Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)

Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)
HUA : Terselamatkan


__ADS_3

Hawa harus bisa membiasakan diri melanjutkan hidupnya, lepas dari mimpi indahnya selama beberapa hari ini bersama Adam. Malam ini dia akan kembali bertugas bekerja di klub milik mami Cinta, tapi entah kenapa hatinya merasa berat sekali kalau harus melayani pria lain malam ini.


Tidak bisakah dia berhenti saja? Dia tidak ingin melanjutkan pekerjaan ini, biarlah Adam satu-satunya yang berada di dalam hidupnya. Hawa ingin kembali ke kampung dengan uang yang sudah dia dapatkan.


Tapi semua itu hanya ada dalam angan-angannya saja karena saat sore tadi, saat dia mengirim uang 20 juta itu, ibunya memberitahu bahwa ayahnya kembali dirawat di rumah sakit dan mereka memerlukan uang 40 juta untuk cuci darah dan juga untuk kemoterapi, belum lagi untuk keperluan kedua adiknya.


Masalahnya lagi, rumah sakit di kampungnya hanya ada satu rumah sakit pemerintah dan itu pun harus pergi ke kota, kurang lebih tiga jam dari rumah mereka.


Terpaksa Hawa harus kembali ke dunia gelapnya. Pekerjaan yang sangat bertentangan dengan batin dan perasaannya.


"Lo kenapa? wajah lo kusut amat, ada masalah apa?" tanya Cindy yang kebetulan duduk di dekatnya.


Mita sudah mulai bekerja. Seseorang yang biasa menyewa jasanya sudah membooking nya sejak satu jam yang lalu.


"Pussy... kemari, Mami kenalkan dengan om Broto, malam ini kamu temani dia ya," ucap mami Cinta setelah Hawa berdiri di depan pria buncit dan pendek itu.


Apa yang ditakutkan Hawa, akhirnya terjadi. Dia pasrah walau hatinya menjerit malam itu. Dia harus merelakan tubuhnya untuk menemani om genit yang dia yakin sudah memiliki istri apalagi anak yang usianya pasti seumuran dengan dirinya, tapi inilah kehidupan.


Inilah dunia malam kota Jakarta di mana pria-pria tua bangka mencari mangsa, gadis di bawah umur yang dia rasa lebih menggairahkan dari istrinya.


"Kamu cantik sekali, aku sudah sering ke tempat ini tapi kenapa tidak pernah bertemu dengan wanita secantikmu? Om sangat beruntung malam ini datang lebih awal," ucapnya genit menyentuh tangan Hawa.


Spontan Hawa menarik tangannya dari genggaman pria tua bangka itu. Wajah om Broto tentu saja terkejut, dia tidak mengharapkan penolakan apalagi karena dia sudah bayar mahal malam ini.

__ADS_1


Namun dia berusaha memahami keadaan Hawa. Saat Hawa ditunjukkan padanya tadi, mami Cinta sudah mengatakan bahwa gadis itu adalah anggota baru yang mungkin belum bisa beradaptasi dengan kebiasaan para pelanggan di LeRoi.


Mendengar bahwa yang akan menemaninya malam ini adalah anak baru tentu saja membuat Om Broto semakin bersemangat. Dia merasa beruntung karena bisa lebih dulu menyewa jasa Hawa. Fantasi dan imajinasinya tentang pergulatan mereka di ranjang sudah menghiasi pikiran om Broto sejak melihat sosok Hawa.


Kali kedua Om Broto memegang tangan Hawa, gadis itu terpaksa membiarkannya. Beberapa anak buah mami Cinta yang ditempatkan untuk memantau mereka, berulang kali memberi isyarat dengan matanya untuk tidak menolak pelanggan.


"Om, sebaiknya kita minum dulu ya, biar aku temenin. Om mau minum?" tanya Hawa yang ingin mengulur waktu. Dia sendiri tidak tahu untuk apa, toh pada akhirnya dia juga harus menemani pria hidung belang itu.


Dia hanya ingin menyiapkan mental dan juga hatinya sehingga mengulur waktu untuk beberapa jam saja.


"Baiklah Cantik, kalau memang itu yang kau inginkan. Kita ke room," ucap om Broto.


