Hanya Cinta

Hanya Cinta
Dubai


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 8 jam didalam pesawat kini Haikal, Anin dan juga Maya akhirnya menginjakkan kaki mereka di bandara internasional Dubai (DXB). Haikal bisa bernapas lega karena baik Anin maupun Maya tidak mengalami kesulitan yang berarti selama perjalanan walaupun mereka dalam keadaan hamil.


Jika diawal kehamilannya Maya sering mengalami mual muntah serta sangat sensitif dengan berbagai macam bau maka memasuki trimester kedua kehamilannya, hal tersebut sudah lumayan berkurang meskipun kadang dia masih tidak tahan atau terlalu menyukai bau yang aneh menurut Haikal. Namun demikian perut keduanya sampai saat ini tampak datar jika dilihat sekilas namun jika diteliti lebih lanjut barulah perut mereka tampak membuncit.


Tiba salah satu hotel bintang lima yang sangat mewah yang sudah disiapkan khusus oleh Rama, mereka bertiga segera beristirahat untuk memulihkan tenaga agar stamina mereka kembali bugar untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan.


Namun Haikal bahkan tidak bisa membayangkan hal menyenangkan bagaimana yang akan mereka lakukan disana kecuali yang bisa dibayangkan olehnya saat ini hanyalah menemani dua wanita hamil itu kesana kemari dan dia sebagai fotografer dadakannya lalu selebihnya tentu saja menemani mereka berbelanja dan dia yang harus membawakan semua barang belanjaan tersebut. Rencana yang sangat apik bukan, ya tentu saja karena tadi Haikal sempat mendengarkan percakapan Anin dan Maya seputaran hal tersebut.


Haikal tidak kehabisan akal, dia menyewa jasa guide bukan hanya dibayarnya untuk mengantar mereka berkeliling selama di Dubai tetapi juga untuk menjadi asisten pribadi mereka selama disana, Haikal tidak mau jika apa yang dibayangkannya benar terjadi.


"By, ayo tolong ambil foto kami". Ketika kalimat itu keluar dari mulut sang istri tentu guide yang bernama Arshan itu yang akan melakukannya dengan senang hati apalagi dengan gaji yang cukup menjanjikan dari Haikal.


"Ada Arshan sayang". Jawab Haikal enteng.


"By, aku mau kamu yang mengambilnya".


"Kenapa harus aku?".


"Karena anakmu maunya kamu".


"Kamu yang berfoto kenapa anakku yang jadi imbasnya".


"Tentu saja karena aku sedang hamil, bukankah wanita hamil sangat sensitif dan selalu ingin dimanjakan oleh suaminya". Jawaban Anin yang seperti anak kecil itu membuat Haikal tidak berkutik. Mau tidak mau Haikal harus menuruti keinginan istrinya itu karena kehamilan Anin memang kelemahan Haikal.


Interaksi suami istri itu mampu membuat Arshan sering kali tertawa karena baru melihat tingkah aneh mereka, dimana kadang Anin sangat manja kepada suaminya namun terkadang juga sangat dingin. Ada keanehan lainnya juga yang dilihat olehnya karena Haikal berlibur dengan membawa dua wanita yang belakangan diketahui keduanya tengah hamil, dia sempat berpikir jika Haikal memiliki dua istri.


Sementara dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap intens kearah mereka. Mata indah dengan bulu mata lentik, alis tebal dan warna bola matanya cokelat persis ciri khas mata orang Dubai. Mata itu terus mengikuti arah gerak gadis yang tidak asing baginya dengan senyum yang mengembang kemudian dia teringat akan sesuatu yang sulit untuk dilupakan.

__ADS_1


"Tenyata dia sudah memiliki pasangan". Ujarnya datar melihat interaksi gadis yang menjadi incaran matanya sejak tadi.


•••••


Ketika senja menyapa Haikal memutuskan untuk mengajak Anin dan Maya kembali kehotel. Kemanapun mereka mengajaknya pergi maka Haikal akan memenuhinya namun dengan syarat tentunya tidak boleh kelelahan karena kondisi mereka berdua yang harus ekstra dijaga.


Makan malam dihotel bintang lima tempat mereka menginap adalah pilihan yang paling tepat rasanya selain makanannya yang lezat, chef direstoran hotel tersebut juga sangat terlatih dalam menyajikan berbagai macam makanan khas Indonesia hal tersebut karena menurut informasi yang diperolah Haikal dari Arshan jika pemilik hotel tersebut masih memiliki garis keturunan Indonesia.


"Sepertinya menarik jika kita bisa bertemu langsung dengan pemilik hotel ini". Seru Haikal.


