Hanya Cinta

Hanya Cinta
HC 61


__ADS_3

Sementara itu ditempat lain seorang wanita tengah uring-uringan karena kesal pada suaminya yang tidak mau memenuhi keinginannya.


Bahkan untuk menatap wajah suaminya saja dia merasa sangat muak.


"Seharusnya satu anak sudah cukup bagi kita". Ucap sang suami tanpa sadar pada istrinya, ucapan itu tebtu saja seperti membangunkan harimau yang sedang tidur.


Dengan wajah kesalnya sang istri langsung mencubit perut suaminya tanpa ampun. "Jadi kamu menyesal punya anak dariku, bukannya bahagia kamu justru menyesali kehadirannya, ya tuhan sedih sekali nasibmu nak, hiks, hiks". Wanita tersebut ternyata sedang hamil dan mengidam sesuatu yang aneh sehingga sang suami enggan memenuhi keinginannya itu.


Sang suami memeluk istrinya dan mencoba menenangkannya, tanpa disadari ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka. Rasa tak percaya menyelimuti pikiran sang pemilik mata tersebut hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi. Ya, sepasang suami istri itu ternyata sedang berdebat dikantor tepatnya di sebuah ruangan milik salah satu dari mereka.


•••••


Sementara itu Haikal yang tampak sangat gusar terus berjalan dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri. Anin yang melihat hal tersebut menjadi bingung dan khawatir jika telah terjadi sesuatu yang buruk di kantor. Hari ini Anin sengaja minta ikut Haikal ke kantor karena merasa bosan dirumah sendirian karena untuk bekerja pun Haikal sangat melarangnya.


Biasanya ada ibu, Asyraf atau Maya yang menemaninya namun saat ini Asyraf sedang sibuk dengan sekolahnnya bahkan sampai pulang sore hari karena banyak kegitan ekstrakurikuler yang diikutinya, bocah kecil itu ternyata sangatlah pintar dibidang akademisi sehingga Haikal dan Anin memutuskan untuk memfasilitasi Asyraf dengan apapun yang diinginkan nya asalkan bocah itu yakin dan tekun belajar.


Sedangkan ibu Siti sekarang sibuk dengan toko kue baru miliknya, ya selama ini Siti tetap menjalani hobynya membuat kue dengan membuka toko kue yang cukup maju, bahkan ibu Siti sudah memiliki tiga cabang toko kue. Haikal dan Anin mengizinkannya namun dengan syarat ibu Siti tidak boleh sampai kelelahan mengingat riwayat penyakit yang dimilikinya dan dia juga hidup dengan satu ginjal saja.


Jika ada yang penasaran dengan Maya maka jawabannya Maya sekarang berada bersama dengan ayah dari bayi-bayi yang sedang dikandungnnya. Setelah banyaknya drama yang harus dilalui akhirnya Maya memutuskan untuk menerima pria yang telah menghamilinya itu untuk menikahi dirinya. Padahal Haikal sangat melarang Maya untuk ikut dengan pria yang menurutnya tidak bertanggungjawab itu namun dia tidak dapat menghalangi Maya karena Maya juga berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri.


"Kamu kenapa by?". Tanya Anin melihat suaminya terlihat sangat gusar.


"Emmh sayang, menurutmu apa mungkin seorang wanita yang sudah memiliki suami berselingkuh?". Bukannya menjawab Haikal justru balik bertanya hingga membuat Anin bingung apalagi disertai dengan pertanyaan konyol menurutnya.

__ADS_1


"Menurutmu apa mungkin seorang pria yang sudah menikah berselingkuh?". Tanya Anin kesal dengan pertanyaan Haikal.


"Sayang jawab saja pertanyaanku jangan menambah beban dikepalaku ini".


"By, dengar ya, mungkin saja bagi wanita yang sudah menikah untuk berselingkuh sama halnya seperti pria yang sudah menikah, kamu pikir wabita tidak bisa melakukan apa yang pria lakukan, tapi itu semua kembali kepada diri pribadi masing-masing orang juga". Jelas Anin panjang lebar.


