Hanya Cinta

Hanya Cinta
Kissing


__ADS_3

Hari sabtu ini Rika masuk kerja. Dalam waktu sebulan Rika di jadwalkan oleh managernya masuk 2 kali hari sabtu. Meskipun jam kerjanya hanya 5 Jam, tapi pada kenyataannya kadang dia menghabiskan waktu sampai 7 hingga 8 jam di kantor.


'Sepi banget ni kantor udah kayak kuburan. Kayaknya yg Duty sabtu ini cuma sedikit deh'


Bisik Rika dalam hati begitu ia sampai di kantornya.


" Pagi Kak..." sapa Nova temen kantornya.


" Pagi Nov...kamu masuk juga ya..."


" Iya nih, pdhl kmrn lembur sampai jam 9, eh tau ny hr ini jadwal ku masuk, hoammm...."


kringgg ......kringgg....kringgg....


" Bentar Nov, aku angkat tlp dl ya!"


" Siapa siy ka? Pagi-pagi gini udah nelp aja..." Nova ngedumel karena baru saja dia duduk di kursi depan meja Rika bersiap untuk sarapan bareng, tapi gagal karena Rika mengangkat telpon. Nova pikir dia lebih baik sarapan sendiri daripada menunggu Rika selesai tlp karena perutnya sudah lapar sejak berangkat dari kost2 an nya.


" Iya Ji...gw masuk kerja nih...kenapa emang?" terdengar suara Rika asyik berbincang di tlp.


" Bawa motor ga?" tanya Oji.


" Klo masuk kerja hari sabtu gw ga bawa motor Ji, soalnya parkirannya libur klo sabtu."


" Bagus deh klo gitu nanti ku jemput ya di depan kantor..."


" Jangan ahhh...dari rumah kamu ke sini kan jauh Ji...kesian kamu !"


" Ciyeee perhatian wkwkwk... gpp santai aja, kebetulan aku mau ke luar rumah, mau ke rumah temen ku daerah olimo deket kantor kamu."


"ooo oke deh klo gitu, sampai ketemu nanti sore ya...aku keluar kantor jam 4 ya Ji."


" Siap tuan Putri, hehehe..."


*****


Rika sudah hampir selesai dengan pekerjaannya. Sejurus kemudian dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan waktu pukul 15:45 WIB. Dia segera mematikan komputernya dan bersiap pulang.


Ketika dia merapihkan jilbabnya dan memperbaiki letak ciputnya, dia mendapati dirinya senyum2 di depan cermin.

__ADS_1


' Perasaan hari ini pulang kerja seneng banget ya, gak kayak pulang sabtu biasanya. Kenapa ya?!' Rika mengangkat kedua bahunya sambil berlalu pergi.


Dia menuruni anak tangga kantor satu demi satu sampai tiba di Lobby kantor. Karena kalau hari sabtu lift kantornya di matikan otomatis pada pukul 15:00 WIB. Sehingga siapapun yang Duty hari sabtu dan bekerja melebihi pukul 3 sore maka ia harus naik turun tangga untuk pergi dari lantai satu ke lantai lainnya.


Begitu sampai di Lobby Rika melakukan absen dengan Finger Print seraya melirik ke halaman parkir kantornya. Dan benar saja sesuai dugaannya Oji sudah menantinya di halaman parkir kantornya.


" Hai...sudah lama nunggu Ji?" sapa Rika ramah kepada Oji yang sejak tadi melemparkan senyum padanya.


" Lumayan...sekitar 10 menit hehehe... yuu kita cuzz.."


" okey, yu kita kemon...."


" Ji..." lanjut Rika


" Ya.." jawab Oji lembut.


" Tumben pake motor...kenapa?"


" Eh kamu ga mau naik motor ya?"


" Bukan gitu...cuma nanya aja. Udah mana jauh banget jemput gw di sini...bawa motor pula...kasian kamu kepanasan Ji..."


" Hahaha lebay ahh...gpp selow. Kalo pergi pergian hari sabtu minggu aku lebih suka bawa motor biar ga macet bisa nyelip- nyelip gitu"


" Btw kamu sudah makan siang?" tanya Oji.


" **Hmmm belum siy, kenapa?"


" Makan bubur ayam yuu, aku tau dimana bubur ayam yang uweeenakkk...kamu pasti suka"


" Dimana tuh?"


" Di daerah Lenteng Agung"


" Beneran enak? Soalnya aku emang suka bubur ayam, tp menurutku susah nemuin buryam yang enak...Kebanyakan buburnya tuh air banget udah ga ada tekstur nasinya. Aku ga suka tuh yang kyk gitu..."


