Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
21. Mommy sakit ?? (1)


__ADS_3

 


Di dalam kamar mandi, awalnya Michella hanya ingin membasuh mukanya, dan sikat gigi. Tetapi kemudian dalam dirinya merasakan mual yang begitu kuat, hingga dirinya tidak tahan, dan mencoba mengeluarkan isi perut dari dalam dirinya. Tapi sia-sia saja, karena memang Michella masih belum memakan atau meminum apapun pagi ini, setelah bangun tidur dirinya langsung ke dalam kamar mandi.


Karena suara dari Michella, membuat pintu kamar mandi terbuka, dan menampilkan sosok lelaki bertelanjang dada masuk, dan mencoba membantunya.


“Ada apa ?? Kau sakit ??” Diavolo terdengar sangat khawatir, tetapi lelaki itu mencoba untuk tetap tenang. Meskipun dalam hatinya masih begitu takut dan juga khawatir.


Michella menyerah, dirinya tidak bisa mengeluarkan apapun, dan menggelengkan kepalanya lemah.


“Rasanya mual sekali.”


“Kau pusing ??”


“Sedikit.”


“Aku bantu.”


Diavolo dengan perlahan, membantu Michella kembali ke tempat tidur, karena wanita itu terlihat sangat lemah, dan pucat.


“Aku panggilkan dokter kemari, atau kita ke rumah sakit ??”


“Lebih baik ke rumah sakit saja, aku memiliki kenalan dokter di sana.” Ujar Michella mengingat teman dokternya yang menjadi langganannya jika dirinya sakit. Lagipula, jika di panggilkan dokter lainnya, Michella khawatir mereka hanya akan menyebarkan informasi pribadinya.


Bukan bermaksud sombong, tapi Michella pernah ke dokter lainnya, dan dokter itu adalah penggemar berat Michella. Sudah tahu, bukan apa yang terjadi selanjutnya  ?? Dan Michella tidak mau kejadian yang pernah dia alami, akan terulang kembali. Jadilah, dia memilih pergi keluar, ke rumah sakit hanya untuk memeriksakan dirinya, daripada memanggil dokter kemari.


“Baiklah, bersiaplah, aku akan menyetir untukmu.” Ujar Diavolo yang kemudian bersiap, mengganti pakaiannya, dan memilih pakaian untuk Michella pakai nanti.


“Apakah anak-anak harus ikut ??”


“Kau bisa tanyakan kepada mereka, aku terbiasa memberikan mereka pilihan, agar mereka bisa berlatih menentukan besoknya.” Ujar Michella tersenyum lemah di sana.


“Kau benar-benar menanamkan didikan baik sejak kecil.”


Michella mengangguk, “Aku hanya khawatir,  jika mereka menjadi sosok yang tidak punya pendirian dewasanya.”


Diavolo mengangguk, “Haruskah aku membantumu memakai pakaian ??”


“Ya, bantu aku berdiri, aku sedikit pusing.”


“Aku akan membantumu memakai pakaian.”


“Tidak perlu.”


“Tidak apa, kau lemas sekali, ayo aku bantu.”


Michella tidak bisa mengelak lagi, karena memang dirinya merasa sangat lemas dan lesu saat ini, entah dia kuat untuk berdiri atau tidak tanpa bantuan dari Diavolo. Dan lelaki itu dengan perlahan membantunya, tapi tidal berdiri, melainkan menyandarkan tubuh Michella ke bagian headboard tempat tidur, dan perlahan mengganti pakaian Michella. Diavolo melakukannya dengan perlahan dan penuh kehati-hatian seakan memperlakukan kekasihnya dengan sangat lembut dan baik. Setelah itu, dia tersenyum kepada Michella.


“Aku akan berbicara dengan anak-anak.”


Michella mengangguk, “Aku akan menelfon dokterku dulu.”


Diavolo mengangguk pelan, dia mengecup kening Michella dengan lembut barulah dia keluar dari kamar. Seakan kecupan itu sebagai permohonan ijinnya untuk keluar dari kamar. Michella sempat menyentuh keningnya yang dicium oleh Diavolo, sama seperti semalam, lelaki itu mengecup keningnya. Pipi Michella memerah malu, dia menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk tetap tersadar.


Kenapa aku malah seperti anak remaja yang baru jatuh cinta ?! Batin Michella mengumpati cara dirinya terlihat menyukai dan jatuh hati dengan Diavolo. Michella kemudian meraih handphonenya yang berada di atas meja nakas, kemudian mencari nomer di kontaknya.


