Hanya Cinta

Hanya Cinta
Sosok Misterius


__ADS_3

Demi mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Maya Haikal tentu tidak bisa bekerja sendirian terlebih Maya yang tetap bungkam dan juga dia tidak memiliki petunjuk apapun. Selain Rama dan Lila menjadi sasaran tentu saja Nino dan Rian juga pasti harus direpotkan terlebih mereka berdua memiliki kekuasaan yang cukup bisa dipertimbangkan.


"Maya nggak pernah membahas tentang pria itu, itu artinya dia nggak mau pria brengsek itu bertanggungjawab untuk kehamilannya Kal, jadi untuk apa kita repot-repot cariin pria itu, lagipula Maya kan sudah bahagia tinggal dirumah loe sekarang". Gerutu Nino kepada Haikal, bukan tanpa alasan dia kesal karena mencari orang tanpa petunjuk apapun juga bukan hal yang mudah.


" No, gue nggak tega sama Maya, dia menghadapi kehamilan yang cukup sulit dan sekarang perutnya mulai membuncit belum lagi dia harus melahirkan sendirian tanpa suami juga tanpa orangtua, apa loe tega?". Sungguh miris bagi Haikal melihat sendiri keseharian Maya selama tinggal dirumahnya.


"Tapi dia sendiri nggak mau bantuin dirinya sendiri Kal, gimana kita mau cari pria itu kalau dia tetap bungkam?"


"No, pasti ada alasan kenapa Maya diam saja sampai saat ini, lagipula gue udah berjanji sama tuan Darmadi untuk menemukan siapa pria itu jadi gue harus menepatinya".


"Lagian loe itu mudah banget buat ngucapin janji, sekarang jadi repotkan kalau janjinya dibuat sama orang yang sudah meninggal". Gerutu Nino lagi, Nino memang sahabat debat bagi Haikal lain halnya dengan Rian yang lebih banyak diam namun selalu punya solusi.


"Apa mungkin Maya korban pelecehan sehingga dia takut atau malu untuk bertemu lagi dengan pria itu, atau bahkan dia sama sekali tidak mengenalinya?". Rian tampak berpikir keras, karena sangat aneh baginya jika ada seorang wanita yang sedang hamil namun tidak mau meminta pertanggungjawaban dari pria yang telah menghamilinya, bagi Nino dan juga Haikal apa yang dikatakan oleh Rian barusan sangatlah masuk akal masuk akal juga.


"Kalau yang dikatakan Rian benar, maka pria itu nggak bisa lolos seenaknya saja, kita harus temukan dia secepatnya". Ujar Nino dengan mengeraskan rahangnya tanda jika dia sangat marah jika wanita dijadikan korban dari kebejatan seoran pria, meskipun dia adalah seorang players namun rasa simpatinya terhadap wanita sangatlah besar, hal itu juga yang menyebabkan dia tidak pernah kecolongan meskipun sering ganti-ganti pasangan, dia akan selalu bermain aman dan melakukan hal tersebut atas suka sama suka tanpa paksaan.


Setelah sepakat untuk bekerja sama dalam mencari pria yang menjadi ayah dari bayi Maya mereka bertiga berpisah dengan misi mereka masing-masing. Haikal sangat bersyukur karena kedua sahabanya itu mau membantunya karena jika mereka bekerja sama pasti segala suatu yang dikerjakan akan lebih mudah


•••••

__ADS_1


Disebuah pusat perbelanjaan Anin sedang melakukan pertemuan penting dengan beberapa kolega bisnisnya ditemani oleh Lila. Disela pembicaraan serius itu Anin menangkap sosok yang sangat dikenalnya, sosok yang sangat di hindari dan sangat ingin dilupakan olehnya.


Dalam pertemuan itu pun Anin sama sekali tidak fokus sehingga Lila harus menggantikannya. Lila sangat mengenal Anin dia tahu jika Anin sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja apalagi dilihat dari wajahnya yang pucat.


"Minum dulu Nona, anda kelihatan sangat pucat". Lila menyerahkan botol air mineral kepada Anin, Anin meneguk air tersebut dengan tangan gemetaran sampai tidak menyisakan setetes pun didalam botol.


