Hanya Cinta

Hanya Cinta
Semoga Misinya Berhasil


__ADS_3

Setelah tiga jam lamanya terbaring diruangan yang di sulap bak kamar hotel berbintang lima, akhirnya Haikal menyerjapkan matanya dengan sedikit meringis karena kepala terasa seperti sedang memikul beban yang cukup berat.


"Syukurlah, kamu sudah sadar, apa yang kamu rasakan, dimana sakit?. Biar Rama panggilkan dokter agar dokter memeriksamu ya?". Anin tampak antusias melihat suaminya siuman.


"Aw, kepalaku terasa berat. Dimana ini?". Tanya Haikal kemudian.


"Kita dirumah sakit, tadi kamu pingsan setelah meeting dan Rama membawamu kesini".


"Pingsan?". Tanya Hqikal tak percaya karena dia merasa tubuhnya tidak bermasalah. Lalu dia melirik sang asisten yang diam tanpa ekspresi.


"Sudah jangan dipikirkan lagi yang penting kamu sudah sadar".


"Nona, tidakkah sebaiknya anda mengganti pakaian anda terlebih dulu, anda tidak mungkin kan tidur dirumah sakit dengan baju kerja seperti ini". Saran Rama kepada Anin, sedangkan Haikal masih terdiam mencerna apa yang sedang terjadi sebenarnya.


"Tidak, aku tidak akan kemanapun, aku akan tetap disini menemani suamiku". Mendengar ucapan Anin hati Haikal menghangat. Bagaimana tidak dia melihat gurat gelisah yang teramat jelas diwajah sang istri karena keadaannya itu. "Lagi pula kamu dengar sendiri kan tadi, Lila akan menyiapkan segala keperluan kami selama disini".


"Tentu saja Lila bisa menyiapkan segalanya hanya saja saya pikir anda tudak akan mau jika Lila juga yang akan menyiapkan pakaian kecil-kecil milik suami anda".


"Pakaian kecil-kecil?". Spontan Anin dan Haikal kompak keheranan dengan perkataan asisten kaku tersebut. Lalu mereka saling pandang dan membulatkan matanya ketika sudah tahu arah pembicaraan Rama. Anin langsung bergidik ngeri membayangkan arah pembicaraan Rama dan langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Kalau begitu aku pulang dulu. Haikal aku akan pulang sebentar untuk mengganti baju dan menyiapkan segala kebutuhanmu". Ucapnya lembut sambil mengelus pucuk kepala Haikal. "Dan kamu, jangan kemana-mana jaga suamiku sampai aku kembali kesini lagi, mengerti?". Ketus Anin kepada Rama, tentu saja intonasi ucapannya sangat berbeda dengan yang di ucapakan tadi.


"Saya mengerti nona". Jawab Rama sambil sedikit menunduk melepas kepergian nona mudanyayang meninggalkan ruangan tersebut dengan sangat tergesa-gesa. Rama tahu betul tingkat keposesifan wanita muda tersebut diatas rata-rata yang bisa dia jadikan sebagai senjata.


•••••


Kesadaran Haikal sudah terkumpul seratus persen ketika mereka tinggal berdua.


"Jelaskan padaku apa arti semua ini?". Tatapan Haikal sangat mengintimidasi karena dia tahu Rama selalu berbuat hal-hal di luar nalar manusia biasa.

__ADS_1


"Tentu saja sesuai dengan permintaan anda tuan, bukankah abda ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan nona Anin untuk merayakan ulang tahjn pernikahan anda". Jawab Rama tanpa beban.


"Ya Tuhan sepertinya aku memang harus cari asisten baru, bagaimana bisa kamu berpikir kalau merayakan ulang tahun pernikahan dalam keadaan begini".


"Ini tempat yang paling aman untuk anda dan nona Anin, hanya tempat ini yang sulit dijangkau oleh asisten nona Anin tuan".


"Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu, jadi aku bahkan sakit sekarang ini Rama".


"Anda baik-baik saja tuan".


"Lalu ini apa?". Tanya Haikal geram sambil mengangkat tangannya yang terinfus.


"Hanya asupan vitamin yang akan sangat berguna untuk tubuh anda tuan".


"Jadi ini juga bagian dari rekayasa?". Pertanyaan Haikal itu hanya di jawab Anggukan oleh Rama karena sepersekian detik kemudian datang orang-orang suruhan Rama yang akan menyulap kamar rumah sakit itu layaknya kamar pengantin baru.