Setelah mendapatkan nomer yang dia cari, Michella segera menghubungi melalui sambungan telepon.


“Hmm ?? Bella ?? Apa kau ada di rumah sakit ??”

__ADS_1


“...... ??”


“Aku.. Butuh bantuan mu.. Mungkin sebentar lagi, aku akan ke rumah sakit.”


“..........”


“Yeah, aku bangun tidur, dan rasanya sangat mual dan sedikit pusing. Aku harap, aku tidak menganggu pekerjaanmu.”


“........”


“Baguslah, aku percaya padamu.”


Setelah itu, sambungan teleponnya di tutup. Tidak lama, dia mendengar suara langkah kaki, dan Michella tahu siapa sosok yang mendekatinya. Pintu terbuka, menampilkan dua anak yang terlihat khawatir dan sedih, lalu keduanya mendekati Michella.


“Mom ?? Kau baik-baik saja ??” Tanya Catholo melihat wajah ibunya yang sangat pucat, meskipun masih kecil tetapi keduanya benar-benar sosok anak yang baik dan penuh pengertian, keduanya akan terlihat sangat sedih saat mengetahui Mom mereka jatuh sakit.


“Kata Daddy.. Mom sakit, dan harus pergi ke rumah sakit.”


Michella tidak perlu terkejut, kenapa Cathina memanggil Diavolo dengan sebutan Daddy. Bukankah sejak pertama bertemu, Cathina gadis mungil itu menetapkan Diavolo sebagai ayahnya ?? Astaga, anak polos itu benar-benar tidak mau mendengarkan perkataan dari Michella yang menyuruhnya memanggil Diavolo dengan sebutan tuan saja. Tapi biarkan saja, lagipula Diavolo memang ayah kandung mereka.


“Jangan khawatir, Mom hanya sedikit kelelahan. Apakah kalian mau menemani Mom ke rumah sakit ??”


Keduanya mengangguk dengan penuh antusias, “Mom, jangan khawatir. Kami berdua akan melindungimu.” Ujar Catholo berbicara bak lelaki gagah yang hendak melindungi ratunya.


Disisi lain, Diavolo mengamati bagaimana interaksi kedua anaknya dengan Michella, sembari tersenyum kecil dan hatinya sangat senang, melihat keluarga kecilnya begitu bahagia dan terlihat sangat senang. Lelaki itu tahu, meskipun Michella yang sekarang bekerja dengan pekerjaan yang dianggap kotor, murahan tetapi dalam hati Michella tetaplah sama seperti dirinya yang dulu.


Yang membedakan adalah, Michella dulu adalah perempuan polos nan lugu, sementara sekarang dirinya sedikit lebih nakal dan berani. Diavolo tidak masalah jika Michella berbuat nakal hanya kepadanya, yang bermasalah adalah jika wanita itu berbuat nakal kepada lelaki lain, dan menggoda mereka. Maka Diavolo akan siap dengan senjatanya untuk menembak kepala dari mata lelaki keranjang yang memandangi Mommy nya itu. Oh iya, sesuai perjanjian, kini Diavolo lebih suka memanggil Michella dengan sebutan Mommy, meskipun dirinya akan tetap memperlakukan Michella bak ratu.


“Setelah dari rumah sakit, kita akan sarapan di luar. Karena Mommy sedang sakit, tidak mungkin dia akan memasak.” Ujar Diavolo yang mulai berbicara, kedua anak itu menoleh, dan mengiyakan seakan menyetujui perkataan Diavolo, meskipun tanpa mengatakan apapun.


“Kau benar, aku tidak mungkin kuat untuk memasak hari ini.” Ujar Michella dengan sedih, padahal durinya sudah mempersiapkan menu sarapan, makan siang, dan makan malam untuk keluarganya. Tetapi entah kenapa badannya menjadi sangat tidak enak, dan dirinya tidak yakin bisa memasak dengan kondisi tubuhnya yang sekarang.


“Benar, Mom jangan memasak. Lebih baik istirahat dulu.” Ujar Cathina dengan tatapan sedih ke arah Michella.


Diavolo memandang bingung, apakah Michella pernah masuk rumah sakit hingga menginap ?? Ada apa ?? Apakah dia pernah sakit parah ?? Sepertinya Diavolo harus lebih sering mempertanyakan kehidupan Michella saat dirinya di dalam penjara. Ah sial, Diavolo bahkan tidak memiliki komunikasi apapun dengan Michella saat dirinya masuk ke dalam penjara.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2