Anin menarik napas panjang dan membuangnya dengan kasar sambil memejamkan mata berharap dia bisa melupakan apa yang dilihatnya barusan. "Aku melihatnya Lila, dia ada disini".


"Nona ini sudah sangat lama setelah dia menghilang, mungkin nona salah lihat saja". Lila mencoba menenangkan Anin.


"Haah, kamu benar Lila, mungkin aku hanya salah lihat saja lagipula tidak mungkin dia berpenampilan lusuh seperti tadi dan-". Anin menghentikan kalimatnya, air mata tergenang di pelupuk matanya mencoba mengingat apa yang dilihatnya barusan.


"Dan apa nona?". Tanya Anin penasaran.


"Bagaimana jika penglihatanku benar, dan anak kecil itu adalah-". Batin Anin bahkan tidak sanggup menerka apa yang akan terjadi jika benar dia pikirkan benar adanya.


"Apa anda ingin saya mencari tahu keberadaannya nona?". Selidik Lila dia tahu betul ketakutan seperti apa yang sedang dialami Anin.


"Tidak perlu, aku ingin hidupku seperti ini saja tanpa tahu apapun tentangnya dan tanpa mengenal dia lagi". Tegas Anin, namun jauh di lubuk hatinya paling dalam dia cukup penasaran dengan sosok yang dulu sangat dekat dengannya itu.

__ADS_1


Beberapa hari setelah kejadian yang dialami olehnya Anin terus saja dihantui oleh pikirannya mengenai segala macam kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dimasa lalunya yang masih penuh misteri. Meskipun dia berusaha menutupinya dari orang-orang terdekatnya namun sayangnya mereka dapat melihat secara jelas jika Anin dalam keadaan cemas, terutama suaminya.


"Kamu punya masalah sayang?. Ayo ceritakan padaku mungkin aku bisa membantu". Selidik Haikal ketika Anin sedang tidur dalam dekapannya dengan beralaskan lengannya. Haikal tahu betul perubahan sikap Anin karena selama masa kehamilannya Anin cenderung banyak bicara namun akhir-akhir ini dia justru banyak melamun dan tidak fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya.


"Tidak, aku baik-baik saja". Jawab Anin canggung.


"Apa aku tidak cukup bisa diandalkan atau dipercaya untuk tempat berbagi kegelisahanmu?". Haikal sengaja memasang wajah kecewa agar sang istri menceritakan masalahnya.


"Bu-bukan begitu By, hanya masalah pekerjaan saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan".


"Baiklah, kalau begitu berhentilah bekerja biar aku saja yang mengurus semuannya asal istriku tidak meresa terbebani seperti ini".


"Aku tidak apa-apa, aku sudah biasa bekerja by, aku pasti akan bosan dirumah saja jika tidak kemana-mana".


"Baiklah terserah tuan putri saja, asal kamu jangan ambil resiko apapun yang akan membuatmu dan bayi kita dalam keadaan bahaya, mengerti heem?". Anin meresponnya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah mendengarkan ucapan Anin Haikal yakin jika istrinya itu sedang memikirkan sesuatu namun dia tahu betul jika Anin mungkin tidak ingin berbagi masalahnya dengan Haikal dan dia tidak akan memaksanya karena tidak ingin Anin semakin terbeban. Haikal lebih memilih memeluk erat tubuh Anin dalam dekapannya agar Anin merasa lebih tenang dan seolah ingin mentransfer rasa cintanya yang dalam kepada sang istri.


Anin sangat nyaman berada diposisi seperti itu sehingga sejenak bisa melupakan apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Malam itu dua insan manusia yang saling mencintai itupun terlelap dalam keadaan saling berpelukan satu sama lain. Hal yng tidak pernah dibayangkan oleh keduanya sebelumnya bahwa takdir menyatukan keduanya dalam suatu ikatan dan perasaan yang sangat indah dari sang pencipta.

__ADS_1


•••••


Hay hay, misteri tentang Maya dan kehamilannya akan aku pisah dari novel ini yaak biar nggak makin acak-acakan, nanti aku buatkan judul lain dan semoga terhibur 🤗


__ADS_2