Hanya Cinta

Hanya Cinta
Kamu Meremehkan suamiku?


__ADS_3

Haikal bekerja dengan cukup memuaskan di perusahaan milik keluarga Maya, sehingga tidak butuh lama Haikal di angkat menjadi asisten kepercayaan Darmadi dan bertanggung jawab untuk kemajuan perusahaan tersebut. Kedekatannya dengan Maya juga menjadi poin pertimbangan tersendiri bagi Darmadi untuk memberikan jabatan penting untuk Haikal di perusahaannya itu karena selama ini putrinya itu tidak pernah dekat dengan lelaki manapun kecuali Haikal.


"Haikal siang nanti kamu ikut saya meeting dengan klien diluar, ada tender penting yang harus kita menangkan karena ini keutungan untuk perusahaan kita cukup besar dan saya yakin dengan kecerdasan kamu tender ini pasti dengan mudah kita menangkan". Ujar Darmadi kepada Haikal saat Haikal berada di ruangannya.


"Baik pak, saya akan melakukan pekerjaan saya dengan baik karena saya tidak mau bapak kecewa dengan hasil kerja saya". Jawab Haikal.


"Bagus, saya bangga sama anak muda yang pekerja keras dan penuh semangat seperti kamu". Darmadi mendekat dan menepuk pundak Haikal.


"Terimakasih atas kepercayaan bapak selama ini kepada saya".


"Tentu saya sangat mempercayai kamu Haikal, kamu sangat jujur dan selalu bisa di andalkan".


Siang harinya Darmadi yang di temani Haikal menuju sebuah restoran mewah untuk makan siang bersama klien besar yang di katakan oleh Darmadi tadi. Sesampai disana ternyata bukan hanya mereka yang mengikuti meeting penting tersebut, beberapa perusahaan juga terlihat mengirimkan utusannya masing-masing untuk memperjuangkan tender besar itu.


Dari kejauhan Haikal melihat Lila asisten pribadi Anin dan seorang rekannya.


Ternyata perusahaan Anin juga mengikuti meeting ini, hah, untung saja bukan Anin sendiri yang datang, kalau tidak aku pasti harus bersandiwara sebagai suami romantis lagi di depan semua orang. Batin Haikal sambil tersenyum kecut.


Meeting itu berjalan dengan lancar semua perusahaan menawarkan dan memberikan presentasi terbaik untuk perusahaan mereka agar mendapatkan tender besar itu. Lila melihat cukup takjub dan terkejut melihat prestasi yang di bawakan oleh Haikal karena bagi pemula sepertinya dia termasuk sudah sangat profesional di bidangnya. Yang membuat Lila semakin tidak habis pikir adalah ketika dia mengetahui kalau Haikal bekerja di perusahaan milik Darmadi yang tak lain adalah ayah Maya, wanita yang sangat di benci oleh Anin.


Dunia ini ternyata sangat sempit, ternyata tuan Haikal bekerja di perusahaan keluarga Wijaya dan aku sama sekali tidak tahu selama ini. Bagaimana reaksi nona Anin jika dia tahu tentang hal ini ya?, hah, aku pasti akan kena marah. Batin Lila sambil memijat keningnya karena khawatir dengan reaksi Anin.


Setelah semua prestasi dari perusahaan-perusahaan itu berakhir, kini tiba saatnya pengumuman bagi perusahaan yang memenangkan tender tersebut di lakukan. Dan jauh dari prediksi Lila ternyata Haikal lah yang memenangkannya, tentu saja Darmadi semakin merasa bangga dengan kehadiran Haikal di perusahaan miliknya. Hal itu membuat Lila semakin terlihat cemas, apa yang harus di katakannya kepada Anin, apalagi tender itu tender yang sangat besar dan sangat di butuhkan oleh perusahaan Anin saat ini.


Semakin rumit saja situasi ini. Harus aku akui tuan Haikal memang sangat cerdas kalau saja dia mau bekerja di perusahaan nona Anin, pasti perusahaan itu akan berkembang dengan cukup pesat. Gumam Lila dalam hati.

