
Hawa sedang menikmati tidur siangnya ketika sebuah mobil mewah berhenti di depan kosan Mita.
Ketukan berulang kali di depan pintu membuat Mita yang sedang nyenyaknya menggeplak bantalnya, kesal karena harus terganggu. Gadis itu pun bangkit membukakan pintu, ingin melihat siapa orang yang sudah berani mengganggu tidur siangnya.
Tebakannya hanya satu, mungkin tukang galon. Tadi pagi dia memesan galon hingga siang ini tidak diantar juga.
Betapa terkejutnya Mita saat yang berada di depannya adalah sesosok pria tinggi, berwajah dingin dan tentu saja tatapan yang sangat tajam. Dia pernah melihat pria itu di klub tempat mami Cinta, tapi dia tidak menyangka pria itu datang ke kosannya untuk mencari dirinya atau Hawa.
"Anda mencari siapa?" tanya Mita diselah mulutnya yang menguap. Dia baru saja berhasil memejamkan mata namun Tiger yang berulang kali mengetuk pintu membuat tidurnya terganggu.
"Saya ingin bertemu dengan Nona Hawa!" ucapnya tegas tanpa senyum dan juga mimik wajah datar.
"Ada apa dengan Hawa? Anda siapa?" tanya Mita mengintrogasi Tiger, dia tidak bisa membiarkan sembarangan orang membawa Hawa tanpa pengawasan dan juga penjelasan ke mana dia akan dibawa pergi.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan nona Hawa, boleh tolong panggilkan dia?" Kembali Tiger memasang wajah seramnya.
Mita ingin sekali membuka mulut menolak permintaan Tiger, tapi jujur dia tidak berani, jadi dia memilih untuk mengangguk, lalu masuk ke dalam.
"Wa, di luar ada orang, dia mau ketemu sama kamu," ucap Mita mengguncang tubuh Hawa agar gadis itu bangun.
__ADS_1
"Siapa Mit, aku ngantuk banget, tadi malam gak bisa tidur. Baru ini mulai terpejam," sahut Hawa justru mengambil bantal dan menutup wajahnya.
"Aku nggak tahu, tapi kayaknya aku pernah deh, lihat wajah pria itu. Mungkin dia suruhan om-om yang booking kamu pertama kali," jawab Mita.
Tapi Hawai memang benar-benar mengantuk, dia sudah kembali lagi tertidur tidak menanggapi ucapan Mita.
Menunggu reaksi Hawa yang tidak kunjung datang, Mita pun curiga kalau temannya itu kembali tidur. Dia menarik bantal yang menutupi wajah Hawa dan benar saja gadis itu sudah pulas, kembali hanyut dalam dunia mimpinya.
"Bangun, Wa. Buruan lihat pria yang ada di depan itu, dia menunggu. Aku nggak mau ya tempat ini jadi roboh dibuatnya, Kamu nggak lihat sih, gimana wajahnya menyeramkan tahu. Darimana sih kamu bisa kenal orang seperti itu? Udah kayak bos mafia aja gelagatnya," ucap Mita yang kali ini benar-benar mengguncang tubuh Hawa dengan keras.
Hawa tidak bisa lagi memejamkan mata, dengan kesal dia duduk, namun tidak juga bangkit. Dia memerlukan waktu untuk mengumpulkan nyawanya agar bisa membuka mata
Dengan berjalan sempoyongan, Hawa menemui pria yang dimaksudkan oleh Mita. Begitu melihat wajah Tiger, rasa ngantuk dan juga kesalnya tiba-tiba hilang begitu saja.
"Tiger kau datang kemari untuk menemuiku, ada apa?" tanya Hawa ikut duduk di karpet yang digelar Mita untuk tempat duduk Tiger.
"Aku disuruh bos untuk membawa Anda kembali ke apartemen. Saat ini tuan Adam sedang berada di luar negeri dan akan kembali tiga hari lagi, jadi untuk sementara waktu Anda harus menunggumu tuan Adam di apartemennya sendirian," terang Tiger.
