Hanya Cinta

Hanya Cinta
Licik


__ADS_3

Ketika kebahagiaannya tidak lengkap dengan tidak hadirnya sang suami disisinya maka semua akan terasa hampa. Tidak ada yang spesial dihari pentingnya itu. Hari ini adalah hari wisudanya Anin semua berjalan dengan datar tidak ada rasa bahagia dihatinya meskipun dia selalu berusaha tersenyum, namun dia masih merasa beruntung karena dia tidak benar-benar sendiri karena ada sang mertua bersamanya sehingga dia merasa mempunyai sosok seorang ibu lagi.


Berakhir sudah acara tersebut, Anin dan Siti segera pulang kerumah, Anin merasa tubuhnya sangat kelelahan dengan semua rangkaian acara wisudanya. Menapaki tangga langkah demi langkah menuju kamarnya. Betapa terkejutnya dia ketika diatas kasurnya terdapat sebuah boneka beruang dengan ukuran yang sangat besar juga terdapat sebuah buket bunga mawar yang sangat indah disamping boneka tersebut.


Anin menautkan kedua alisnya lalu membelai boneka tersebut dengan wajah berbinar kemudian dia meraih buket bunga dan menciumnya. "Sangat harum". Gumamnya.


Ketika hendak meraih boneka tanpa sengaja dia menjatuhkan sebuah amplop yang ternyata adalah sebuah surat.


"Dear Anin, selamat hari bahagia untukmu sayang. Jangan berpikir jika aku tidak hadir dihari bahagiamu tadi, aku hadir disana sayang tapi aku tidak bisa berada disampingmu karena aku tahu kamu pasti akan sangat benci melihat wajahku.


Haha, lihatlah aku yang semenyedihkan ini bahkan untuk berkomunikasi dengan istriku sendiri aku harus menulis sebuah surat, kamu sungguh sangat membenciku ternyata bahkan aku sudah tidak bisa mendengarkan suaramu meskipun itu hanya melalui telpon. Tapi tidak mengapa karena aku seorang pencinta dan aku tidak akan pernah menyerah.


Sayang, aku kirimkan hadiah sederhana untukmu, tolong terima yaa, jika kamu masih sudi merindukanku kamu bisa memeluk boneka itu anggap saja kamu sedang memelukku.


Untuk sementara ini aku akan mengalah dan akan menjauh darimu bukan karena aku menyerah tapi aku sedang berjuang untuk cinta kita.


Untuk kedepannya apapun yang kamu lihat dan kamu dengar kamu hanya cukup percaya padaku saja, ingat jika aku sangat mencintaimu dan hanya kamu satu-satunya wanita dihati dan hidupku bahkan jauh sebelum kita menikah.


Sabar ya sayang, aku sedang mencari bukti jika aku tidak bersalah dan aku janji itu tidak akan lama, aku yakin kita bertiga akan segera berkumpul kembali. Jaga dirimu baik-baik selama aku tidak berada disisimu".


...YANG MENCINTAIMU HAIKAL....


Anin tersadar dengan kalimat Haikal disuratnya yang masih membuatnya bingung. "Bertiga?". Anin menautkan kedua alisnya. "Mungkin maksudnya bertiga dengan ibu". Batinnya lagi.


Menoleh kesampingnya Anin kembali melihat hadiah manis dari sang suami, kemudian pertahanan Anin runtuh seketika mengingat kata demi kata isi surat tersebut, bohong jika dia tidak terluka dengan perpisahan itu, meskipun bibirnya berkata tidak namun nyatanya hati dan batinnya sangat merindukan sang suami, Anin bahkan kesulitan tidur dimalam hari karena sangat merindukan pelukan dan wangi tubuh suaminya itu. Dia kemudian meraih boneka beruangnya dan memeluknya dengan erat dan menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


•••••


"Sayaang". Maya berlari kearah Haikal yang baru datang menemuinya disebuah cafe, lalu tanpa canggung langsung memeluk Haikal.


"Maya, jaga sikapmu, ini tempat umum banyak orang yang melihat kearah kita". Haikal dengan sigap langsung mendorong tubuh Maya agar menjauh darinya.


"Maaf, ini pengaruh baby kita dia pasti sangat merindukan papanya". Mendengar kalimat yang diucapkan Maya Haikal merasa sangat marah seakan dia ingin sekali mencekik leher Maya karena tega menggunakan anak yang tidak berdosa itu untuk menjeratnya. "Aku merasa sangat bahagia akhirnya kamu menghubungiku juga". Sambung Maya lagi sambil tersenyum bahagia.


Berkat dukungan kedua sahabatnya sekarang Haikal bertekad untuk membongkar kebohongan Maya, apalagi dia yakin jika sekarang Anin sedang mengandung anaknya sehingga hidupnya kembali bersemangat.


