Hanya Cinta

Hanya Cinta
Sedang Jatuh Cinta


__ADS_3

Kecerdasan otak Haikal serta pengalaman dan kemampuan Lila dalam menangani perusahaan ternyata kombinasi yang cukup baik untuk memajukan perusahaan Anin kembali. Perusahaan itu secara perlahan bangkit dari keterpurukannya. Tidak lupa pula bantuan dari kedua sahabat Haikal juga berperan penting untuk membantu kebangkitan perusahaan tersebut.


Suatu hari ketika ketika Anin, Haikal dan Lila sedang mengadakan pertemuan penting dengan sebuah perusahaan besar yang akan menjadi partner dan investor di perusahaannya, terjadilah sebuah kejadian yang di luar dugaan mereka. Sang pemilik perusahaan yang akan menjadi partner seperti mengkritik keberadaan Haikal untuk mendampingi Anin yang di anggap hanya memanfaatkan harta kekayaannya saja apalagi karena perbedaan sosial yang cukup menonjol di antara mereka.


"Sungguh kombinasi yang sangat sempurna bagi anda nona Anin memilih pak Haikal sebagai suami, karena ibu memang membutuhkan kecerdasan dan kemampuan dari pak Haikal untuk menangani perusahaan ini". Ujar Hermawan sang direktur itu.


"Maaf maksud anda?". Tanya Anin.


"Ya, seperti yang saya lihat kalian itu memiliki hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain karena anda membutuhkan kecerdasan dari suami anda untuk membangun kembali perusahaan ini, sedangkan suami anda membutuhkan perusahaan anda untuk mengembangkan kemampuannya itu, simbiosis mutualisme yang sangat mengesankan".


"Maaf pak Hermawan, saya sepertinya mendengar bahwa bapak mengira kalau saya memanfaatkan suami saya begitu juga suami saya memanfaatkan harta saya, benar begitu?". Tanya Anin mulai ketus.


"Ah, jangan terbawa emosi nona Anin saya hanya mengutarakan pandangan saya tentang kalian berdua".


"Hah, sayang, kontrol emosiamu, kita sudah mendapatkan kontraknya itu yang penting biar kan dia mau berbicara apapun tentang kita". Bisik Haikal mencoba meredamkan amarah Anin.


"Tapi kamu dengar sendiri kan, dia mengira jika hubungan kita hanya sebatas saling menguntungkan aja". Haikal merasa bahagia mendengar ucapan Anin yang seolah menegaskan jika hubungan mereka dilandasi oleh rasa cinta apalagi Anin tidak merasa canggung meski mengatakannya di hadapan banyak orang namun dia tetap ingin ingin melakukan kesalahan sehingga kontrak yang sudah mereka dapatkan akan kembali hilang.


"Maaf pak Hermawan yang terhormat, ternyata saya sudah salah memilih partner kali ini, saya sangat kecewa bagaimana bisa orang terhormat seperti anda mengomentari rumah tangga saya seenak hati anda. Dengarkan saya baik-baik, hubungan kami bukan hanya sekedar kerjasama perusahaan saja, dia suami saya dan hubungan kami terikat dan terkait dengan hati satu sama lain dan karena takdir yang menginginkan kami untuk bersama jadi saya mohon bapak tarik kembali pikiran picik bapak tadi". Ucap Anin tegas penuh amarah.


Lila sama sekali tidak berkomentar karena dia cukup terkejut dengan sikap Anin yang sangat membela suaminya.


Aku masih tidak menyangka jika seorang Aninda sedang jatuh cinta dia akan jatuh cinta sedalam ini. Batinnya.


"Hah, maaf Nona Anin saya tidak bermaksud seperti itu saya hanya...". Ujar Hermawan dan Haikal langsung meminta maaf agar tidak terjadi keributan.


"Maaf pak Hermawan, istri saya sepertinya salah paham saya bisa memaklumi ucapkan bapak tadi". Ucap Haikal.

__ADS_1


"Tidak Haikal, aku Tidak mau perusahaan kita bekerjasama dengan perusahaan ini lagi". Bantah Anin tegas.


"Tapi sayang, kamu tidak perlu bersikap berlebihan seperti ini".


"Apa berlebihan?, jadi kamu setuju dengan apa yang diucapkan sama dia".


"Bukan begitu sayang...".


"Sudah, aku sudah muak, maaf aku harus pergi sekarang juga". Anin langsung pergi meninggalkan ruang meeting.


"Tuan Haikal, saya minta maaf saya tidak bermaksud untuk menghina atau merendahkan hubungan kalian justru saya salut dengan kekompakan kalian". Hermawan kembali meminta maaf kepada Haikal.


