Hanya Cinta

Hanya Cinta
Mengajak Maya


__ADS_3

Yang paling direpotkan jika melakukan segala sesuatu yang mendadak tentu saja Rama orangnya. Dalam watu satu malam Rama harus mendapatkan tiket untuk Maya. Saat Haikal menghubunginya Rama sedang bergelung dibawah selimut tebalnya bersama seorang wanita cantik tentu saja mereka sedang melakukan ritual saling menyenangkan tubuh masing-masing dengan berbagi kehangatan.


Ya, Rama sikaku yang menurut Haikal belum memiliki pasangan ternyata sudah menikah, lalu mengapa Haikal tidak mengetahuinya, tentu saja karena Haikal tidak pernah melihat CV milik Rama. Rama adalah salah satu pegawai kepercayaan diperusahaan milik Anin dan jauh sebelum Haikal menjadi direktur utama diperusahaan tersebut Rama sudah bekerja disana.


Hal lain yang membuat Haikal tidak tahu jika Rama sudah memiliki pasangan adalah karena pria gagah yang berusia 10 tahun lebih tua darinya itu tidak pernah membicarakan tentang masalah pribadinya kepada Haikal. Tentu Rama menjadi orang kepercayaan diperusahaan karena dia sangatlah profesional.


"Tuan tidak adakah yang lebih ekstrim untuk aku lakukan selain harus memesan tiket pesawat ditengah malam buta seperti ini?". Tanya Rama datar namun penuh penekanan karena kesal dengan tingkah bosnya yang mengganggu aktifitas pentingnya.


"Lakukan saja apa yang aku minta, kamu akan tahu nanti jika sudah menikah bagaimana repotnya mengahadapi seorang istri apalagi kalau dia sedang hamil. Dasar kamu ini, bekerjalah dengan ikhlas agar aku doakan kamu cepat menikah".


Mendengar segala ocehan sang majikan membuat Rama bungkam dan memilih melakukan apa yang diminta oleh Haikal tanpa membantahnya karena hal yang paling dihindari olehnya adalah berdebat dengan Haikal karena dia tahu hal tersebut sangatlah sia-sia untuk dilakukan.


Dubai adalah salah satu tujuan pariwisata paling populer di dunia. Kota ini memiliki hotel bintang lima terbanyak kedua di dunia dan juga bangunan tertinggi di dunia Burj khalifa. Keindahan kota tersebut diharapakan Haikal bisa membuat sang istri melupakan segala permasalahan yang bertubi-tubi menghampiri rumah tangga mereka akhir-akhir ini.


Namun jika mengingat Maya akan ikut serta bersama mereka bukannya melupakan permasalahan tapi justru menambah permasalahan itu sendiri. Haikal bukannya tidak suka jika Maya ikut kemanapun mereka pergi karena nyatanya selama ini Maya memang selalu diajak kemanapun mereka pergi terutama saat pemeriksaan kehamilannya baik Haikal ataupun Anin tidak akan membiarkan Maya pergi sendirian, hanya saja tidak untuk kali ini dia hanya ingin menghabiskan waktu berduaan saja dengan sang istri karena begitu Anin melahirkan nanti pasti kebersamaan mereka dengan sendirinya akan semakin berkurang dengan hadirbya sang buah hati ditengah mereka


"Apa ini?". Tanya Maya bingung ketika Anin menyodorkan sebuah tiket pesawat menuju Dubai padanya.


"Tentu saja tiket untukmu". Jawab Anin datar.


"Untukku?".

__ADS_1


"Iya, besok kita akan ke Dubai".


"Besok?. Kenapa mendadak sekali?".


"Ini kejutan dari Haikal, babymoon untuk kita berdua. Sudah jangan bertanya siapkan saja dirimu dan biarkan pelayan menyiapkan semua bajumu". Jawaban dari mulut Anin sontak membuat wajah Maya dihiasi dengan senyum getir.


"Anin, kamu tidak perlu melakukan ini".


"Melakukan apa?".


"Anin ayolah tidak perlu sampai seperti ini kamu berusaha menghiburku, apa aku kelihatan sangat menyedihkan". Maya memasang wajah yang sangat santai bahkan selama ini tidak pernah satu orangpun melihatnya dengan wajah sedih apalagi menangis, sepertinya dia cukup pandai memainkan perannya sebagai wanita tangguh dan tak terkalahkan.


"Aku tidak akan pergi tanpamu".