__ADS_1


"Haikal, kamu memang luar biasa, saya bangga sama kamu. Kamu akan mendapatkan bonus besar karena sudah berhasil memenangkan tender ini". Darmadi menyambut Haikal dengan pelukan, dia memang sudah tidak lagi canggung terhadap Haikal.


"Terimakasih banyak pak, ini semua juga berkat kepercayaan dan kesempatan yang bapak berikan terhadap saya, saya juga banyak belajar dari bapak". Jawab Haikal.


"Kecerdasan dan rasa percaya diri kamu lah yang membuat kamu bisa seperti sekarang ini".


Mereka pun kembali ke kantor dengan penuh sukacita, berbanding terbalik dengan Lila yang kembali ke kantor dengan rasa cemas untuk menjelaskan kepada Anin.


°°°°°


"Apa?. Gimana bisa tender itu jatuh ke perusahaan lain?". Tanya Anin dengan nada bicara tinggi.


"Ma-maafkan saya nona, saya mungkin belum melakukan yang terbaik". Jawab Lila dengan terbata-bata.


"Saya memang bersalah nona, saya gagal mendapatkannya untuk nona". Ucap Lila penuh penyesalan.


"Lalu siapa yang mendapatkan tender itu?". Tanya Anin lagi.


"Itu nona, perusahaan milik keluarga Wijaya". Ujar Lila ragu.


"Apa?, sejak kapan perusahaan kita bisa di dikalahkan oleh perusahaan mereka?. Apa mereka memiliki karyawan yang berkompetensi tinggi sekarang?". Tanya Anin penasaran.


"No-nona sebenarnya tuan Haikal bekerja di perusahaan Wijaya".


"Apa?. Kamu becanda kan?". Anin terkejut tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan barusan.

__ADS_1


"Tidak nona, saya juga baru saja mengetahui tadi saat meeting itu di lakukan".


"Lila tolong beritahu aku sejak kapan kamu tidak mengetahui hal sepenting ini, bukannya selama ini kamu selalu tahu semua hal yang berhubungan denganku dan kamu juga selalu tahu bagaimana cara untuk mengatasinya".


"Sekali lagi maafkan saya nona ini memang kelalaian terbesar saya, harusnya saya mencari tahu di mana tuan Haikal bekerja selama ini dan saya juga tidak menyangka jika Tuhan Haikal bisa dengan mudahnya memenangkan tender sebesar ini, saya merasa sangat bersalah dan saya sangat menyesali itu". Ucap Lila penuh penyesalan.


"Kamu meremehkan suamiku?". Tanya Anin kesal.


"Bukan seperti itu nona, hanya saja untuk pemula seperti tuan Haikal sangat mustahil dia bisa mendapatkan tempat yang sangat baik dalam bisnis ini". Lila mencari pembelaan agar Anin tidak semakin marah kepadanya.


Suamiku?. Dia sepertinya sangat bangga dengan kata-kata itu. Batin Lila.


"Hah, ternyata kamu benar-benar belum kenal siapa Haikal yang sebenarnya Lila. Aku sama sekali tidak pernah menyangka kalau Haikal bekerja di sana". Anin memegangi kepalanya dia terlihat sangat frustasi.


Kenapa bisa dia bekerja disana?. Pantas saja gajinya cukup besar. Apa ini semua karena Maya?, ternyata Maya masih berusaha merebut Haikal dariku. Tapi bagaimana kalau sebenarnya Haikal juga mencintai Maya, apa dia akan menceraikan ku dan menikahi Maya?. Ya Tuhan, sungguh sial nasibku. Gerutu Anin dalam hatinya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan nona?". Tanya Lila mencari solusi.


"Aku juga tidak tau Lila, ini semua sudah cukup menguras pikiran ku, tapi aku tidak akan tinggal diam kalau Haikal kerja di perusahaan Maya". Jawab Anin kesal.


Dia terlihat sangat cemburu. Apa nona Anin sebenarnya sudah jatuh cinta pada tuan Haikal ya?. Tapi aku malah takut sekarang, bagaimana jika sebenarnya tuan Haikal ternyata mencintai nona maya. Batin Lila.


Bersambung.....


Hai READERS zeyeng MAKASIH untuk setia menanti 🤗😘🙈

__ADS_1


__ADS_2