
Di rumahnya, malam itu Anin sudah sejak tadi sore menunggu Haikal pulang dari kantor, namun Haikal belum juga menunjukkan batang hidungnya di rumah meskipun jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dia hendak membicarakan tentang masalah pekerjaan Haikal dan akan meminta Haikal untuk mengundurkan diri dari perusahaan keluarga Wijaya.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 10 barulah Haikal pulang ke rumah dengan menggunakan motornya.
"Dari mana saja jam segini baru pulang?". Tanya Anin dengan sangat ketus.
"Aku setiap hari kan kerja". Jawab Haikal singkat.
"Ini udah jam 10 malam, memang kerjaan kamu sangat banyak sampai harus pulang larut malam".
"Tadi ada acara makan malam bersama dengan teman-teman kantor makanya aku telat pulang".
"Oh, jadi perayaan untuk kemenangan tender tadi".
"Aku lelah ingin istirahat". Jawab cuek sambil melangkah menuju kamar.
"Haikal tunggu dulu, aku lagi bicara".
"Aku tidak mau membicarakan masalah pekerjaan di rumah".
"Aku mau kamu berhenti bekerja di perusahaan Wijaya".
"Hah, apa aku tidak salah dengar?".Tanya Haikal.
"Pokoknya aku tidak mau kamu kerja disana".
"Aku tidak perlu persetujuan kamu Anin, aku akan melakukan apapun yang menurutku benar, jadi berhenti mengatur hidupku".
"Kenapa hah? apa karena itu perusahaan Maya, kamu mau setiap hari ketemu sama perempuan itu kan?".
"Itu bukan urusanmu, aku tidak perlu menjelaskan apapun sama kamu".
"Haikal, aku punya hak tau semua tentang hidup kamu, aku istri kamu dan kamu suamiku". Bentak Anin.
"Suami?, tepatnya aku adalah orang yang kamu paksa untuk jadi suami kamu. Berhenti mengatur hidupku dan urus saja hidupmu sendiri". Haikal pergi meninggalkan Anin tanpa mau berdebat atau mendengarkan penjelasan apapun dari Anin.
__ADS_1
Anin terduduk di sofa dengan perasaan yang sulit di artikan, ada rasa sedih dan sakit di hatinya ketika mendengar perkataan dari Haikal, air matanya tanpa sadar menetes dengan sendirinya.
Kenapa aku harus nangis?. Semua yang di ucapkan oleh Haikal itu adalah kenyataan jadi aku tidak perlu sedih, air mata aku tidak pantas keluar cuma untuk seorang lelaki walaupun itu kamu Haikal. Batin Anin sambil mengusap kasar wajahnya.
°°°°°
Sejak perdebatan yang terjadi antara Haikal dan Anin beberapa hari yang lalu, baik Haikal maupun Anin sudah tidak saling berbicara lagi. Anin merasa jika Haikal tidak mengerti tentang dirinya sedangkan Haikal merasa jika keegoisan Anin semakin hari semakin bertambah dengan selalu mengatur hidupnya.
Belakangan mereka bahkan juga tidak lagi sering bertemu karena Anin yang sering pulang larut malam ketika Haikal sudah tertidur dan Haikal juga pagi-pagi sekali sudah berangkat kerja saat Anin masih tertidur pulas. Meskipun mereka memang sudah terbiasa tidak berkomunikasi namun berbeda dengan saat ini, Haikal dan Anin sama-sama merasa ada yang kurang dari hari-hari mereka.
"Anin kemana Bu?". Tanya Haikal kepada Bu Marta.
"Belum pulang tuan muda. Sepertinya nona Anin lembur lagi di kantor". Jawab Bu Marta.
"Tapi ini udah larut banget Bu dan hampir setiap malam dia pulang larut malam terus, memangnya ada apa sih Bu?". Tanya Haikal lagi.
"Jadi, tuan muda tidak tau ya, perusahaan nona Anin kan lagi krisis, jadi mungkin nona Anin harus kerja ekstra untuk menyelamatkan perusahaannya". Jawab Bu Marta polos.
"Apa?". Haikal terhenyak mendengar ucapan bu Marta. Rasa bersalah menyeruak di relung hatinya atas keputusan menghidari Anin selama ini dan tidak mau tahu menahu apapun tentang Anin.
