Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)

Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)
HUA : Hari Pernikahan


__ADS_3

Meriahnya acara pernikahan itu melebihi anak pejabat tinggi yang menikah, begitu ramai dan juga diselenggarakan di aula ballroom hotel terbesar di kota ini.


Pukul 05.00 sore Tiger sudah datang menjemput Hawa. Hari ini pria itu khusus melayani Hawa sesuai dengan perintah Adam, dia tahu ini adalah hal terburuk untuk Hawa, datang ke acara pernikahan orang yang dia cintai.


Seandainya Hawa tahu bahwa Adam juga merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan, tersiksa berdiri di atas pelaminan mencoba untuk tersenyum menyambut kedatangan para tamu yang memberi ucapan selamat kepada mereka berdua.


Terlihat keluarga Mahesa hadir dan duduk kursi yang sudah di susun berjejer di atas pelaminan, sebaris dengan kedua mempelai.


Keluarga Mahesa di sebelah kanan, dan keluarga Sutopo di sebelah kiri. Ibu Dewi memakai kebaya berwarna senada dengan Reka. Di depan umum, keduanya harus tampak berdamai, seolah ibu mantu yang harmonis.


Gara yang tidak peduli sama sekali dengan pernikahan itu hanya bisa menunjukkan sikap pasifnya, menyalami para tamu tanpa mau menegur.


Pemberitaan di media saat ini hangat mengenai acara pernikahan Adam Mahesa. Tidak hanya cetak, media online dan juga televisi ikut meliput dan mengabarkan acara itu. Tapi kayaknya headline news, tidak akan menarik tanpa di bumbui kabar miring.


Gonjang Ganjing perihal anak bungsu dari keluarga Mahesa pun mulai terdengar, terlebih ketika dia itu tidak tampil di acara pernikahan itu.


Kabar angin yang berembus mengatakan bahwa anak dalam keluarga Mahesa memang tidak pernah akur satu sama lain, begitupun dengan anak musuh yang tidak menyukai kedua abangnya terlebih ibunya.


Satu-satunya anak yang berani melawan pemerintah dari nyonya Dewi. Seperti halnya saat ini, si anak sulung menjadi penyebab sang ibu murka. Padahal saat dia menghadiri acara wisudanya di Jerman kala itu, ibu Dewi sudah berpesan agar anaknya itu datang pada pesta pernikahan abangnya, nyatanya dia mengabaikan perintah itu.

__ADS_1


"Tiger bagaimana nasibku setelah tuan Adam menikah nanti?" tanya Hawa spontan, pandangannya masih tertuju ke jalanan yang mereka lalui menuju hotel.


Perasaan tidak tenang di dalam hati Hawa kini setiap malam mulai menghantuinya. Kalau dulu kebersamaannya dengan Adam tidak terlalu membebani pikirannya, karena saat itu pria itu masih lajang berbeda dengan sekarang, pria itu sudah sah menikah yang artinya jika dia tetap menjadi simpanan Adam, maka banyak konsekuensi yang harus dia terima juga dosa yang berlipat kali ganda.


Mulai dari disebut sebagai pelakor, juga bisa dipenjara dituntut oleh istri sah Adam jika sampai ketahuan menjadi simpanan suaminya.


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, semua sudah diatur oleh tuan Adam. Oh ya, Nyonya, saya lupa seharusnya Anda menandatangani kontrak yang baru, sudah direvisi yang isinya menjamin hak dan kenyamanan Anda," terang Tiger membocorkan sedikit isi dari perjanjian kontrak mereka yang baru.


Tapi Hawa tidak memedulikan hal itu, sejujurnya dia memang butuh uang tapi bukan itu yang utama. Bahkan setelah di rekeningnya begitu banyak uang yang masuk dari Adam bisa dibilang dia tidak peduli lagi dengan uang.


"Kontrak dan hanya kontrak yang kalian pikirkan tanpa bisa memikirkan perasaanku," cicitnya begitu pelan tapi masih bisa didengar oleh Tiger. Pria itu mengerti perasaan Hawa, dia juga kasihan melihat gadis itu.


