Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)

Hawa untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)
HUA : Dibebaskan


__ADS_3

"Apakah kau sudah menyelesaikan mengurusnya? di mana dia sekarang?" tanya Adam tanpa mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang dia tandatangani.


Untuk sesaat Tiger bingung apa yang dibicarakan oleh bosnya, namun ketika Adam mengangkat wajahnya dan melayangkan tatapan menuntut jawaban, akhirnya dia mengerti dan wajahnya berubah kaku.


"Maaf Bos, saya belum sempat mengurusnya. tapi hari ini akan saya selesaikan," jawab Tiger.


Adam yang mendengar penjelasan Tiger murka, seketika dia melempar bolpoin yang ada di tangannya dengan penuh amarah.


"Hal sepenting itu dan kau bisa lupa? Sebenarnya kau masih mau menunjukkan loyalitasmu kepadaku atau tidak?!" salak Adam.


Tiger kehabisan kata-kata, dia tidak bisa menjawab pertanyaan bosnya. Dia sendiri mengutuk kebodohannya, kenapa dia sampai lupa untuk mengurus masalah sepenting ini.


Saat ini mereka sedang berada di Australia mengurus bisnis Adam. Hari di mana Tiger mengantarkan Hawa pulang, Adam juga bertolak ke Australia. Satu malam dilalui pria itu tanpa henti memikirkan Hawa, dia begitu gelisah.


Dia pikir setelah tiga hari memuaskan diri dengan wanita itu, rasa penasaran akan diri Hawa akan sirna dan pastinya akan jenuh kepada wanita itu. Nyatanya pikirannya salah, dia justru tidak tenang.


Beberapa rapat yang dia ikuti bersama rekan bisnisnya juga hancur. Apa yang dibicarakan dan dibahas pada rapat itu pun tidak dia simak, pikirannya tersita kepada Hawa. Bagaimana gadis itu? Apa yang sedang dilakukan gadis itu?


Bahkan amarah Adam tiba-tiba muncul pada saat meeting dia membayangkan kalau Hawa sedang melayani pria lain. Hal itu membuatnya sangat marah hingga melempar berkas yang dia baca dan keluar begitu saja dari ruang meeting.


Saat itu juga dia memerintahkan Tiger yang ikut bersamanya untuk menyuruh anak buahnya menjemput Hawa kembali dan mengantarkannya ke apartemen menunggu Adam untuk pulang.


Tapi Tiger lupa untuk mengutus anak buahnya hingga Adam saat ini mengingatkannya kembali. Tidak menyangka kalau gadis yang melayani tuan mudanya beberapa hari itu bisa menjadi sosok yang sangat berarti bagi bosnya.


Tiger pikir Hawa hanya seorang pe*lacur yang biasa disewa lalu setelah puas dikembalikan ke tempatnya.

__ADS_1


Tampaknya bosnya masih ingin bermain-main bersama gadis itu sebelum dia nanti menikah dengan wanita yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya.


Sejujurnya, pada awalnya, Adam berpikir bahwa sudah saatnya dia mengembalikan Hawa, dia tidak boleh terlalu terlena, menikmati kebersamaan dengan gadis itu.


Jauh sebelum dia mengenal Hawa, ibunya sudah menjodohkannya dengan seorang gadis, karena sang Ibu tidak ingin perpisahan Adam dengan Reka membuat pria itu tidak menyukai wanita.


Saat ini calon istri Adam sedang menimba ilmu di Jerman bersama adik Adam yang juga sedang kuliah di sana mereka mengambil jurusan yang sama yaitu kedokteran. Dan kebetulan pula wanita itu bersahabat dengan adik Adam.


Jadi sejauh mana pun dia berhubungan dengan Hawa, perpisahanlah pada akhirnya yang harus mereka terima.


Nyatanya Adam tidak bisa melepaskan dirinya dari pesona Hawa, dia bahkan ingin sekali meninggalkan negeri itu saat ini dan kembali ke Indonesia untuk segera bertemu dengan Hawa.


Tiger sudah akan pergi keluar dari ruangan Adam, dia ingin menghubungi tangan kanannya yang berada di Indonesia untuk segera menjemput Hawa kembali, tapi belum sampai keluar dari kamar hotel, Adam sudah keluar dari ruang kerjanya dan segera mengejar Tiger.


"Tunggu," ucapnya menghentikan langkah pria yang memiliki tinggi hampir 185 meter lebih itu.


Dia tidak mau lagi diserang risau saat jauh dari Hawa. Membayangkan gadis itu berada di pelukan pria-pria hidung belang, membuatnya marah. Dia adalah pria pertama bagi Hawa, jadi Adam ingin Hawa hanya menjadi miliknya sendiri.


