Hanya Cinta

Hanya Cinta
Aneh


__ADS_3

Sementara itu Rama sedang dipusingkan dengan semua rencana honeymoon atau lebih tepatnya babymoon, bukan hanya urusan hotel dan tiket pesawat namun juga setumpuk masalah pekerjaan yang tiada habisnya.


"Apa semuanya sudah beres?". Tanya Haikal pada sang asisten.


"Haaah, sepertinya anda tidak bisa berpergian terlalu lama tuan, banyak pekerjaan penting yang tidak bisa anda tinggalkan terlalu lama". Desah Rama.


"Kamu ini bagaimana, satu minggu kamu bilang terlalu lama, aku bahkan tidak pernah cuti selama ini". Kesal Haikal dengan wajah datarnya.


"Tapi tuan-".


"Sudahlah, aku tidak mau mendengarkan apapun lagi, minggu depan aku berangkat dan siapkan semua keperluan kami, apa kamu mengerti?". Ucapan Haikal penuh penekanan sehingga Rama tidak bisa berkutik lagi.


Mau tidak mau Rama harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tidak mungkin dia selesaikan sendiri. Bukan hanya Rama Haikal juga harus ikut lembur sehingga sering kali membuat Anin uring-uringan karena sang suami yang selalu pulang terlambat, tentu saja hal itu karena selama hamil Anin sangat manja kepada Haikal, entah itu yang sebenarnya terjadi atau Anin memang memanfaatkan momen kehamilannya dengan baik.


Tentang babymooon yang direncanakan oleh Haikal, sang istri sama sekali belum mengetahuinya karena Haikal berencana untuk memberi kejutan untuk Anin.


Hari yang dinantikan pun tiba, besok adalah hari keberangkatan mereka, setelah menyiapkan segala keperluan termasuk pakaian Anin dan Haikal, semuanya sudah disiapkan oleh pelayan tanpa sepengetahuan sang istri. Akhir-akhir ini Anin dan Haikal memang jarang berkomunikasi karena Haikal yang selalu pulang terlambat ketika Anin sudah tidur pulas.


Selain itu semua, hal yang sangat penting yang tidak dilupakan oleh Haikal adalah kondisi kandungan Anin, dia sudah berkonsultasi langsung dengan dokter obgyn, setelah mendengar lansung semua penjelasan dokter dan memastikan jika aman bagi Anin dan calon anaknya berpergian jauh barulah Haikal tenang, apalagi saat ini usia kandungan Anin sudah memasuki trimester kedua atau lebih tepatnya 16 minggu.


Hari ini Haikal sengaja tidak pulang terlambat karena ingin memberitahukan Anin tentang rencana babymoon mereka.


"Selamat sore sayang". Haikal memeluk Anin dari belakang ketika melihat Anin sedang berderi dibalkon kamar mereka.

__ADS_1


Anin langsung berbalik dan memeluk Haikal kegirangan, manja itulah yang sangat disukai oleh Haikal sekarang, sisi lain dari istrinya yang terkenal dingin dulunya. "Kamu sudah pulang?". Tanya Anin menghirup banyak-banyak aroma maskulin ditubuh Haikal yang menjadi candu baginya selama kehamilannya ini.


"Aku sengaja pulang lebih cepat karena aku punya kejutan untukmu". Ujar Haikal antusias.


Dengan wajah berbinar Anin melonggarkan pelukannya kemudian menatap wajah sang suami. "Kejutan?".


Haikal menganggukkan kepala lalu menyerahkan sebuah kotak berpita layaknya sebuah kado. "Ambillah".


Dengan senang hati Anin langsung menyambut kadonya lalu meluncur ketempat tidur untuk membuka kotak tersebut secepat mungkin karena penasaran dengan isinya.


"Pelan-pelan sayang, kamu harus harus hati-hati, itu punyamu tidak ada yang akan mengambilnya". Seru Haikal sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat Anin dengan cerobohnya berlari menuju tempat tidur.


Setelah sampai ditempat tidur Anin langsung membuka kotak berpita tersebut dengan kening berkerut dia mengeluarkan isinya yng ternyata hanya dua lembar kertas. Ketika ditelitinya lagi itu ada dua lembar tiket.


"Tiket?". Tanyanya pada Haikal masih tidak mengerti.


"Aku suka, sangat suka". Melihat kebahagiaan diwajah Anin Haikal juga terlihat sangat bahagia. "Eemmh, aku tidak mau". Baru saja kebahagiaan menyelimuti hati Haikal karena usahanya ternyata tidak sia-sia namun sepersekian detik kemudian Haikal merasa sangat terkejut mendengar penolakan sang istri.


