Hanya Cinta

Hanya Cinta
Tongkat Power Rangers (Berubah)


__ADS_3

Haikal membuat Anin benar-benar tidak berdaya dibawah kungkungannya. Menyusuri dan menikmati setiap bagian tubuh sang istri dengan semangat yang membara seolah melepas dahaga yang membuncah selama satu tahun belakangan.


Anin mendesis "Aaahhh". Ketika buahan kembar miliknya diremas, dihisap dan diesap tanpa henti seperti bayi yang sangat kehausan oleh sang suami.


Permainan menjalar keseluruh permukaan kulit Anin, tidak lupa Haikal mencetak stempel tanda kepimilikan seolah dia ingin menandai miliknya agar orang lain tidak berani melirik apalagi menyentuh miliknya.


Tiba saat Haikal mendalami perannya malam itu menyusuri lembah lembab yang mengeluarkan wangi khas yang membuat Haikal semakin menggila. Lidah dan mulutnya lihai bermain disana menyapu dan mengesap tanpa henti membuat Anin semakin mabuk kepayang, menjambak rambut Haikal dan menekan kepala Haikal seolah memberi sinyal untuk Haikal agar tidak menghentikan permainannya.


"Aku takut". Anin menahan pinggang Haikal saat permainan inti.


"Sayang, tidak usah tegang, aku akan melakukannya dengan sangat pelaln, Heem". Gairah Haikal sudah memuncak meyakinkan Anin bahwa tongkat power rangersnya (tongkat bisa berubah bentuk disaat genting 😂) tidak akan berbuat ulah didalam sana.


Haikal menghujani seluruh wajah Anin dengan kecupan termasuk bibirnya juga agar sang istri rileks. Menuntun tongkat power rangers secara perlahan namun pasti dengan memberi penekanan agar tongkat tersebut masuk kedalam sarungnya.


"Aawwhs". Ringis Anin sambil mengkengkram kuat punggung Haikal menggunakan kukunya yang panjang. "Sakit Haikal, aku tidak tahan". Wajah Anin memelas seolah meminta dilepas dari kungkungan Haikal.


"Sayang, ini baru ujungnya saja sangat tanggung untuk berhenti. Tarik napas dalam dan buang perlahan agar lebih rileks oke".


Haikal kembali memberikan penekanan secara perlahan dan lembut agar istrinya lebih rileks, Hingga beberapa menit hal itu berlangsung sampai akhirnya penekanan yang pelan namun pasti mampu membuka gerbang kehidupan yang sejahtera itu. Anin mendesis kesakitan, ujung matanya tanpa disadari mengeluarkan cairan bening, batinnya mengatakan bohong jika kebayakan dalam novel-novel mengatakan jika rasa sakit dan nikmat bercampur jadi satu nyatanya adalah hanya sakit yang dirasakan dibagian pentingnya itu.


"Tahan sayang, ini hanya akan sakit diawal saja". Ucap Haikal dengan napas memburu, mengecup mata Anin berganti kiri dan kanan. Ingin mengeluh apalagi mundurpun sudah tidak mungkin bagi Anin melihat suaminya yang bergairah sampai ke ubun-ubun, dia hanya pasrah menahan sakitnya. Nyatanya bukan hanya Anin yang merasakan sakit namun Haikal juga merasakan perih diujung tongkat power rangersnya.


Lega, itulah yang di rasakan keduanya menuntaskan hasrat yang telah lama terpendam. Entah berapa kali mereka mengulangi lagi dan lagi (hanya Tuhan, meraka dan otor galao yang tahu) seolah tidak bosan dengan adegan bertukar peluh dan liur tersebut.


******* demi ******* bersautan dalam kamar VVIP rumah sakit tersebut menandakan sang penghuni kamar sedang berpacu dengan sang waktu mengerjakan hal penting itu hingga pukul 3 dini hari.

__ADS_1


•••••


Pagi hari Haikal terbangun lebih dulu menatap wajah cantik nan imut milik istrinya yang masih betah dalam dekapannya tanpa bergerak sekali-kali Haikal juga iseng memaiankan bibirnya diseluruh wajah Anin. Wajah tampannya dihiasi oleh senyuman penuh kemenangan mengingat-ingat momen bersejarah mereka tadi malam. Bagai orang yang kerasukan Haikal tak pernah puas menerjang Anin semalam kemudian tergiang dibenaknya kata-kata yang sangat mencurigakan.


"Hanya asupan vitamin yang akan sangat berguna untuk tubuh anda tuan". Ekspresi wajah Haikal langsung berubah dratis dengan membulatkan kedua matanya dengan sempurna lalu menatap iba dan rasa tidak percaya kearah sang istri.


