
Hari-hari berikutnya akan lebih sulit dijalani oleh Anin pasalnya sang ibu mertua selalu menghindar dan belum juga mau berbicara dengannya. Haikal turut sedih melihat wajah muran istrinya itu meskipun Anin bersalah namun pada kenyataannya sekarang dia dan Anin sangat bahagia dengan pernikahan mereka bahkan tidak lama lagi mereka akan dikaruniai seorang anak.
Anin setiap hari berusaha untuk bisa berbicara dan menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi dulu namun ibu Siti selalu menolaknya. Anin tahu jika dia salah namun sebel dirinya tahu jika bu Siti adalah ibunya Haikal dia memang sudah berencana membantu pengobatan sampai ibu Siti sembuh total. Hanya saja keadaan memaksanya melakukan itu hanya demi mempunyai keluarga seperti orang lain.
"Bu, bolehkah Anin bicara dengan ibu sebentar?". Itulah pertanyaan yang setiap hari Anin lontarkan.
"Ibu sedang ingin sendiri". Jawab ibu Siti singkat bahkan bu Siti tidak berani menatap mata Anin.
Namun kali ini Anin tidak mau menyerah dia tetap berusaha sebisa mungkin agar bu Siti mendengarkannya.
"Bu, Anin tahu ibu kecewa, tapi apapun yang menjadi alasan Anin dan Haikal menikah kami tetaplah saling mencintai satu sama lain dan kami juga tidak mau hubungan kami menjauhkan kami dari ibu, kami akan selalu bahagia jika ibu dan do'a ibu menyertai kami". Seru Anin dan sukses membuat bu Siti menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik dan menatap Anin.
"Maafkan ibu Anin, ibu tidak mau berbicara padamu bukan karena ibu marah atau membencimu tapi ibu merasa gagal menjadi ibu yang bertanggung jawab kepada Haikal bahkan menjadi beban hidupnya sehingga dengan mudah dia mengorbankan diri dan masa depannya demi keselamatan ibu". Jelas bu Siti panjang lebar, hal itu mampu membuat Anin sangat sedih mendengarnya.
"Ibu". Anin memeluk ibu mertuanya dengan cucuran air mata di pipinya. "Ibu salah jika berpikir ibu gagal menjadi ibu yang baik, justru ibulah wanita yang sukses meskipun ibu sendirian namun bisa membesarkan dan mendidik suamiku menjadi pria yang sangat baik dan bertanggung jawab sendirian". Sambungnya lagi.
Anin melepaskan pelukannya kemudian menatap wajah bu Siti. "Bu aku bahkan ingin mendidik anakku agar dia rela melakukan apapun untuk orang yang dia cintai terutama kedua orang tuanya seperti yang suamiku lakukan, bahkan karena baktinya kepada ibu kami sekarang merasakan kebahagiaan ini". Jelas Anin lagi mencoba menenangkan sang mertua.
"Bu, siapa bilang Haikal terpaksa menikah dengan Anin, Haikal hanya berpura-pura terpaksa karena nyatanya Haikal mencintai Anin sejak pertama kali Anin masuk di kampus yang sama dengan Haikal". Haikal yang ternyata melihat adegan tadi juga ikut membuka suara.
"Yang benar by?". Tanya Anin serius disituasi seperti ini Anin justru penasaran dengan hal tersebut.
Haikal tersenyum sambil mengacak-acak rambut Anin. "Tentu saja benar, aku menyukaimu saat hari pertama aku melihatmu hanya saja setelah tahu gadis yang kusukai ini sangat arogan aku langsung mundur karena aku juga tidak pantas untuknya". Jawab Haikal kemudian sambil membayangkan bagaimana dia terpesona dengan sosok Anin saat pertama melihatnya.
"By, jangan bicara seperti itu aku yang tidak pantas untukmu, karena aku-". Anin menghentikan perkataannya saat Haikal meletakkan satu jarinya di mulut Anin.
__ADS_1
"Sstt, sudah jangan diteruskan lagi semua itu sudah berlalu, yang pasti aku mencintai apapun yang ada pada dirimu, heem". Anin terharu mendengarkan ucapan suaminya itu.