Cara paling ampuh untuk menjatuhkan Maya adalah dengan selalu berada didekatnya dan membuat dia terbuai dengan obsesinya terhadap Haikal maka dengan sendirinya dia akan melupakan hal-hal kecil yang bisa saja memberi Haikal petunjuk.


Haikal dan Maya bernegosiasi tentang pertanggungjawaban yang akan dilakukan oleh Haikal menyangkut anak yang dikandung oleh Maya dengan syarat Maya tudak akan memaksa untuk menikahinya dalam waktu dekat karena Haikal beralasan jika hubungan dengan Anin juga belum jelas secara hukum.


"Baiklah aku setuju asal kamu selalu ada disisiku kalau anak kita membutuhkanmu". Ujar Maya sambil tersenyum bahagia dengan mengup-usap perutnya yang masih datar. Maya tentu saja apapun syarat yang diajukan Haikal karena dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk selalu berdekatan dengan Haikal.


"Dan satu lagi".


"Apa lagi?". Tanya Maya.


"Jangan pernah mengganggu Anin, jangan mencoba menyakitinya atau berusaha membuatnya terluka". Jawab Haikal tegas.


"Ternyata kamu sangat peduli padanya".


"Walau bagaimanapun dia masih istriku dan aku mencintainya, dan kamu tahu akan hal itu".

__ADS_1


"Baiklah, terserah padamu saja". Ujar Maya pasrah, ingin membantah pun tidak ada gunanya dia tidak peduli dengan status atau cinta Haikal yang terpenting anaknya tidak lahir tanpa seorang ayah.


•••••


Hari-hari berikutnya tentu yang dijalani Haikal adalah hari-hari yang sangat berat dimana Maya selalu merepotkannya dengan selalu membawa anak yang ada dalam kandungannya itu, meskipun sikap Haikal sangat dingin padanya namun Maya tidak peduli akan hal itu.


Bahkan dari kejauhan Anin juga tanpa sengaja melihat kebersamaan mereka ketika Haikal menemani Maya belanja di sebuah supermarket. Anin mengutuk perasaan sendiri yang masih berharap Haikal tidak bersalah.


"Inikah yang kamu katakan dengan cinta Haikal, cinta seperti apa yang sedang coba kamu tunjukkan kepadaku". Batin Anin.


"Lila, hubungi lawyer pribadiku dan atur jdwal pertemuan kami, aku ingin konsultasikan hal penting". Ujar Maya kepada sang asisten kemudian berlalu dari tempat itu dia tidak ingin Haikal dan Maya menyadari kehadirannya disana.


"Baik nona". Jawab Lila singkat.


Haikal memang selalu berusaha memenuhi semua keinginan Maya agar dia tidak curiga mulai dari ngidam makanan yang aneh-aneh, berbelanja hal-hal yang tidak penting, menemaninya kesalon sampai berjam-jam lamanya bahkan Haikal juga harus direpotkan dengan mual muntah yang dialami Maya, apalagi dia juga harus menghadapi mual muntahnya sendiri yang belum kunjung menghilang.


Rasa iba kerap muncul saat Maya mengalami mual muntah berlebihan karena dia tersentuh dengan perjuangan seorang ibu untuk anaknya, meskipun dia mengutuk perbuatan Maya yang memanfaatkan janin yang tidak berdosa itu. Dalam hati kecilnya Haikal dia merasa bahagia karena dia yang mengalami mual muntah pada kehamilan Anin sehingga dia tidak begitu khawatir dengan keadaan istrinya itu meskipun mereka harus berpisah sementara.


"Sebaiknya kita pergi ke dokter besok, dokter akan memberikanmu obat agar kamu tidak lemas seperti ini". Saran Haikal ketika Maya terkulai lemas disofa apartemennya. Haikal sengaja memanfaatkan keadaan itu agar mereka bisa mengunjungi dokter karena selain tidak tega melihat Maya yang kewalahan tentu saja dia ingin mengetahui usia kehamilan Maya.


"Heem, baiklah aku setuju". Jawab Maya lemas.


Maya sekarang juga kerap berkunjung ke apartemen Haikal namun Haikal tidak kehabisan akal agar tidak berduaan dengan Maya maka Rama akan menjadi orang ketiga diantara mereka, ketika Maya ingin protes tentang kehadiran Rama yang selalu mengikuti mereka maka Haikal akan beralasan jika mereka belum menikah jadi tidak boleh mereka berduaan, bahkan seluruh ruangan diapartemen tersebut terpasang kamera CCTV. Haikal adalah pria yang cerdas jika menghadapi seseorang yang licik maka dia harus lebih licik.


•••••

__ADS_1


__ADS_2