"Tentu saja tuan, pemilik hotel ini sangat ramah dan baik. Dari informasi yang saya dapatkan seperti beliau memang sedang berada di Dubai setelah sekian lama melakukan perjalan bisnis ke beberapa negara". Jelas Arshan, pria yang menjadi guide mereka memang seseorang yang sangat pintar jika dilihat dari segala jenis pengetahuannya.


"Aku mau ke toilet dulu ya". Seru Maya disela mereka menunggu makanan pesanan mereka datang.


"Apa perlu aku temani?". Tanya Anin.


Langkah Maya menuju toilet terhenti ketika hidungnya menangkap wangi parfum yang sangat dikenalnya. Parfum yang sangat ingin dia cium selama kehamilannya dan tidak ada satu orangpun yang tahu akan hal itu. Bisa dikatakan jika Maya ngidam ingin mencium parfum tersebut secara langsung bahkan dia selalu rajin ketoko parfum untuk mencari yang persis namun dia tidak dapat menemukannya.


"Mungkin parfum yang anda cari adalah salah satu parfum yang dibuat khusus untuk seseorang nona, jadi tidak dijual sembarangan". Begitulah pendapat setiap pemilik beberapa toko parfum yang dia datangi.


"Wangi parfum ini". Batin Maya, kemudian dia berbalik mencari sumber bau yang sangat menyengat dihidunnya itu. Namun langkahnya terhenti ketika bau tersebut hilang dibalik ruangan yang tidak mungkin dia masuki yaitu toilet pria.


"****". Umpatnya dalam hati. "Apa yang aku lakukan kenapa aku masih mengingat wangi parfum itu, lupakan May, itu adalah wangi parfum paling breng sek didunia". Ketika tersadar apa yang dilakukannya Maya kemudian melangkah kembali menuju toilet wanita dan merutuki kebodohannya.


"Tuan Haikal". Seru seorang pria yang tidak asing bagi Haikal, ya dia adalah tuan Marvin Askari salah satu rekan bisnisnya yang juga menjadi salah satu investor yang sempat menolongnya disaat perusahaannya hampir bangkrut dulu.


"Tuan Marvin, anda disini?". Tanya Haikal kemudian mereka berjabat tangan dan saling berpelukan.

__ADS_1


"Ya, harusnya saya yang bertanya kenapa anda disini, lebih tepatnya di negara saya dan bahkan hotel saya?".


"Woow, benarkah?. Jadi Marvin Askari pemilik hotel mewah ini, satu kebetulan yang sungguh luar biasa".


"Terimakasih, senang bisa menyapa langsung anda disini, apakah anda berlibur atau ada perjalanan bisnis disini?".


"Saya berlibur bersama istri dan juga adik saya yang sedang ke toilet, perkenalkan ini istri saya Anin". Haikal memperkenalkan Anin lalu Anin dan Marvin saling berjabat tangan.


"Senang bisa berkenalan langsung dengan anda nona Anin, salah satu pemilik hotel bintang lima yang sukses di Indonesia".


"Senang juga bertemu anda tuan, sepertinya saya masih perlu belajar banyak tentang bisnis perhotelan pada anda tuan".


Percakapan itupun berlangsung cukup lama bahkan mereka melupakan Maya yang sejak tadi pergi ke toilet, hingga dari kejauhan Anin melihat Maya kemudian melambaikan tangan agar Maya melangkah lebih cepat karena Haikal dan Anin ingin memperkenalkannya kepada pemilik hotel tempat mereka menginap.


Penciuman Maya kembali terganggu dengan wangi parfum yang lagi-lagi secara mendadak muncul di indera penciumannya sehingga dia kembali berhenti melangkah kearah Anin untuk menetralkan perasaannya.


"Maaf tuan Haikal, nona Anin saya harus segara pergi karena ada urusan mendadak". Ucap Marvin yang bagkit dari duduknya.


"Sungguh sayng sekali harusnya kita makan bersama dulu tuan Marvin".


"Benar sungguh sangat disayangkan tapi saya akan pastikan kepuasan anda pada pelayanan kami selama berada dihotel ini dan jika saya punya waktu luang kita akan atur jadwal ulang untuk kembali bertemu".


"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak atas segala kemurahan hati tuan Marvin untuk kami". Haikal menjabat tangan Marvin kemudian Marvin segera melangkah pergi,


Dari kejahuan Maya bisa melihat sekilas sosok yang membelakanginya itu, meskipun terlihat asing baginya namun dia tahu betul jika itu bukanlah Arshan.. Dengan rasa penasaran kemudian dia kembali kemeja dan bertanya kepada Anin siapa yang bersama mereka tadi.


"Oh, jadi pemilik hotel ini". Respon Maya sambil menganggukkan kepala ketika Anin menjelaskan tentang Marvin Askari pemilik salah satu hotel bintang lima itu.

__ADS_1


__ADS_2