Haikal kemudian kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Anin dan menanyakan keadaannya, namun beberapa kali panggilan itu di lakukan hasilnya tetap nihil, ponsel Anin tidak bisa di hubungi. Haikal semakin panik dia mondar-mandir di kamarnya sambil terus melihat keluar jendela menunggu kedatangan Anin.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam namun Anin belum juga menunjukkan batang hidungnya. Haikal kemudian teringat tentang Lila, lalu dia bergegas menghubungi Lila.
***Tut, Tut, Tut*.....
📲** Haikal : "Hallo Lila, kamu di mana sekarang?".
📲 Lila : "Dimana?, jam segini tentu saya di rumah".
📲 Haikal : "Apa?. Di rumah? lalu dimana Anin?"
📲 Lila : "Nona Anin? apa nona Anin belum juga pulang jam segini?
📲 Haikal : "Lila, kalau dia sudah pulang kenapa saya harus tanya kepadamu".
__ADS_1
📲 Lila : "Ya Tuhan, sepertinya nona Anin masih di kantor tuan".
📲 Haikal : "Apa? di kantor, ini udah tengah malam Lila, kenapa bisa Anin masih di kantor?".
📲 Lila : "Tadi kami memang lembur tuan, tapi jam 9 malam saya pamit untuk pulang begitu juga dengan nona Anin, dia bilang dia akan segera pulang, atau jangan-jangan nona Anin ketiduran di kantor".
📲 Haikal : "Oh my god".
Tut, Tut, Tut....
Haikal langsung mematikan sambungan telepon dan bergegas menyambar jaket dan kunci motornya untuk pergi menuju kantor Anin. Haikal memacu motornya dengan kecepatan yang sangat kencang karena merasa sangat khawatir dengan keadaan Anin.
Tak butuh waktu lama untuk Haikal sampai di kantor Anin, dia kemudian langsung berlari menuju ruangan Anin dan betapa terkejutnya dia mendapati sang istri tertidur di meja kerjanya dengan laptop di depannya masih menyala.
Haikal melangkah sedikit demi sedikit dengan perasaan yang sangat hancur melihat sang istri yang kelelahan karena bekerja dengan sangat keras untuk mempertahankan perusahaannya yang sedang krisis itu.
Ya Tuhan Anin, kamu hampir membuat aku gila karena tidak tau kamu pergi kemana. Aku benar-benar tidak tega liat dia seperti ini, aku harus bantu Anin agar perusahaan ini tidak failed. Batin Haikal sambil memandang teduhnya wajah Anin yang sedang tertidur pulas.
Haikal mengangkat tubuh Anin menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana. Kemudian Haikal kembali ke meja kerja Anin untuk melihat apa yang bisa di lakukan untuk membantu Anin. Setelah menyelesaikan semua pekerjaan Anin, Haikal kembali menuju sofa dan duduk di lantai sambil memandangi wajah istrinya, tanpa disadari Haikal tertidur dengan posisi wajahnya dan Anin saling berdekatan karena jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Keesokkan harinya seluruh karyawan mulai datang ke kantor di jam kerja seperti biasanya. Namun Haikal dan Anin sepertinya sangat menikmati tidur mereka sehingga mereka belum juga terbangun. Seorang OB yang bertugas membersihkan ruangan Anin pun masuk ke ruangan tersebut, dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu. Belum sempat sang OB beranjak keluar tiba-tiba Lila datang dan langsung tersenyum melihat pemandangan manis di pagi hari itu.
"Kamu tidak usah membersihkan ruangan nona Anin dulu, karena nona Anin dan tuan Haikal masih tertidur, jangan ganggu tidur mereka". Ujarnya kepada sang OB.
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu". Sang OB kemudian meninggalkan ruangan itu.
Lila sangat bahagia melihat Haikal dan Anin seperti itu dan berinisiatif untuk mengambil foto mereka berdua.
Cekrek, cekrek...
Baiklah, ini adalah pasangan terbucin yang pernah aku lihat, jadi fotonya hari aku abadikan. Gumamnya dalam hati.
Lila meninggalkan ruangan Anin dan memberitahukan kepada sekretaris Anin agar melarang siapapun yang ingin menemui sang Dirut muda itu.
**Bersambung....
__ADS_1
Gaes, jangan lupa ritual yak, vote, like dan comment 🤗😘💞**