Hanya Cinta

Hanya Cinta
2 Asisten menyebalkan


__ADS_3

Sungguh indah dunia ketika kita bersama orang kita cintai. Itulah yng sekarang sedang dirasakan oleh dua insan manusia yang selam 3 hari berturut betah disebuah ruangan dengan melakukan aktifitas yang sama pula.


Jika wajah Haikal dihiasi dengan senyum penuh kemenangan dakln kepuasan maka lain halnya dengan Anin yang sedari tadi menggerutu tidak jelas karena merasa bosan tidak melakukan apapun selain melayani suaminya itu, bahkan dia uring-uringan ketika Haikal bahkan tidak membiarkannya memakai baju lebih dari 3 jam.


"Hari ini kita akan pulang kan?". Tanya Anin antusias karena Haikal mengatakan padanya jika mereka akan berada dirumah sakit selama 3 hari untuk menyehatkan tubuh masing-masing.


"Iya". Jawab Haikal singkat dia seolah tidak rela kembali pada kenyataan hidup yang harus mereka jalani dimana mereka akan disibukkan oleh banyak pekerjaan yang akan menyita waktu mereka untuk berduaan. Melihat Anin sangat bahagia kekesalan Haikal semakin bertambah. "Sepertinya kamu sangat bahagia bisa pulang, kamu tidak senang berduaan denganku disini?".


"Bu-bukan begitu, aku merasa sangat bosan tidak kemana-mana dan tidak melakukan apapun selama 3 hari ini".


"Sayang, kita kan melakukan banyak hal disini, bahkan kamu sering mengeluh kelelahan".


"Dasar mes um, yang ada dipikiran hanya itu saja. Kita punya banyak pekerjaan belum lagi aku sebentar lagi akan wisuda jadi banyak hal yang aku persiapkan". Anin mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang merona karena malu mendengar ucapan Haikal.


"Hehe, Jangan memancingku dengan bibirmu itu atau kita akan tetap berada disini lagi untuk hari ini". Sangat menggemaskan bagi Haikal melihat sisi lain istrinya yang ternyata manja dan suka ngambekkan itu.


Setelah menyelesaikan sarapan yang sudah disiapkan khusus oleh seorang pelayan yang datang setiap hati untuk memenuhi segala kebutuhan mereka Haikal menyeret langkahnya dengan malas kearah pintu karena mendengar ketukan pintu dari luar, dia sudah bisa menebak siapa yang datang berkunjung sepagi itu. Tentu saja Rama tidak akan membiarkan dia menghabisakan waktunya bersama Anin lagi hari ini.


"Kamu tidak bisa tidak tepat waktu untuk sehari saja". Haikal langsung memberondong seseorang dibalik pintu namun alangkah terkejutnya dia yang datang ternyata adalah Lila.


"Selamat pagi tuan, sepertinya anda sudah sangat membaik sekarang dan siap untuk segera pulang". Ucapan Lila tersebut terdengar seperti sindiran bagi Haikal. Tanpa mampu menjawab Haikal hanya mempersilahkan Lila masuk berikut dengan 2 orang pelayan yang dibawa bersamanya untuk membereskan semua barang-barang mereka.


"Selamat pagi nona, saya datang menjemput seperti 3 hari sudah cukup untuk anda menjawab tuan, karena jika lebih lama lagi giliran anda yang akan sakit". Lagi-lagi sindiran Lila itu sangat tajam terdengar ditelinga Haikal. Bukan tanpa alasan Lila mengatakan begitu dia melihat sang nona mudanya terlihat sangat pucat tentu dia sudah bisa menebak apa yang mereka lalukan selama 3 hari ini.


"Akhirnya kamu datang tepat waktu, aku harus segera kekampus hari ini untuk mengurus segala kebutuhan hari wisudaku".


"Anda tidak perlu kemana-mana hari ini, saya sudah membereskan semuanya, sebaiknya saya antar anda kerumah saja untuk beristirahat".


"Kamu lihat sayang, Lila memang asisten yang sangat pengertian beda dengan Rama, dia tahu kita butuh istirahat, ayo kita pulang". Haikal langsung merangkul Anin untuk meninggalkan rungan bersejarah itu.


"Maaf tuan muda, bukan kita tapi hanya nona Anin saja yang butuh istirahat. Seperti yang saya katakan tadi anda terlihat sangat sehat bakhan dokter akan susah mendiagnosa penyakit anda". Wajah Haikal sangat kesal mendengar perkataan Lila berbeda dengan Anin yang reflek tertawa kecil, dia yakin jika sang asisten sudah tahu tentang sandiwara yang dijalani suaminya. Sekarang Haikal yakin bahwa yang dikatakan oleh banyak orang benar ada jika semua asisten yang dimiliki oleh CEO-CEO muda itu kebayakan memang menyebalkan meskipun mereka dapat diandalkan.

__ADS_1


"Terserah kamu saja". Ujar Haikal pasrah. Tidak lama berselang makhluk menyebalkan lainnya juga menampakkan diri diruangan tersebut.


