Hanya Cinta

Hanya Cinta
Rencana


__ADS_3

Satu bulan sudah Anin dan Haikal menjalani biduk rumah tangga penuh cinta, layaknya pengantin baru dalam arti yang sesungguhnya mereka juga merasakan hubungan mereka sedang berada pada fase hangat-hangatnya terutama dalam urusan ranjang. Tidak ada kata jeda sama sekali jika menyangkut urusan yang satu itu.


Lain yang dirasakan oleh pasangan suami istri Anin dan Haikal lain pula yang sedang dirasakan oleh Maya. Ya, gadis yang hampir gila karena obsesinya memiliki Haikal kerab menghabiskan waktunya dengan hal yang tidak berguna. Mabuk-mabukkan sudah menjadi hobby barunya bahkan dia sudah tidak pernah lagi menampakkan dirinya dikantor atau dikampus dunianya sekarang hanya seputaran club malam dan apartemennya saja karena hanya dengan mabuk-mabukkan saja dia bisa melupakan sedikit rasa sakitnya karena patah hati.


Sang ayah Darmadi juga dibuat kewalahan oleh tingkah Maya yang mau seenaknya saja, bahkan dia beberapa kali kecolongan dalam mengawasi anak satu-satunya tersebut. Selama Haikal memutuskan untuk resign dari Wijaya Corp maka selama itu pula Darmadi hanya bisa mengawasi anaknya dari jauh karena sang anak memutuskan untuk tinggal menyendiri di apartemennya sehingga dia harus membayar jasa bodyguard untuk mengawasi Maya, hal itu pun harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar Maya tidak tahu karena dia akan marah besar jika tahu sang ayah melakukan hal tersebut.


Darmadi terlihat antusias pagi ini melihat anak gadisnya itu pulang ke rumah dengan mendorong koper ditangannya. Darmadi juga sangat bahagia karena anaknya selama dua minggu belakangan ini menurut laporan dari orang suruhannya sudah sangat jarang keluar dari apartemennya bahkan dia juga sudah tidak pernah mabuk-mabukkan lagi, tentu hal tersebut merupakan kemajuan pesat untuk seorang Maya yang sedang mengalami keterpurukan di hidupnya itu.


"Selamat pagi pa*. Wajah pucat di wajah cantik putrinya sangat mendominasi dari pemandangan pagi itu menurut Darmadi. Entah apa yang membuat Maya pagi itu pulang kerumah yang sudah beberapa bulan di tinggalkan.


"Selamat pagi sayang, akhirnya kamu pulang juga nak". Ucap Darmadi sambil memeluk haru anaknya. "May, bagaimana kabarmu nak?".


"Seperti yang papa lihat Maya baik-baik saja". Jawab Maya dengan senyum terpaksa.


"Syukurlah kalau begitu, papa senang kamu pulang papa harap kamu tidak meninggalkan papa sendirian lagi".


"Maafkan Maya pa, Maya janji tidak akan pergi lagi".


•••••


Seakan ingin menebus kesalahannya kepada sang ayah Maya sekarang memulai kehidupannya dengan hal-hal yang lebih positif, Kebiasaan buruknya dimalam hari sama sekali sudah tidak pernah dilalukannya lagi. Meskipun dimata Darmadi anaknya sangat berubah dari yang dulu sangat ceria menjadi sangat pendiam sekarang ini namun tidak menjadi masalah baginya asalkan sang anak tidak melakukan hal-hal yang membuatnya panik lagi.


Maya juga aktif kembali dikantor, menekuni setiap aktifitas yang memang akan diembannya dimasa akan datang sebagai pewaris tunggal Wijaya Corp. Maya sengaja menjalani aktifitas yang sangat padat baik dikantor maupun dikampus berharap dengan begitu dia bisa segera melupakan Haikal namun semua itu sia-sia belaka. Nyata dia sama sekali tidak bisa melupakan cinta pertamanya itu.

__ADS_1


Maya menatap Haikal tanpa berkedip dari kejauhan, dimana objek yang ditatapnya sekarang sedang berbincang dengan para sahabatnya Nino dan Rian dan juga beberapa rekan bisnis lainnya. Maya menghadiri sebuah pesta jamuan makan malam yang di selenggarakan oleh sebuah perusahaan asing yang baru membuka cabang perusahaannya diindonesia. Banyak pengusaha kelas atas yang menghadiri pesta tersebut termasuk Haikal namun tanpa ditemani oleh Anin karena dia sedang berada diluar kota untuk mengunjungi salah satu hotelnya.


Tanpa Maya sadari tenyata ada sepasang mata seorang pria yang sedang menatapnya dan juga Haikal secara bergantian dengan tatapan yang sulit di artikan disudut suang tersebut. "Menarik". Ucap pria tersebut sambil menarik sedikit sudut bibirnya.