"Haah, aku tidak percaya dengan apa yang terjadi dan apa yang aku lihat". Haikal memijat pangkal hidungnya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Memangnya kamu lihat apa?". Tanya Anin penasaran.


"Kamu pasti tidak akan percaya sayang, baru saja aku melihat Lila melakukan hal itu".


"Hal itu apa maksudnya?".


"Jangan bercanda, kamu pasti salah lihat by tidak mungkin Lila melakukan itu bahkan dengan suaminya saja dia tidak pernah pamer kemesraan". Jawab Anin ketus, dia tidak terima sang asisten kesayangan itu dihina sembarangan oleh orang lain termasuk Haikal.


"Kamu terlalu memberikan kepercayaan penuh kepada asistenmu itu sayang, bahkan melebihi kepercayaanmu kepadaku". Jawab Haikal ketus.


"Bu-bukan begitu by, hanya saja aku sangat mengenal Lila dan tidak mungkin dia bisa melakukan hal serendah itu".


"Terserah kamu saja, nanti ketika kamu melihatnya dengan mata kepalamu sendiri kamu pasti akan mempercayai perkataanku". Dengan wajah kesalnya Haikal meninggalkan Anin di ruangan miliknya sendirian, entah kemana arah dan tujuannya yang jelas Haikal sangat marah kepada Lila yang terlihat polos ternyata penuh dengan tipu muslihat, dia takut jika Anin akan terpengaruh jika selalu berada didekat Lila dan bisa saja istrinya itu melakukan hal yang sama.


Sedangkan Anin melihat tingkah suaminya itu menjadi sangat heran, rasa penasarannya juga muncul sehingga dia berencana akan memastikan sendiri apa yang diucapkan oleh suaminya itu dengan bertanya langsung kepada Lila.

__ADS_1


Dengan langkah tergesa namun sangat terbatas dengan perut buncitnya Anin bergegas menuju ruangan Lila. Dia harus memastikan sendiri apa yang di dengarkannya dari sang suami agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan juga Haikal.


Lila ternyata sendirian didalam ruangannya itu, Anin dapat melihat jelas jika wajah Lila terlihat sangat pucat sehingga dia berpikir jika asistennya itu sedang sakit.


"Lila, apa kamu baik-baik saja?". Tanya kemudian.


"Saya sedikit pusing nona". Jawab Lila singkat yang bahkan enggan menatap sang majikannya itu.


"Apa perlu kupanggilkan dokter untuk mu?".


"Tidak nona saya tidak apa-apa, sudah biasa saya seperti ini seperti sebelumnya".


"Emmh baiklah jika begitu. Lila boleh aku bertanya sesuatu?".


"Silahkan nona".


"Tapi jangan marah ya, kamu boleh menjawabnya jika mau dan juga boleh menolak untuk menjawabnya". Anin tampak ragu untuk bertanya apalagi melihat wajah Lila yang tidak bersahabat itu namun demi meluruskan kesalahpahaman antara dirinya dan Haikal Anin tetap bertekad untuk memberanikan diri.


"A-apa kamu berselingkuh dengan pria lain, emmh maksudku apa kamu menyukai pria lain?". Tanya Anin terbata.


Lila menatap Anin dengan wajah gusar dan wajah pucat pasinya semakin terlihat. "Nona maafkan saya, saya memang sangat ingin memeluk pria yang bukan suami saya sendiri tapi bukan berarti saya punya keinginan untuk berselingkuh hanya saja-". Belum juga Lila selesai dengan ucapannya Anin sudah terlebih dulu shok hingga menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa?, kamu pasti sudah giila Lila aku tidak percaya apa yang ku dengar ini, aku sangat kecewa padamu padahal aku sangat mempercayai dirimu". Anin langsung membalikkan badan dan meninggalkan ruangan Lila bahkan dia tidak memperdulikan panggilan Lila yang terus memintanya untuk mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Tujuan Anin saat ini adalah mencari keberadaan sang suami untuk meminta maaf agar kesalahpahaman diantara mereka tidak berlarut-larut karena sudah meragukan cerita Haikal tentang Lila yang berselingkuh itu.


__ADS_2