"Rama benar-benar keterlaluan, pantas saja aku seolah tidak pernah puas tadi malam, sayang maafkan aku yaa, aku pasti akan membalas si kaku itu". Lalu mengecup pucuk kepala Anin berulang-ulang kali membuat sang istri mengerjapkan matanya.


"Morning kiss, selamat pagi sayang". Ujar Haikal dengan wajah tampan khas bangun tidur tidak lupa dengan senyuman yang ditampilkannya semanis mungkin.


"Heeem, jangan menggangguku. Aku belum mau bangun".


"Sayang kita sarapan dulu, nanti kamu bisa tidur lagi".


"Aku tidak lapar, aku hanya merasakan kesakitan dan kelelahan saja".


"Jangaan, aku malu kamu keluar dulu". Jawab Anin cepat.


"Malu?, aku bahkan sudah melihat semua bentuk dan ukuran sayang, buka hanya satu kali tapi berkali-kali".


"Ck, berhenti menggodaku, kalau tidak aku tidak mau mandi".


"Oke baiklah, mandi biar kamu segar kembali". Haikal mengusap pucuk kepala istrinya dan hanya direspon dengan anggukkan oleh Anin.


Sementaran Anin sedang mandi terdengar ketukan pintu dari arah luar,endengar hal tersebut Haikal mengayunkan langkanya untuk membuka pintu.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan, saya mengantarkan sarapan untuk anda dan nona". Tentu saja tamu tidak diundang itu adalah Rama yang membawa paper bag bersamanya.


"Heeem, terima kasih". Jawab Haikal cuek bukan tanpa alasan dia merasa kesal dengan asistennya itu karena 2 kali dia diberika obat yang berbeda kedalam tubuhnya oleh Rama tanpa aba-aba apalagi kompromi terlebih dahulu.


"Sepertinya menginap dirumah sakit membuat kondisi tubuh anda terlihat sangat segar sepertinya tidak sia-sia anda mendapatkan asupan melalui infus kemarin".


"Tentu saja, aku sedang berbahagia jadi aku belum ingin membuat perhitungan denganmu, tapi saatnya tiba kamu harus menanggung akibatnya karena bertindak seenak hatimu". Haikal mengancam Rama namun lagi-lagi ditanggapi dengan ekspresi datarnya.


"Sama-sama tuan. saya juga senang dapat membantu anda".


"Dasar kaku. Terima kasih untuk sarapannya dan cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran". Haikal menarik paksa paper bag yang dibawa Rama.


"Baik tuan saya permisi, nikmatilah waktu anda yang hanya tinggal 2 hari lagi dan saya sudah pastikan tidak ada penambahan waktu dan juga tidak akan ada yang mengganggu anda selama 2 hari ini". Rama sedikit menunduk lalu melangkah pergi tanpa mau pusing mendengarkan ocehan sang tuan mudanya.


"Kamu sedang mengancamku ya, aku disini yang menjadi tuannya kenapa kamu yang berlagak dingin dan kaku seperti CEO-CEO didalam novel-novel itu hah, Rama ternyata kamu ingin menggeser posisiku sebagai pria pemeran utamanya, tidak akan kubiarkan. Hey, kamu dengar itu". Gerutu Haikal sedikit berteriak agar Rama mendengarnya. Tentu Rama sangat jelas mendengar semua ocehan Haikal namun bukan Rama jika peduli akan hal itu.


•••••


Haikal dan Anin sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta itu sekarang sedang bersantai didepan televisi mereka ingin menikamati waktu berdua tanpa gangguan siapapun, bahkan Haikal mematikan handphone Anin karena dia tahu jika handphone Anin hidup maka satu lagi asisten menyebalkan yang harus dihadapi olehnya. Jika dengan Rama dia bebas bereskpresi karena Rama seorang lelaki namun dengan Lila, Haikal harus banyak-banyak bersabar.


Haikal sebenarnya sangat ingin mengulang petualangannya semalam karena rasa penasarannya belum juga terpuaskan, sepertinya efek asupan yang selalu dibangga-banggakan oleh Rama belum sepenuhnya menghilang namun melihat wajah Anin yang tampak pucat oleh ulahnya membuat Haikal menahan diri karena dia tidak ingin menyakiti istrinya itu sedikitpun.


"Si kaku itu seperti sangat ingin melihatku mati muda, pertama obat tidur dan yang kedua asupan antah berantah itu". Gerutu Haikal dalam hati.


 

__ADS_1


Gak usah dilike apalagi divote, kasih aja vote dan likenya ke otor yang lebih mempuni, tapi kalau kalian berkenan tolong komen yaa dimana kata-kata atau kalimat yang gak nyambung atau salah ketik biar aku revisi kembali, makasih untuk yang sudah berkenan membaca semoga terhibur 🤗


__ADS_2