Adam juga akan uring-uringan saat mereka berdua bertengkar dan Tiger'lah yang menjadi sasarannya. Pernah suatu ketika Adam dan Hawa bertengkar. Hawa marah karena Adam terlalu mengekangnya, tidak mengizinkannya pergi bersama teman-temannya.


Hawa sakit hati karena Adam berulang kali mengingatkannya bahwa dia adalah gadis yang disewa. Semua kehidupannya ada di tangan Adam. Dengan penuh tekad malam itu Hawa tidak mau melayani pria itu, memilih mengurung diri di perpustakaan hingga membuat Adam menyesali apa yang sudah dia lakukan kepada Hawa.


Adam tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Hawa dengan memukul ataupun menjambak gadis itu, guna melampiaskan amarahnya, dia memilih untuk keluar menenangkan diri.


Tiger lah yang menjadi korban, sepanjang malam harus begadang menemani bosnya yang mabuk dan berceloteh tentang perasaannya kepada Hawa. Bagaimana ia membenci wanita itu karena sudah memberikan pengaruh yang begitu besar pada hidupnya tapi itu hanya ungkapan seseorang yang sedang dibawa pengaruh minuman, keesokan harinya mereka sudah kembali bermesraan setelah Adam minta maaf.

__ADS_1


Semua sudah berubah. Saat dulu di dalam kamus Adam tidak ada kata maaf, kini kosakata itu sudah baku di dalam kamusnya! Setiap Hawa cemberut atau ngambek, Adam akan kalang kabut, mendekati gadis itu, meminta maaf dan merayu agar mau memaafkannya.


Adam yang dulu tidak peduli apapun pendapat orang, kini dia sangat memikirkan apa yang akan dikatakan Hawa tentang apa yang dia lakukan. Dia akan selalu menjaga penampilannya agar bisa menarik perhatian Hawa dan begitu ketakutan kalau sampai gadis itu meninggalkannya karena sudah tidak tertarik lagi padanya.


Tindakan orang yang jatuh cinta memang bodoh, bahkan seorang Adam Mahesa yang sangat diminati oleh kaum hawa di negeri ini bahkan tidak percaya diri dihadapan seorang Hawa yang notabene hanya gadis simpanannya.


"Tiger bagaimana kalau aku tidak mau melanjutkan kerjasama ini? Apakah aku akan dipenjara?" cicitnya, kembali pikirannya melayang-layang bahkan dia sendiri tidak sadar apa yang dia ucapkan.


"Anda hanya sedang merasa sedih, Nyonya karena hari ini adalah hari pernikahan tuan Adam. Tenangkan hati dan pikiran Anda, percayalah kepada beliau. Besok akan sama seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada yang berubah," jawab Tiger mencoba menenangkan perasaan Hawa.


Belakangan ini, Hawa memang sangat sensitif, dia juga males untuk melakukan apapun dan memikirkan hal yang membuatnya pusing. Masa bodoh kini sudah menjadi motonya entah sejak kapan dimulai.


"Nyonya kita sudah sampai," ucap Tiger yang menyantak lamunan Hawa.


Terlihat sudah banyak para tamu undangan yang berdatangan saat Hawa menapaki kakinya dan keluar dari mobil. Semua mata tertuju kepadanya. Dia merasa minder dan tidak percaya diri, padahal tatapan yang diberikan kepadanya adalah tatapan memuja namun, dalam pikiran Hawa itu adalah tatapan menyelidik mengenai statusnya yang pernah menjadi pe*lacur.


Hal itu semakin membuatnya frustrasi dan tidak percaya diri. Entah baju apa yang dibelikan oleh Tiger kepadanya hingga dia menjadi pusat perhatian.


Di pintu masuk dia bertemu dengan keempat sahabatnya yang sudah lama menunggu kedatangannya, bersama mereka masuk ke ruangan itu, mulai berbaur dengan para tamu dan mencari tempat untuk duduk. Kedatangan mereka dihalau oleh seseorang yang sejak tadi memperhatikan Hawa.

__ADS_1


"Selamat malam, Kita pernah bertemu," ucap pria itu menatap tajam ke arah Hawa.


__ADS_2