"Apa?, tadi kamu bilang kamu suka kenapa tiba-tiba berubah begitu cepat?". Tanya Haikal bingung, bukan tanpa alasan melihat wajah sang istri dari bahagia menjadi datar dalam tiba-tiba sangatlah aneh baginya.


"Emmh, maksudku begini by, aku sangat ingin pergi apalagi kenegara itu tapi-". Seru Anin sambil menunjuk kearah tiket dimana negara pilihan Haikal untuk melakukan babymoon nya adalah salah satu negara yang terkenal sangat indah namun dia tampak berpikir kembali.


"Tapi kenapa sayang, jika yang kamu khawatirkan adalah tentang kehamilanmu maka tidak perlu khawatir lagi karena aku sudah memastikan semuanya aman".

__ADS_1


"Bukan itu tapi aku tidak akan pergi tanpa Maya". Jawab Anin enteng.


"Apa?". Sontak jawaban Anin membuat Haikal tidak habis pikir bagaimana bisa istrinya memikirkan tentang membawa serta Maya bersama mereka.


"Sayang, yang benar saja".


"By, coba bayangkan bagaimana perasaan Maya jika kita pergi babymoon sedangkan dia-". Anin tidak sanggup meneruskan kalimatnya karena dia tahu jika Haikal tahu betul apa yang dimaksud olehnya.


Haikal kemudian bergegas menghampiri istrinya yang duduk diatas tempat tidur lalu memeluknya erat karena dia tahu akhirnya kana seperti apa jika Anin sudah membahas tentang nasib Maya dia pasti akan menangis sejadi-jadinya, jadi sebelum hal itu terjadi dia langsung mengantisipasinya karena tidak sanggup jika mendengarkan Anin menangis terus-menerus.


Jika dulu Haikal merasa jika istrinya itu sangat aneh karena tidak punya perasaan ketika dia menginginkan sesuatu termasuk menikah dengannya maka sekarang dia merasa sangat aneh karena istrinya memiliki perasaan snsitif yang luar biasa sejak kehamilannya.


"Apa kehamilan bisa seajaib ini ya. mengubah sang putri yang sedingin salju ini berubah menjadi hangat seperti mentari pagi begini". Batin Haikal dengan tangannya mengelus-elus rambut sang istri agar lebih tenang.


"Ja-jadi kamu maunya kita batalkan saja perjalanan kita?". Tanya Haikal terbata, dia seperti menata sebaik mungkin ucapannya agar Anin tidak kembali menangis. Bagi Haikal membatalkan rencana babymoon lebih baik daripada harus mengajak Maya karena bukannya melakukan berbagai hal romantis dengan istrinya, Haikal sudah pasti dijadikan korban keanehan dua wanita hamil itu.


Anin langsung mendorong kuat tubuh suaminya agar menjauh darinya. "Jadi kamu tidak jadi mengajakku babymoon, tega sekali kamu by, padahal kamu sendiri yang bilang kalau aku bahkan tidak pernah kamu ajak honeymoon". Seperti tebakan Haikal jika Anin lagi-lagi kembali menangis.


"Sayang, sudah-sudah jangan menangis lagi, aku kan hanya bertanya kamu mau bagaimana, kamu kan tahu sendiri aku akan selalu memenuhi semua keinginanmu, kalau kamu mau kita pergi maka kita akan pergi heem". Haikal dengan sigap menenangkan Anin agar suara tangisan itu segera berakhir.


"Benarkah?".Tanya Anin dengan wajah penuh harap.


"Te-tentu saja sayang, apapun itu asalkan istriku ini bahagia".

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi besok pagi dan Maya akan ikut, dia juga sedang hamil jadi wajarkan kita mengajaknya babymoon juga". Ucap Anin enteng, tangisan pilunya tadi hilang entah kemana.


Tidak bisa Haikal bayangkan bagaimana hancur semua rencana yang sudah dia siapkan untuk babymoon Anin jika Maya ikut bersama mereka karena jika Anin dan Maya sudah bersama maka Haikal terlupakan oleh sang istri begitu saja. Ada saja hal yang mereka bicarakan bahkan diskusikan bersama sampai tidak kenal waktu. Salah satu keanehan juga menurut Haikal ketika dua orang rival yang dulunya bersaing namun sangat akrab sekarang ini layaknya dua orang bersaudara.


__ADS_2