"Hei, kalian sadar tidak ada ibu disini?". Tanya bu Siti ketus. Benar saja pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta itu bahkan melupakan kehadiran ibu Siti diantara mereka padahal suasana haru sedang terjadi disana saat itu.
"Ma-maaf bu, ini semua salahnya yang berusaha merayuku". Ujar Anin dengan wajah cemberut.
"Kenapa aku yang salah, aku kan sedang berusaha membantumu agar ibu tidak amarah lagi padamu". Kilah Haikal.
"Tetap saja kamu salah harusnya-".
"Sudah, sudah ibu lelah mendengarkan kalian yang kadang romantis kadang juga bertengkar, kepala ibu jadi pusing melihatnya". Seru bu Siti lagi.
"Jadi ibu memaafkanku atau tidak?". Tanya Anin sambil menggenggam tangan ibu mertuanya.
"Ibu tidak mungkin marah pada wanita yang sangat dicintai oleh putra ibu, apalagi dia sebentar lagi akan menjadi ibu dari cucu pertama ibu". Jawab Siti lembut.
Haikal sangat bersyukur ketika semua masalah rumah tangganya selalu bisa diselesaikannya dengan baik, karena setiap permasalahan baik itu besar ataupun kecil pasti akan ada jalan keluarnya begitulah tuhan sudah mengaturnya. Kita sebagai manusia hanya perlu melakukan yang terbaik.
Kehidupan Anin dan Haikal saat ini sangatlah indah apalagi tidak lama lagi akan hadir malaikat kecil yang akan selalu membuat hari-hari mereka lebih berwarna sebagai pelengkap kebahagiaan mereka.
"By, jika aku sudah tua apa kamu masih mencintaiku?". Tanya Anin saat iya berada didalam pelukan Haikal setelah melakukan ritual pentingnya yaitu bertukar peluh dan juga *******.
"Jika kamu sudah tua nanti aku juga akan tua sayang, lalu apa kamu akan tetap mencintaiku?. Tanya Haikal balik.
"Tentu saja, aku mencintaimu selalu dan untuk selamanya by". Jawab Anin.
__ADS_1
"Begitu juga denganku sayang, aku mencintaimu apapun yang terjadi di kehidupan kita kedepannya". Haikal mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Anin kemudian mengelus sayang perut sang istri. Jujur baik Haikal maupun Anin tidak sabar menantikan kehadiran buah hati mereka,
"Akan mirip siapa dia kira-kira?". Tanya Anin lagi kepada sang suami.
"Tentu saja akan cantik sepertimu sayang". Jawab Haikal antusias.
"Aku cantik?". Tanya Anin dengan senyum menggoda.
"Sangat, dan aku bahkan ingin memakanmu setiap saat". Jawab Haikal dan kembali menjalankan aksi bertukar peluh dengan Anin.
Dua insan yang saling mencintai itu patut merasakan kebahagiaan setelah perjalanan panjang yang mereka lewati untuk mempertahankan cinta mereka.
Namun apapun permasalahan dalam rumah tangga pasti akan bisa diselesaikan ketika kedua belah pihak memang ingin menyelesaikannya bukan malah lari dari masalah.
Mereka sadar betul jika ini bukanlah akhir dari segalanya karena akan banyak hal yang akan mereka lewati bersama dan pasti akan ada saja masalah yang datang silih berganti namun mereka yakin jika bersama mereka akan lebih baik dalam menghadapinya.
Ada satu hal yang masih mengganjal dihati Anin ketika hubungan suaminya dengan Maya belum kunjung membaik, namun di yakin jika suatu saat nanti hati Haikal akan luluh dan dapat menerima Maya dan jug pernikahannya bersama Marvin.
END...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai semuanya Terimakasih sudah menemani perjalanan panjangku mengarang ria yaa dan akhirnya novel ini selesai juga..
Aku kurang suka dengan konflik yang berbelit-belit makanya novel ini bisa tamat sebelum episode 70 🤗
__ADS_1
Jangan lupa ikuti juga kisah Maya yang pastinya akan lebih seru 😍