Hanya Cinta

Hanya Cinta
Pulang Bareng


__ADS_3

Rika melirik ke arah jam dinding kantornya. Dan mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 17:30 WIB.


'Sudah waktunya pulang...hoammm...lelahnyoo pengen cepet2 sampe rumah trus mandi rebahan deh' ucapnya dalam hati.


Kriiingg.....kringggg....kriingg....


" Halooo, assalamualaikum ... " dengan semangat nya Rika mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam...kok ga tlp2 siy ?! aku tungguin juga..."


" hahaha serius nih kamu mau pulang bareng?"


" iya , aku udah di halte Busway Olimo nih deket kantor kamu, cepet ke sini ya.."


" hah???!! apa??!! kok cepet amat? yasudah aku langsung ke situ tunggu bentar ya." Bergegas Rika merapihkan meja dan membawa tas ny kemudian menuju lift untuk segera menemui Oji.


Sesampainya di halte busway yang Oji maksud Rika segera menghampiri sebuah mobil X Pander silver dimana ada orang melambaikan tangan dari dalam mobil.


Ya...sebenarnya dia tidak tau bagaimana wajah Oji saat ini karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


Saat terakhir kali mereka bertemu adalah ketika Oji menghadiri pesta pernikahan Rika. Saat itu Oji datang dengan teman-teman SD mereka.


Oji menyalami Adi kemudian mengucapkan selamat. Setelah itu dia menyalami Rika tanpa berkata sepatah kata pun. Terlihat ada senyum yang di paksakan di bibirnya...Jabatan tangannya pun tidak ia lepaskan sebelum akhirnya Rika berusaha melepaskannya.


Oji membukakan pintu depan sebelah kiri untuk Rika.


' Wihhhh tajir si Oji udeh punya X Pander sendiri'


Obrolan mereka pun mengalir begitu saja karena baik Oji maupun Rika adalah orang supel yang mudah bergaul di tambah lagi posisi jabatan mereka di kantor masing- masing menambah kepercayaan diri mereka untuk berbincang dengan orang lain.


Dari mulai bertanya kabar masing- masing, bercerita pekerjaan, sampai kenangan- kenangan mereka masa lalu terbuka lagi, mengingatkan indahnya masa-masa cinta monyet yang mereka alami. Sehingga sepanjang perjalanan mereka penuhi dengan canda tawa dan senyum sumringah.


Setiap kali Rika berbicara sambil mencuri pandang ke wajah Oji jantungnya berdegup kencang. Dan Oji paham akan mimik wajah Rika, dia pun melemparkan senyum manisnya.


Tak terasa sudah setengah perjalanan pulang mereka, tiba - tiba HP Oji berdering.


kringgg.....kriiinggg....


" BN tlp, kamu jgn bersuara dulu ya...aku mau angkat telp!"


'hmmm...kenapa ya? takut berisik ga kedengeran mungkin' tebak Rika dalam hati.

__ADS_1


" Iya yank... mungkin sejam lagi aku baru sampe rumah, soalnya aku baru keluar kantor nih !!! " Oji melirik ke Rika sambil menaruh jari telunjuk nya kedepan bibirnya yang agak maju.


Sesaat kemudian Oji menutup telfonnya.


" Laper ga? makan dulu yuu.. " ajak Oji kepada Rika.


" Di sini ada nasi bebek madura, asli enak bgt sambelnya." lanjut Oji di ikuti anggukan Rika.


Sesampainya di sebuah warung tenda pinggir jalan Oji memarkir mobilnya kemudian mengajak Rika turun. Posisi warung ada di sebrang jalan, tanpa ragu Oji menggandeng tangan Rika selama mereka menyebrang.


' Waduh...manis bener ni anak...gw ama laki gw aja nyebrang masing2 ga pernah di gandeng gini ' bisik Rika dalam hati penuh kekaguman.


" Kamu mau bebek atau ayam?! " tanya Oji kepada Rika sebelum ia memesan makanan.


" Ayam aja deh aku kurang suka bebek "


" Minumnya apa? "


" Jeruk anget "


" Oke...Bu Nasi bebek satu, Nasi ayam satu, es teh tawar satu sama jeruk anget satu ya Bu, ga pake lama, hehehe..." Oji memesan makanan dengan gaya humornya.


Mereka kemudian duduk di salah satu bangku yang sudah di sediakan di warung tenda itu.