Mita duduk dengan Hawa, melirik ke arah sahabatnya itu, dalam hatinya bertanya apakah pria yang dimaksud oleh Tiger adalah om-om yang menyewa Hawa untuk pertama kali itu, karena tampaknya Hawa begitu tenang mendengar ucapan Tiger.
__ADS_1
Sementara itu hati Hawa justru melambung tinggi, dia begitu gembira mendengar kabar itu. Rasa rindunya akan terobati dengan bertemu kembali dengan pria yang sudah bersarang di dalam hatinya entah sejak kapan, yang pasti Hawa menyadari kalau dia sangat menyukai Adam. Namun, itu hanya sebatas disimpan di dalam hati, dia sadar tidak mungkin dirinya bisa mendapatkan pria laksana bintang seperti Adam.
"Baiklah kalau begitu aku akan ikut. Tunggu sebentar, aku akan mengambil pakaian dan perlengkapanku," ucap Hawa tersenyum. Gadis polos itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.
"Tunggu dulu, kamu nggak bisa pergi seenaknya, Wa. Memangnya dia udah izin sama mami? Memangnya dia sudah bayar sama mami Cinta seperti waktu itu dia booking kamu? Setidaknya mami Cinta harus tahu karena kamu itu di bawah asuhan mami Cinta," terang Mita menahan tangan Hawa yang ingin bangkit berdiri.
Hawa akhirnya lemas, dia lupa kalau ternyata dia tidak bisa pergi begitu saja. Dia sudah berada di bawah kekuasaan mami cinta, segala gerak-geriknya dan langkahnya semua ditentukan oleh germo itu.
"Benar kata Mita, Tiger aku harus menghadap pada mami cinta dulu. Aku nggak bisa pergi begitu saja," jawab Hawa yang merasa sedih.
Dia takut kalau Mami cinta tidak akan membiarkannya pergi, terlebih wanita itu saat ini begitu kesal kepadanya karena tidak bisa melayani pelanggan.
"Anda tidak usah khawatir, sekaligus tidak perlu meminta izin kepada wanita itu lagi. Anda juga tidak perlu kembali bekerja di tempat itu, karena tuan Adam Mahesa sudah membebaskan Anda dari tempat itu. Dia sudah membayar mahal agar wanita itu melepaskan Anda dari sana," terang Tiger dengan wajah skeptisnya.
Kedua wanita yang mendengar hal itu tentu saja terkejut. Mata Mita terbelalak begitupun Hawa. Mereka tidak menyangka kalau Adam sudah menebus Hawa, yang jadi persoalan adalah saat nanti Adam sudah bosan dan ingin melepasnya telah tiga hari, lantas ke mana dia harus mencari pekerjaan?
Tapi membayangkan dirinya berada dalam pelukan pria itu membuat Hawa menepis segala keraguan dan pikiran takutnya. Kalau nanti tiba waktunya Adam melepaskannya, pasti pria itu akan memberikan uang kepadanya seperti dulu. Biarlah dengan uang itu dia akan pulang ke kampung, membuka usaha dan hidup mandiri, bekerja menghasilkan uang yang halal.
"Menurutmu gimana, Mit? Di satu sisi aku begitu gembira bisa lepas dari mami Cinta, tapi di sisi lain aku juga tidak enak hati kepadamu," ucap Hawa ketika mereka berdua sudah berada di kamar Hawa, gadis itu harus buru-buru membereskan pakaiannya agar segera ikut dengan Tiger.
__ADS_1
"Wa, aku hanya ingin yang terbaik untukmu, kalau memang kau yakin ingin ikut bersama pria itu, maka pergilah. Kau jangan takut. Biasanya kalau pria itu mau menyewamu berulang kali, itu artinya dia nyaman denganmu. Dia akan memberikan banyak uang padamu, dengan uang itu kau bisa membantu pengobatan ayahmu dan juga biaya adik-adikmu sisanya kau bisa membuka usaha atau setidaknya bisa menjadi modal untuk bertahan selama kau mencari pekerjaan yang halal. Mungkin sudah jalannya kau lepas dari pekerjaan itu," terang Mitha.
Hawa yang mendengar ucapan sahabatnya itu tidak tahan lalu menarik tubuh Mita dan memeluk gadis itu sembari menangis tersedu-sedu.