" Tenang...yg inj pasti kamu suka. Aku berani jamin."


" Oke sip..."

__ADS_1


*****


" Mantab... ini lah Buryam yang ku suka hehehe...mana ada minuman jeruk anget nya pulak. Kan biasanya kedai buryam cuma nyediain teh tawar hangat saja** ..." Ucap Rika.


Oji tersenyum menanggapinya.


Setelah mereka selesai, Oji mengajak Rika ke rumah temannya terlebih dahulu sebelum ia mengantarkan Rika pulang.


" Bentar kok...aku cuma mau ambil laptop ku yang kemarin rusak dan di benerin sama temen ku ini..."


" Oh oke..." ucap Rika bersedia.


" Eh tapi jangan terkejut ya...rumahnya kecil karena di sini dia cuma ngekost. Rumah Ibunya di Sukabumi." lanjut Oji.


Rika tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menyatukan jari telunjuk dengan ibu jari nya sehingga berbentuk lingkaran, tanda setuju.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah teman yang di maksud Oji. Memang hanya sebuah rumah kecil, lebih tepatnya kamar kecil berukuran kurang lebih 5x7 M². Ada beberapa buah laptop tergeletak di lantainya dengan kabel kabel charge-an menjuntai ke sana sini.


" Maaf berantakan...maklum kamar bujang hehehe..." Rian mengulurkan tangannya kepada Rika ketika Oji memperkenalkannya.


Rika hanya tersenyum mendengar ucapan Rian. Dia melangkahkan kaki ny masuk ke dalam kamar itu dan duduk bersebelahan dengan Oji, namun ada tas punggung milik Oji yang Oji letakkan di antara mereka.


Rian menyajikan mereka dua gelas teh hangat. Dan meletakkan sebungkus cracker di samping nya.


" Untung kalian sudah sampai, baru turun hujan... Nah, di minum deh teh nya biar anget. Tapi aku ga punya cemilan lain nih...ada nya cracker ini aja hehehe..." kata Rian.


" Gpp Bro...ini udah makasih banget. Btw gw bagi rokok donk, td lupa mau beli...rokok gw baru abis pas td makan." pinta Oji kepada Rian.


" **Eh punya gw juga abis, bentar gw beliin dulu ha di warung"


" Oke Bro...belinya di bogor ya biar jauhan bhahaha**..." canda Oji yang di sambut anggukan dan senyuman nakal oleh Rian.


Seketika Rian menghilang dari pandangan mereka. Oji kemudian mempersilahkan Rika untuk meminum teh nya bersamaan dengan dirinya.


Setelah itu suasana hening merangkul mereka, hanya gemuruh suara petir dan air hujan terdengar silih berganti di luar kamar Rian. Entah bagaimana awalnya kini mereka saling bertatapan mata walau tidak berhadapan. Tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir keduanya.


Puluhan detik sudah mereka lalui hanya saling perpandangan terhanyut oleh angan masing2. Ketika Oji tersenyum, suasana hangat menggelayuti hati Rika, sejurus kemudian tangan kanan Oji membelai rambut Rika dan mendekatkan wajahnya ke wajah wanita di hadapannya yang kini masih menatapnya.


Ketika wajah mereka sudah sangat dekat bahkan kini tiada jarak di antaranya, Oji mengecup bibir Rika dengan lembut. Tanpa perlawanan dari Rika ia melanjutkan gerakan bibirnya. Mengecup bibir Rika bagian atas dan bawah secara bergantian. Oji kemudian menjilati lidah Rika dengan penuh perasaan. Rika pun terhanyut di buatnya.

__ADS_1


Tangan kiri Oji kini meraih pinggang Rika kemudian merangkulnya. Tanpa sadar kini Rika memberi perlawanan. Tak kalah dahsyat gerakan bibir Rika sangat liar mengikuti gerakan bibir Oji. Bak sepasang kekasih yang di mabuk asmara, mereka kini tidak lagi memperdulikan status mereka dan tempat mereka singgah saat ini.


Hujan pun menjadi saksi bisu, ada Cinta yang kini tumbuh di hati mereka, dengan atau tanpa mereka sadari. Cinta yang tidak sepatutnya hadir di tengah tengah mereka yang masing-masing sudah memiliki keluarga. Entah ini Cinta, Obsesi atau hanya nafsu belaka, hanya mereka yang bisa merasakannya.


__ADS_2