"Selamat pagi tuan, saya membawa baju kerja anda kurang dari satu jam lagi kita ada pertemuan penting". Rama menyerahkan paper bag berisi pakaian kerja Haikal dan diterima dengan malas olehnya.


"Mari nona, mobil sudah siap". Lila seolah tidak peduli dengan dua lelaki dihadapan.


"Hey, tunggu dulu aku belum ganti baju". Ucap Haikal pada Lila.


"Tuan akan kekantor sedangkan nona akan pulang kerumah".


"Lila ayolah, rumah dan kantor kan searah apa salahnya aku dan istriku pulang bersama".


"Kita tidak akan kekantor tuan kita ada pertemuan penting di Marvin Corp kurang dari satu jam lagi". Sela Rama.


"Haaah, aku rasanya akan benar-benar sakit jika lebih lama lagi bersama dengan kalian berdua". Haikal menunjuk Lila dan Rama bergantian. "Sayang, tolong bantu aku".


"Haikal kamu ini seperti anak kecil, bukankah Rama sudah menegaskan kalau kalian dikejar oleh waktu, ayo cepat bersiap".


"Waktu anda 15 menit dari sekarang tuan". Ucap Rama datar sambil berlalu dari ruangan itu dan diikuti oleh Lila.


"Hebat sekali dia mengaturku seenaknya dan sialnya sekarang dia kompak sekali dengan asisten wanita itu". Gerutu Haikal.


Setelah selesai memakai pakaiannya Haikal keluar dari kamar mandi menuju sofa dimana Anin sedang duduk sambil memaikan handphone nya, mengecek betapa banyaknya hal yang dia tidak tahu karena selama 3 hari bersama Haikal dirumah sakit handphone tersebut tidak diizikan disentuh oleh suaminya itu.


"Sayang, pakaikan dasiku". Anin meraih dasi dan memakaikannya. Haikal harus membungkukkan tubuhnya agar Anin mudah meraih lehernya karena tubuhnya yang tinggi menjulang. Kedua tangan Haikal memeluk pinggang ramping milik Anin sambil menatap intens sang istri.


"Kenapa menatapku begitual, ada yng aneh diwajahku?. Tanya Anin yang salah tingkah karena terus di tatap oleh Haikal tanpa berkedip.


"Aku sedang menatap kecantikan istriku ini untuk menambah semangat kerjaku hari ini". Ujar Haikal lembut sambil mengelus-elus pipi Anin.


"Sudah selasai, sekarang ayo kita keluar". Anin terlihat sangat malu dengan ucapa Haikal dan memilih untuk menghindar.

__ADS_1


"Sayang, tunggu dulu, mau kemana heem?. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengubah panggilan untukku". Haikal menarik Anin memeluknya dari belakang dan mengeratkan pelukan tersebut.


"Panggilan apa?".


"Tentu saja panggilan untuk suamimu yang tampan ini, sangat tidak romantis ketika seorang istri memanggil suaminya dengan nama saja".


"Lalu aku harus panggil apa?".


"Apa saja yang penting harus romantis, kamu bisa memanggilku suamiku, sayangku, cintaku atau apapun itu".


"Seperti anak kecil saja, apa itu penting?".


"Sayang jangan bertanya dengan pertanyaan yang sudah biasa dibaca oleh orang-orang mereka pasti akan bosan". 😋


"Maksudnya?". Tanya Anin bingung.


"Lupakan, sekarang cepat apa panggilan sayangmu untukku. Kamu tidak dengar dua orang menyebalkan diluar terua mengetuk pintu itu". Ujar Haikal yang sangat kesal dengan Rama dan Lila yang terus memanggil mereka secara bergantian.


"Baiklah hubby, aku akan memanggilmu by". Anin akhirnya mengalah karena sudah tidak tahan mendengar Lila dan Rama saling bersautan memanggil mereka diluar sana.


"Ya ampun manis sekali. Baiklah sekarang beri aku ciu man karena aku harus segera berangkat". Haikal membalikkan tubuh Anin dan mengecup seluruh wajah Anin dan pada bibir tipis Anin yang sangat menggemaskan bagi Haikal.


Setelah melakukan perpisahan yang manis sebelum berpisah kini keduanya berada didalam mobil masing-masing untuk mencapai tujuan mereka masing-masing. Sepanjang jalan dengan laptop diatas pahanya Haikal terus menyunggingkan senyuman mengingat momen manis bersama istrinya selama 3 hari ini.


Didalam mobil yang berbeda Anin juga hampir sama dengan Haikal. Wajahnya juga selalu dihiasin dengan senyuman, Lila yang memperhatikan hal tersebut juga ikut tersenyum bahagia.


"Semoga Kebahagiaan selalu menyertai anda dan tuan Haikal nona, saya akan selalu memastikan hal tersebut". Gumam Anin dalam hati.


•••••


Gak usah dilike apalagi divote, kasih aja vote dan likenya ke otor yang lebih mempuni, tapi kalau kalian berkenan tolong komen yaa dimana kata-kata atau kalimat yang gak nyambung atau salah ketik biar aku revisi kembali, makasih untuk yang sudah berkenan membaca semoga terhibur 🤗

__ADS_1


__ADS_2