Tepat 30 menit berlalu kamar tersebut sudah selesai didekor dengan sangat indah bahkan membuat Haikal sangat takjub dengan hasil kerja mereka bahkan dia sempat menanyakan kepada Rama dimana dia mendapatkan orang-orang yang cekatan dalam melakukan tugas tersebut namun buka Rama namanya jika dia banyak bicara. Kamar ini juga di lengkapi dengan mini table yang disedia khusus untuk makan malam romantis untuk Haikal dan Anin.


"Selesai tuan".


"Ram, kamu tahu aku berpikir mungkin kamu adalah asisten pribadi paling keren didunia ini".


"Terima kasih pujiannya tuan, tapi tetap jangan lupakan tentang bonus saya jika misi ini berhasil".


"Akhirnya aku yakin kalau kamu memang manusia normal".


"Kenapa tuan?".


"Karena kamu sama saja dengan kebanyakan orang yang sangat menyukai bonus dan hal-hal yang berbau gratis". Haikal terkekeh berharap asisten datarnya itu akan ikut tersenyum denga perkataannya itu.

__ADS_1


"Tentu saja tuan".


"Dia bahkan hanya menjawab dengan tentu saja tanpa ekspresi apapun". Gerutu Haikal dalam hati.


"Kalau begitu selamat merayakan ulang tahun pernikahan tuan, saya permisi dulu karena ini sudah malam".


"Hey Ram, tunggu dulu".


"Ada apa lagi tuan?". Tanya Rama bingung.


"Kamu tidak lihat apa yang ada di tanganku ini?".


"Haah, hampir saja saya melupakannya, sebentar tuan saya akan memanggil perawat untuk membuka infus anda". Rama langsung bergegas memanggil perawat dan hanya butuh waktu 10 menit infus itu sudah terlepas dari tangan Haikal.


Rama kemudian mendekat kearah Haikal dengan membawa paper bag di tangannya lalu menyerahkan kepada Haikal. "Ini pakaian untuk anda tuan saya juga sudah menyiapkannya".


"Terima kasih, baiklah semua sudah beres sekarang kamu sudah bisa pulang dan soal bonus aku akan berikan setelah misi selesai karena aku tidak yakin misi ini berhasil melihat Anin yang sangat khawatir dengan keadaanku tadi, kalau dia tahu kita hanya mempermainkannya mungkin saja dia akan sangat marah".


"Sama-sama tuan, jika masalah marah atau tidaknya nona Anin itu tergantung bagaimana anda mampu menaklukkan istri anda, baik saya permisi dan akan saya pastikan tidak akan ada yang masuk ke ruangan ini selain nona Anin". Rama kemudian sedikit menunduk kearah tuannya dan berlalu dari sana. Namun baru saja pintu itu akan ditutup Rama malah berbalik lagi lalu berkata "Semoga misinya berhasil tuan 👍🏻". Sambil menngacungkan jempolnya.


"Dasar asisten datar itu, apa yang dikatakan barusan, dia seolah mau meragukanku cara menaklukkan wanita? dia pikir dia itu siapa, aku bahkan tidak tahu dia sudah punya pasangan atau tidak padahal umurnya sudah tidak muda lagi". Gerutu Haikal menatap kepergian Rama dengan kesal lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti baju guna menyambut istri tercintanya.


Melihat pantulan dirinya dicermin yang terlihat sempurna denga balutan baju yang disiapkan oleh Rama, Haikal tersenyum puas diakui Rama memang bisa diandalkan dalam banyak hal.


"Mungkin hanya aku yang menikah sudah satu tahun tapi belum melewati malam yang panjang seperti yang ditulis di novel-novel itu dan untuk melewatinya aku mungkin harus melakukannya ditempat seekstrim ini". Haikal terkekeh geli membayang ekspresi Anin jika tahu apa yang tejadi sebenarnya apalagi jika membayangkan kalau dia akan melakukan ritual malam panjangnya bukan di hotel bintang lima atau dalam suasana bulan madu layaknya dalam sebuah novel tetapi malah ditempat yang sama sekali tidak terpikirkan olehnya.


•••••


Eng ing eng, semoga misi babang berhasil ya manteman 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2