"Tapi bos, bukankah Anda akan segera menikah? lantas bagaimana kelanjutan nasib nona Hawa nantinya?" tanya Tiger memberanikan diri.


Selama ini keduanya tidak hanya sekedar menjadi bos dan juga asisten tapi juga sebagai sahabat. Ada kalanya Tiger berani untuk mengemukakan pendapatnya pada Adam, sebaliknya Adam juga sering cerita kepada Tiger . Tidak ada hal yang tidak diketahui oleh asisten sekaligus orang kepercayaannya itu.


"Kerjakan saja apa yang aku perintahkan! Aku tidak ingin memikirkan hal yang lainnya untuk saat ini, cukuplah masalah ini saja yang aku pikirkan. Intinya aku ingin agar Hawa aman dan tidak dijamah oleh laki-laki lain!"


"Saya akan melakukan apa yang Bos perintahkan, tapi apa Anda sudah memikirkan bagaimana kalau nanti nyonya besar sampai tahu tentu saja nona Hawa? pada akhirnya tidak akan menerima keadaan ini," ucap Tiger semakin berani yang dia pikirkan hanya satu kebahagiaan bosnya. Dia tidak ingin gara-gara seorang pelacur bernama Hawa, masa depan yang sudah dirancang nyonya besarnya untuk bosnya akan hancur, lagi pula ini semuanya kebaikan Adam!

__ADS_1


Tiger'lah yang menjadi saksi hidup, bagaimana hancurnya pria itu saat mendapati Reka berselingkuh di belakangnya. Dia bahkan berniat untuk bunuh diri pada saat itu, untunglah ibunda Adam memerintahkan Tiger untuk berada di sisi Adam dari sejak saat itu.


"Apa kau Kini lebih setia kepada ibuku daripada padaku?" tentang Adam.


Tiger tidak mau menjawabnya, dia yakin bosnya itu tahu apa jawabannya. Tiger mengganggu hormat lalu tanpa berkata apapun berlalu begitu saja.


Ada ikatan di antara Tiger dan Adam, bukan hanya sekedar bawahan dan atasan. Tiger yang bersama Adam melalui semua hal, baik itu hal buruk ataupun hal yang menyenangkan membuat Tiger mempunyai kedekatan dengan pria itu secara emosional.


Dia begitu salut melihat prestasi dan usaha yang dilakukan Adam yang menjadi tulang punggung keluarga, mempunyai beban dan tekanan dari berbagai pihak yang dituntut untuk memajukan perusahaan Mahesa corporation.


"Satu kehormatan, saya bisa menyambut kedatangan Anda, tuan Tiger," sapa Mami cinta ketika anak buahnya memberitahukan bahwa Tiger ada di ruang VIP, ingin menemui dirinya dan ingin berbicara hal yang serius.


Mami cinta bisa menebak kalau ini berhubungan dengan Hawa. Semenjak Hawa di booking tiga hari oleh Adam, Mami cinta tahu kalau gadis itu akan menjadi ladang uang baginya dari tuan muda Mahesa.


"Tidak perlu basa-basi, aku tahu kau sudah bisa menebak tujuan kedatanganku. Aku ingin menjelaskan satu hal padamu, aku menginginkan gadis itu untuk tuanku!"


"Baiklah, tapi aku minta maaf kalau untuk sekarang tidak bisa karena Pussy sedang sakit," tolak mami Cintai membakar rokok yang ada disela jarinya.


"Sakit apa?" tanya Tiger panik. Dia takut kalau terjadi hal buruk pada Hawa, maka pria pemarah itu akan membunuhnya.


"Biasalah penyakit wanita, satu minggu ini dia tidak bisa bekerja tapi Minggu depan Aku pastikan dia sudah siap untuk menemani dan melayani tuhan Mahesa," jawab mami Cinta dengan senyum gembira, dipikirannya sudah bisa membayangkan tumpukan uang yang dihasilkan Hawa.


"Tuan Mahesa bukan ingin membooking beberapa hari, tapi ingin meminta Anda melepaskan nona Hawa untuk selamanya. Tuan Mahesa tidak ingin dia bekerja di sini lagi dan menginginkan gadis itu menjadi pelayan pribadinya," terang Tiger dengan nada dingin.


Seketika mami Cinta terdiam. Dia ingin memahami situasi yang dia hadapi saat ini. Wanita itu harus cermat menghitung untung dan rugi, jika dia melepaskan Hawa. Gadis itu baru satu minggu di tempatnya, tapi sudah mendatangkan masalah begitu banyak dan saat ini ada orang yang ingin menebusnya, kenapa dia tidak menjualnya saja? Lagi pula dia pasti bisa mendapatkan harga yang fantastik.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, saya akan mulai buka harga dengan 500 juta!"


__ADS_2