"Dan kamu jangan berpura-pura kuat May, aku tahu kamu rapuh, aku tahu kamu tidak sekuat yang terlihat. Kamu harus melalui semuanya sendiri tanpa mengeluh sedangkan aku ada Haikal yang selalu berada disampingku lalu bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu disini sedangkan yang lebih butuh liburan adalah kamu , dimanapun daan kapanpun itu aku dan Haikal selalu bisa berduaan sedangkan kamu?. Tidak ada penolakan lagi karena aku akan pergi hanya kalau kamu ikut bersama kami kalau tidak berarti kakakmu itu gagal memberikanku sebuah kejutan babymoon yang manis dan ibu juga sudah mengetahui jika kita bertiga akan berangkat besok". Tegas Anin dan tentu saja Maya tidak bisa membantah lagi.


Percakapan dua wanita hamil itu tanpa sengaja ternyata didengar langsung oleh Haikal dibalik pintu kamar Maya, ketika Haikal yang sedang mencari dimana keberadaan istrinya. Keegoisan Haikal sirna seketika ketika mendengarkan percakapan tersebut, benar seperti yang dikatakan oleh istrinya jika hari-hari yang dilalui oleh Maya sangatlah sulit dan berat, tidak terbayangkan olehnya jika istrinya lah yang mengalami hal tersebut.


Haikal yang mengerti jika Maya menolak ajakan Anin karena rasa tidak enaknya terhadap dirinya segera berinisiatif untuk ikut membujuk Maya.


Tok, tok, tok...

__ADS_1


"Sayang, kamu didalam?". Tanya Haikal dibalik pintu membuyarkan percakapan dua wanita tersebut.


"Iya by aku didalam". Anin bergegas menuju pintu yang diikuti pula oleh Maya lalu membukakan pintu untuk Haikal. "Kamu mencariku?". Tanya Anin.


Haikal langsung bergeser ketika pintu terbuka. "Masuklah dan bantu nona Maya menyiapkan semua pakaian-pakaiannya". Titah Haikal kepada seorang pelayan yang ikut serta bersamanya. Anin tersenyum manis melihat apa yang dilakukan oleh suaminya, hatinya merasa sangat terharu menyadari betapa beruntungnya dia bisa memiliki Haikal yang selalu bisa mengerti dirinya.


"Emmh, Kak, sebenarnya aku tidak akan ikut dengan kalian aku merasa kondisiku kurang fit untuk berpergian". Tangkas Maya langsung agar Haikal membatalkan untuk mengajak dirinya.


"Aku sudah memastikan semuanya aman May, jadi kamu tidak perlu khawatir". Ya, benar saja Haikal memang tadi sudah menghubungi dokter kandungan yang biasa menangani Anin dan juga Maya untuk menayakan tentang kondisi kehamilan Maya karena dia tahu jika istrinya sudah mengatakan Maya harus ikut maka itulah yang harus terjadi.


"Tapi kak, aku-".


"Aku seorang suami yang ingin mengajak istrinya melakukan perjalanan menyenangkan pada masa kehamilan istriku tapi hal itu hanya akan terjadi jika adikku ini membantunya, lagi pula aku juga ingin membuat kenangan yang manis untuk keponakan pertamaku jadi jika aku bisa melakukannya secara bersamaan apa salahnya. Bukankah itu jauh lebih menghemat biaya, hehe?". Ujar Haikal sambil mengacak gemas rambut Maya.


Maya sangat terharu dengan sikap pasangan suami istri yang ada dihadapannya ini, bagaimana bisa dia pernah berencana menghancurkan pernikahan mereka sedangkan saat dirinya merasa hancur berantakan tanpa siapapun disisinya merekalah yang membantunya.


"Sekarang masuklah dan bantu mempersiapkan segala kebutuhan adikku". Perintah Haikal kepada pelayan.


"Baik tuan". Sang pelayan kemudian bergegas masuk kekamar Maya tanpa bisa dihalangi lagi oleh Maya.


"Ayo sayang kita harus istirahat yang cukup karena besok akan menjadi perjalanan yang cukup melelahkan. May, kamu juga istirahatlah ". Ujar Haikal.

__ADS_1


"Baik kak". Kemudian Maya hendak berbalik menuju kamarnya kembali namun diurungkan. "Anin". Seru Maya ketika Anin dan Haikal hendak menjauh. "Terimakasih". Maya menghampiri Anin kemudian memeluknya sejenak.


Anin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Rasa haru menyeruak dihati Haikal melihat perubahan sikap yang sungguh luar biasa dari istrinya itu. Haikal kemudian merangkul sang istri menuju kamar meraka dan Maya tentu saja harus segera membereskan segala keperluannya dalam waktu yang sangat singkat itu, beruntung ada pelayan yang selalu setia membantunya.


__ADS_2