" Oh ya? jadi penasaran aku...awas klo kamu bohong besok traktir aku makan bubur ayam ya hehehe "


" oke !!! bubur ayam doank mah kecil hahaha"


Kemudian pesanan mereka datang, dan benar saja makanan di warung tenda ini memang enak rasanya. Rika pun sampai mengacungkan jempol nya kepada Oji karena memuji rasanya.


*****


Klik... Terdengar suara Oji mengunci semua pintu mobil ny secara otomatis dari pintu nya.


Mungkin karena sudah larut dan jalanan sepi sehingga suara sekecil mengunci pintu pun terdengar jelas.


Berbeda dengan perjalanan menuju warung tenda tadi. Kali ini perjalanan menuju stasiun pondok cina terasa agak hening. Beberapa kali Oji melemparkan pertanyaan hanya di jawab singkat oleh Rika.


" Kamu ngantuk ya?" tanya Oji di tengah-tengah keheningan mereka.


" Hmmm...sedikit hehehe" jawab Rika santai.

__ADS_1


" Huuu pantes daritadi ngobrol singkat2 aja... ya sudah sandaran kursinya agak di rebahin aja, kamu merem aja dl, nanti kalau sudah sampai aku bangunin."


"Ga papa nih ?!! " jawab Rika sambil menutup mulut nya yang sedang menguap.


" iya gpp... ga usah takut, aku jinak kok wkwkwk"


" hahaha...iya aku percaya kok"


Sesaat kemudian Rika terpejam namun bukan tidur. Dia masih bisa merasakan apa yang terjadi di sekitarnya. Merasakan belaian tangan Oji di kepalanya kemudian beralih ke pipinya, dan berakhir dengan mencuil ujung hidung Rika.


Oji mengulangi nya lagi ketika jalanan agak sepi sehingga bisa ia kuasai dengan setir satu tangan.


Rika sengaja tidak bangun dan tetap berpura- pura tertidur karena diam- diam dia menikmatinya. Kenikmatan bermanja-manja yang selama 10 tahun pernikahannya jarang bahkan hampir tidak pernah Ia rasakan.


' Duh...ga bener nih. Kenapa aku jadi membanding-bandingkan Oji dengan Adi ! kenapa aku jadi seneng di belai Oji ?!? salah ga ya ini?! apa aku udah jatuh cinta sama Oji ?! ...ahhh gak, ini cuma rasa kagum dan rasa senang di perhatikan oleh sahabat, itu saja gak lebih...' elak Rika dalam hatinya. Ia sendiri tidak paham akan perasaan yang saat ini ia rasakan.


Rika membuka matanya perlahan dan mengembalikan posisi kursi ny tegak seperti awalnya. Dia hendak mengambil HP yang ia letakkan di dekat persneling, namun ternyata bersamaan dengan Oji yang hendak mengendalikan persnelingnya, sehingga tangan Oji tidak sengaja memegang tangan Rika. Keduanya kemudian saling pandang, dan sejenak terdiam.


" Eh maaf ya, ga sengaja..." ucap Oji memecah keheningan.


" Iya gpp...maaf ya aku cuma mau ambil HP jd ganggu kamu mengemudi" jawab Rika di iringi senyum canggungnya.


*****


" Makasih ya sudah anterin aku ambil motor ...dan makasih traktirannya" Rika bergegas turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di lahan parkir Stasiun Pondok Cina.


" Iya sama sama... kapan-kapan ku jemput lagi ya" lagi lagi Oji melemparkan senyum manisnya.


" Oke, bye..." sambut Rika.


" Loh jgn bye dulu...sana masuk ambil motor, aku tunggu di sini! " lanjut Oji.


" Oh oke..." Rika mengernyitkan keningnya.


Setelah Rika keluar tempat parkir dengan mengendarai sepeda motornya, Oji memintanya jalan. Dan Oji akan mengikutinya dari belakang.


" Mau sampe kapan kamu ngikutin aku Ji?" tanya Rika sambil menggelengkan kepala nya terheran- heran.


" **Sampai di lapangan tempat kamu nikah dulu ya...rumah kamu masih jauh ga dari situ?"


" Gak siy, deket kok dari lapangan..."

__ADS_1


" Oke, aku jagain kamu sampe lapangan doank gpp kan? next ku anter sampe rumah ya"


" Oke**.."


__ADS_2