka melanjutkan dengan obrolan santai seputar kehidupan mereka karena setelah lulus kuliah mereka tidak lagi sering bertemu seperti saat masih kuliah. Nino dan Rian saling menatap aneh kepada Haikal yang sepertinya sangat perhatian kepada Anin.


"Kal, loe beneran jatuh cinta sama Anin?, loe kelihatan bucin banget tau nggak sih". Tanya Rian ketika Anin sedang permisi ke kamar mandi.


"Dia istri gue, ya tentu lah gue cinta sama dia". Jawab Haikal santai.


"Kal, gue nggak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga loe, cuma gue mau ingetin aja supaya loe nggak terlalu terbawa perasaan sama Anin, karena gue nggak yakin kalau dia beneran cinta sama loe, apa hubungan kalian memang udah membaik?".


"Hubungan gue baik Yan, loe benar, gue juga nggak pernah tau apa Anin cinta sama gue atau nggak, cuma yang gue tahu gue takut kehilangan dia dan gue nggak bisa liat dia menderita. Gue akan mengusahakan apapun yang membuat dia bahagia dan gue harap ketulusan gue itu bisa membuat hati dia luluh".


"Tapi yang gue liat dia banyak berubah kok Yan, udah mau nyalamin kita dan bilang makasih segala, dulu mana pernah dia bilang makasih ke orang". Gerutu Nino.


"Iya sih No, cuma gue takut aja itu cuma kepura-puraan dia untuk nipu Haikal. Kal, gue harap loe siap dengan hal terburuk yang mungkin terjadi nantinya". Ujar Rian lagi.


"Makasih ya Yan, No. Kalian selalu mikirin tentang perasaan gue, kalian memang sahabat terbaik gue. Tapi Anin yang kalian lihat dingin dan sombong sebenarnya adalah Anin yang baik, dia pertahanin perusahaan ini karena dia mikirin tentang nasib karyawan karyawan dan para buruhnya padahal dia bisa aja melepas perusahaannya begitu saja karena itu nggak akan berpengaruh apa-apa untuk kekayaannya".


"Ya sih, gue juga mikir gitu karena semua orang juga tau siapa Anin, ya semoga ajalah loe bisa ngerubah Anin".


"Gue mah yakin, si Anin bakal jadi bucin setengah mati sama loe Kal, bahkan dia nggak akan bisa makan tanpa di suapin sama loe". Celetuk Nino yang membuat Haikal maupun Rian tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Vote dan likenya di kencengin dong, biar aku up tiap hari 🤗💞


__ADS_2