Pesta meriah itu berlangsung sampai tengah malam bahkan ada pula sebagian sudah meninggalkan tempat tersebut termasuk Nino dan Rian. Haikal masih berada dengan beberapa pria salah satu dari mereka sepertinya sengaja membuat Haikal mabuk oadahal selama ini dia tidak pernah menyentuh barang haram tersebut.


Seorang pria perawakan tinggi dengan badan tegap kemudian membawanya pergi keluar dari pesta tersebut dengan menggunakan mobil. Lalu sang pria menelpon seseorang dengan handphonenya. "Semuanya sesuai rencana, kurang dari 30 lagi saya sudah berada disana". Lalu menyimpan handphone disakunya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat kencang.


"Apa semua sudah beres?". Tanya seorang wanita kepada pria tersebut.


"Sudah nona, semua sesuai denga yang anda inginkan saya permisi dulu". Jawabnya.


"Terima kasih Joe". Pria yang bernama Joe tersebut menunduk dan berlalu dari tempat itu.


•••••


"Aku setiap hari mencoba melupakanmu tapi sayangnya semakin aku paksakan untuk melupakanmu aku semakin mencintaimu dan malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya sayang". Ucap Maya sambil mengecup kening Haikal.


Selanjutnya dikamar dengan cahaya temaram itu dua anak manusia menghabiskan malamnya di ranjang yang sama dan apa yang terjadi selanjutnya hanya mereka dan tuhan yng tahu.


Dipagi hari Haikal menggeliatkan tubuhnya sambil memijat kepalanya yang sedikit berdenyut mungkin karena pengaruh alkohol yang dikonsumsi olehnya tadi malam. Setelah melihat kondisi kamar yng tampak berbeda dia sadar jika dia tidak berada dikamarnya sendiri hingga alis salin bertaut melihat seorang wanita dengan rambut hitam legam sedang tidur membelakanginya.


Reflek matanya membuat dengan wajahnya yang pias, dia yakin wanita itu bukanlah Anin karena apalagi dilihat dari warna rambutnya. Dia menyibakkan selimut dan lagi-lagi wajahnya menjadi pucat pasi mendapati dirinya yang tidak memakai sehelai benangpun di tubuhnya itu.

__ADS_1


Haikal mulai frustasi dengan menjambak rambutnya menggunakan kedua tangannya mencoba mengingat apa yang terjadi semalam namun nihil dia tidak bisa mengingat apapun kecuali yang dia ingat terakhir adalah para rekan bisnisnya menawarkan dan memaksanya untuk minum minuman yang rasanya sangat aneh.


Tidak lama kemudian wanita diatas ranjang yang sama dengannya juga menggeliatkan tubuhnya dan berbalik kearah Haikal dengan mata yang masih tertutup.


"Maya". Haikal berteriak sangking kagetnya mendapati jika wanita tersebut adalah Maya.


Maya membuka matanya lalu menarik selimutnya dan merapatkan selimut tersebut sebatas lehernya.


"Ma-maya, bagaimana kamu bisa disini?. Apa yang kamu lakukan disini?". Tanya Haikal masih tidak percaya.


"Harusnya aku yang tanya begitu kenapa kamu melakukan ini padaku?". Tanya Maya dengan wajah memelas.


"May, ini salah, pasti ada yang salah dengan ini semua".


"Dan semua ini salahmu, aku mencoba membantumu yang sedang mabuk tadi malam tapi kamu malah memaksaku melakukan hal yang sangat menjijikkan ini". Cairan bening lolos begitu saja dari pelupuk mata Maya.


"May, itu tidak mungkin, aku tidak melakukan apapun, aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa kita berada disini".


"PLAK". Maya menampar pipi Haikal.


"Breng sek, jadi setelah melakukan hal menjijikkan itu terhadapku kamu ingin melupakannya begitu saja. Baiklah kita akan melupakan ini semua, anggap tidak terjadi apapun diantara kita berdua". Dengan menyeretkan langkahnya Maya beranjak dari tempat tidur, mengumpulkan pakaiannya yang berserakan dan menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri dan berpakaian lengkap Maya mengambil tasnya diatas nakas lalu meninggalkan Haikal yang masih mematung disana tanpa sepatah katapun.


Haikal masih berada di tempat tidur tubuhnya terasa lemah tak berdaya bahkan untuk turun dari ranjangnya saja dia tidak mampu apalagi mendapati ada bercak noda darah yang sudah mengering diatas ranjang tersebut. Otaknya seakan sedang bekerja cukup keras untuk mencerna apa yang sedang terjadi, apa yang harus dilakukan sekarang dan apa yang akan dikatakan pada Anin, haruskah dia jujur jika dia sudah menghkianati pernikahnya dengan Anin.

__ADS_1


Lamunan Haikal buyar ketika sebuah panggilan masuk dilayar handphonenya. "My Wife", ya itu adalah panggilan dari Anin yang mengabarkan jika dirinya akan kembali dari luar kota hari ini.


•••••


__ADS_2