Minuman yang dipesan Om Broto sudah diantar ke ruangan mereka. Hawa merasa gelisah tubuhnya terasa hangat tapi dia tidak mungkin mengatakan kepada mami Cinta, kalau dia tidak ingin bekerja malam ini.


"Kamu kenapa gelisah, sih? kamu tenang aja, kamu akan menikmatinya. Om janji kita akan bersenang-senang malam ini," ujar Om Broto tersenyum genit. Sungguh Hawa merasa jijik menerima sentuhan pria itu tapi dia bisa berbuat apa pun selain patuh.


Setengah jam bersama Om Broto pria itu berulang kali menyentuh pipinya, membelai dan mencoba untuk mencium tapi Hawa sebisa mungkin mengelak hanya tersenyum dan pura-pura malu agar pria itu tidak marah.


Om Broto sudah memegang pipi Hawa, mencoba untuk menarik gadis itu agar bisa cium bibirnya tapi Hawa yang merasa tubuhnya semakin gemetar dan hangat mencoba mendorong dada pria itu.


"Om, saya ke toilet dulu ya, gak enak nih kayak ada yang ngeganjel," ucap Hawa melepaskan diri.


Om Broto yang merasa hari masih panjang hanya mengangguk sembari tersenyum. Dia yakin malam ini dia pasti bisa menikmati Hawa.

__ADS_1


Perasaan Hawa yang tidak enak ternyata beralasan. Dugaannya tepat, ketika dia memeriksa pakaiannya, ternyata hari ini di datang bulan.


Ada rasa gembira dan lega di hatinya karena mendapati keadaannya seperti ini. Tentu saja dia tidak bisa bekerja dan melayani Om Broto, dia harus segera melaporkannya kepada mami Cinta.


"Om, aku minta maaf ternyata hari ini saya lagi datang bulan. Aku juga nggak tahu Om, kalau hari ini aku hai*d," ucap Hawa meremas tangannya. Dia takut sekali kalau Om Broto akan bertindak kasar kepadanya. Mita sering bercerita kalau pelanggan di sini rese, kadang mereka suka main tangan apalagi kalau sudah mabuk.


"Kamu ngomong apa? Kamu mau mencoba ?mempermainkan saya, ya? jangan main-main sama saya! Saya bisa menghabisimu! Kamu tidak tahu siapa saya, berani sekali kamu mempermainkan saya!" salak Om Broto merasa dipermainkan.


"Maaf, Om tapi aku serius. Aku nggak bohong, Om," sahut Hawa ketakutan hampir menangis.


Broto yang sudah tidak ingin mendengar ocehan Hawa, segera menghubungi mami Cinta. Tidak lama wanita itu datang masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada om Broto? Kenapa om Broto sangat marah?" tanya mami cinta sembari mencengkeram lengan Hawa sekuat tenaga.


"Maaf, Mi. Aku nggak bisa melayani Om Broto, hari ini aku datang bulan. Ini juga baru tahu, tadi sore nggak ada, Mi," terang Hawa dengan wajah ketakutan.


Tanpa menunggu waktu lagi, mami Cinta segera menyeret Hawa masuk ke dalam kamar mandi untuk memeriksa apakah yang diucapkan Hawa itu benar atau hanya bualan gadis itu semata.


"Buka celanamu!" perintah Mami cinta. Berkali-kali melakukan operasi pada wajahnya membuat bentuk wajah Mami Cinta semakin menyeramkan.


Tanpa perlawanan Hawa segera membuka pakaiannya. Ada noda darah di sana yang membuktikan perkataannya. Mami Cinta mendengus kesal, sebaiknya kamu segera suntik KB tiga bulan saja, agar hai*dmu gak teratur! Semakin jarang kau datang bulan, maka kesempatan menghasilkan uang yang banyak juga semakin besar," ujar mami Cinta dengan marah.


"Sudah kau segera pulang saja, aku muak melihat wajahmu! Kau membuatku kesal. Terpaksa aku harus mengembalikan uang milik om Broto hanya karena kau tidak bisa melayaninya. Semoga dia mau menerima wanita lain kalau tidak, habislah sudah.

__ADS_1


"Aku minta maaf, Mi," ucap Hawa. Ada perasaan lega di hatinya. Dia tidak perlu lagi melayani pria genit yang sudah tua itu.


__ADS_2