"Ah, saya mengerti pak, istri saya memang sedang sedikit sensitif saja". Jawab Haikal.


"Saya sangat berharap jika hubungan kerjasama kita tidak akan dibatalkan karena kejadian ini pak".


"Baiklah kalau begitu Tuan Haikal, saya permisi dulu". Hermawan bersama beberapa orang karyawannya akhirnya meninggalkan kantor Anin.


"Sayang, kamu baik-baik saja?". Tanya Haikal yang menghampiri Anin di ruangannya.


"Baik?, kamu tanya tentang perasaanku setelah mendengar ucapan dari lelaki itu dan kamu juga membelanya". Jawab Anin.


"Ayolah sayang, kita tidak butuh pendapat orang untuk hubungan kita mereka tidak tahu apa-apa kita yang menjalaninya dan kita butuh kontrak kerja itu perusahaan mereka adalah perasaan yang sangat besar dan itu sangat membutuhkan untuk kita sayang". Haikal memegang kedua pipi Anin dengan kedua tangannya dan menatapnya penuh cinta.


"Tapi..."


"Kita tidak perlu membahas hal yang membuat hati kamu tidak enak ya, kita akan tetap melanjutkan kerjasama kita dengan perusahaan mereka dan semuanya aku yang akan mengurusnya jadi kamu tidak perlu lagi bertemu mereka. Lagi pula Pak Hermawan tidak berniat untuk menghinaku, walaupun dia memiliki niat itu, tidalak akan jadi masalah bagiku karena yang terpenting sekarang ini adalah kemajuan perusahaan ini, kamu yang terpenting, mengerti? dan aku akan lakukan apapun demi kamu". Anin menganggukkan kepala tanda setuju dengan ide Haikal. Kemudian Haikal mengecup kening Anin dan pergi meninggalkan Anin untuk kembali ke ruangannya sendiri, hal itu lagi-lagi tidak sengaja di saksikan oleh Lila yang berada di sana.

__ADS_1


"Kenapa kamu melihatku dengan tatapan yang aneh seperti itu Lila?". Tanya Anin yang melihat Lila menatapnya sambil senyum-senyum tanpa berkedip.


"Ah, tidak nona, hanya lucu saja ini adalah pemandangan baru bagi saya karena sebelumnya saya tidak pernah melihat nona Anin jatuh cinta". Ujar Lila.


"Siapa yang jatuh cinta?". Wajah Anin memerah menahan rasa malu.


"Apa nona masih meragukan perasaan Anda terhadap tuan Haikal?. Apa salahnya mengakui perasaan nona terhadap suami nona sendiri, lagipula tuan Haikal juga tampaknya sangat mencintai nona".


"Perasaan apa?, sudahlah Lila jangan berkata seolah kamu mengetahui isi hatiku".


"Haha, baiklah anggap saja kalau saya tidak mengetahui apa-apa nona".


"Kamu sudah pandai berbicara sekarang ya". Lila kembali tertawa melihat Anin yang salah tingkah.


Cinta?, hal yang sama sekali tidak pernah aku percayai sebelumnya sekarang malah membuat aku melakukan hal yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan apalagi membela Haikal di depan banyak orang seperti tadi. Tapi disisi lain aku takut dengan rasa ini, aku takut akan kekecewaan yang menantiku di depan nanti. Semoga masa lalu itu tidak akan terulang lagi. Batin Anin dengan wajah sendu.


°°°°°


"Aku harus melakukan sesuatu, Anin tidak boleh memenangkan hati Haikal begitu saja, sampai kapanpun aku tidak akan rela". Ujar seorang wanita sambil memandang foto kebersamaannya bersama Haikal di ponselnya, wanita itu tidak lain adalah Maya.


Rasa kagum dan cinta Maya tampaknya sudah berubah menjadi sebuah obsesi yang akan mengubahnya menjadi wanita jahat yang akan melakukan apapun demi mendapatkan cinta Haikal. Rasa frustasi juga menghantui Maya karena dia tidak lagi bisa berdekatan dengan Haikal sejak Haikal memutuskan untuk resign dari perusahaannya, apalagi Haikal juga tidak peduli saat dia mencoba menghubungi dan meminta Haikal untuk bertemu dengannya.


"Anin mendapatkanmu dengan cara licik aku juga bisa melakukannya. Anin tunggu aja tanggal mainnya kamu akan kehilangan Haikal untuk selama-lamanya". Ujarnya lagi sambil tersenyum licik.


**Hai dear, Jangan lupa ritualnya yah 💞🤗


#saleumaneuknanggroe**

__ADS_1


__ADS_2