
“Hey, Mommy~ jangan diamkan aku sayang~”
Diavolo tahu dirinya menipu kekasihnya, tapi dia tidak pernah menduga jika Michella akan mendiamkan hingga beberapa menit, tentu saja Diavolo menangis dan meraung. Bahkan saat makan tadi, Michella hanya fokus dan mengajak kedua anak-anaknya berbicara, kemudian mengajari kedua anaknya belajar dan mengajak mereka tidur siang, setelah itu Michella mendiamkan Diavolo di dalam kamar.
“Mommy~”
Rasanya sulit bagi Michella untuk mendiamkan kekasihnya, apalagi jika lelaki itu menggunakan tatapan memelas miliknya itu, benar-benar luar biasa sulit bagi Michella untuk mendiamkannya. Apalagi nada manja itu selalu dia berikan dari mulut nakalnya dasar lelaki gila !!
“Kau tahu, bukan kesalahanmu ??”
“Hmm~ aku melihat kau kelelahan, makanya aku yang ikut menjemputnya~”
“Kau harusnya membangunkan ku !!”
“Tapi, pinggangmu pasti sakit, Mommy~ tidak mungkin kau kuat menjemput anak-anak, sebagai lelaki yang kuat dan baik, maka aku menggantikanmu.”
“Apa kau semalam benar-benar kesakitan ?!”
“Tentu saja..”
“Lalu ?? Bagaimana bisa, secepat itu lukanya sembuh, hingga kau keluyuran ?!”
“Mommy~”
Michella melipat kedua tangannya di dada, dan memberikan tatapan kesalnya sembari memandang ke arah Diavolo. Lelaki itu tahu, Mommy nya tidak akan semudah itu memaafkannya, padahal Diavolo sudah membujuk dengan makanan kesukaannya, kenapa sulit sekali membujuk Mommy nya itu ?!
Melihat segala cara tidak berhasil, Diavolo memiliki ide lainnya. Dia kemudian mendekati Michella yang berdiri enggan untuk memandang lelakinya karena kesal. Tiba-tiba saja, Diavolo memeluk dari belakang, membuat Michella terkejut.
“Diavolo !!”
“Mommy~ jangan marah padaku~” Ujar Diavolo kembali merengek manja kepadanya.
__ADS_1
“Hah... Astaga...”
“Aku.. Aku hanya sedikit mengancam lelaki itu, agar dia tidak mendekatimu.”
“Lelaki itu ?? Maksudmu Fael ?? Kau bertemu dengannya ?!”
Diavolo mengangguk.
“Apa dia.. Mengancammu ??”
Diavolo menggelengkan kepalanya, “Tidak, justru aku yang mengancamnya.”
Michella terkekeh pelan, dia sudah bisa menebak. Tidak mungkin, Diavolo akan menyerah atau takut dengan ancaman dari Fael, karena dari awal. Diavolo bukanlah tipe lelaki penyalah pada siapapun (kecuali pada dirinya). Jadilah, Michella berfikir jika Fael dan Diavolo akan bertarung, tapi ternyata tidak.
Karena jika keduanya bertengkar, bisa-bisa sekolah itu akan hancur. Eh ngomong-ngomong soal sekolah, Michella menjadi ingat sesuatu.
“Hey, Darling ?? Apa yang kau lakukan ?? Kenapa saat di sekolah, aku tidak lagi melihat murid yang membully anak-anak kita ??” Ujar Michella bertanya, sebenarnya dia tadi sudah merasakan hal yang berbeda, semenjak Diavolo datang menolongnya dari orang tua murid yang membully Cathina dan Catholo. Tapi dirinya tidak lagi melihat orang-orang itu.
Diavolo terdiam sejenak, kemudian menyeringai licik. Michella sudah yakin jika ini ada hubungannya dengan Diavolo, dan benar saja. Raut wajah Diavolo sudah menunjukkan segalanya. Apakah lelaki itu membunuh mereka ??
Oh jangan salah, Michella tidak berniat menghentikan atau memarahinya, justru Michella akan membantunya menyembunyikan mayat mereka.
“Apalagi yang kau rencanakan ??”
“Tidak banyak, hanya menyingkirkan hama yang tidak berguna.”
“Dengan cara ??”
Diavolo mengangkat bahunya acuh, “Aku membeli sekolahnya, dengan begitu tidak akan ada yang berani menganggu kedua anak-anak kita.”
Michella memberikan tatapan tidak percaya dan terkejut bukan main mendengarkan jawaban suaminya itu, dengan nada ragu dan memberikan tatapan penuh tanda tanya, “Membeli.. Hah ?? Membeli apa ??!”
__ADS_1
“Sekolah. Aku membeli sekolahnya, sayang.”
“Ba... Bagaimana bisa ??”
“Sekolah itu terlalu murah, tapi dengan membelinya, tidak akan ada yang macam-macam dengan Cathina dan Catholo sekarang.” Ujar Diavolo dengan enteng tanpa beban sedikitpun pada ucapannya.
Michella menepuk keningnya mendengarkan perkataan Diavolo, “Lalu apa yang akan kau lakukan dengan sekolah itu ??”
“Entahlah, jika sudah tidak digunakan, lebih baik di jual lagi. Aku membeli hanya untuk keselamatan anak-anak saja. Ladang bisnisku sudah terlalu banyak.” Ujar Diavolo dengan sombong, membuat Michella semakin menggelengkan kepalanya.
“Kenapa aku bisa jatuh hati, pada iblis br*ngs*k dan sombong ini ?!” Celetuk Michella dengan kesal.
“Karena aku tampan, dan mempesona. Siapa perempuan yang bisa menolak pesona indahku, hmm~ bahkan Mommy saja tidak bisa menolaknya, bukan ??” Ujar Diavolo dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi, sementara Michella memutar matanya malas.
“Kau terlalu percaya diri !!”
“Mommy, kau saja cemburu saat aku dekat dengan perempuan lain, jika kau tidak menyukai atau terpesona, kenapa kau cemburu ??” Lanjut Diavolo dengan menaikkan alisnya jahil, seakan dirinya yakin jika Michella tidak akan pernah bisa menjawab perkataannya.
Ya, Michella tidak bisa menjawab apapun lagi saat ini. Memang benar, dirinya terlihat sangat cemburu dan kesal, saat melihat Diavolo di dekati perempuan lain, bahkan Michella membayangkan dirinya menyiksa wanita yang telah mendekati Diavolo.
“See.. ?? Am I right ?? Mommy~”
“S-shut up !!”
Diavolo malah tertawa geli mendengarkan perkataan itu. Astaga, betapa lucunya Mommy nya saat kesal. Sudah berapa kali, Diavolo memuji Mommy kesayangannya itu lucu ?? Entahlah, yang jelas, Diavolo tidak akan pernah bosan memuji kekasihnya itu.
“Mommy, tidak perlu memalu untuk mengakui cintamu kepadaku.. Ayo~”
“Hen..hentikan !! Aku masih marah padamu.”
“Benarkah ?? Kau marah pada suamimu yang tampan ini ??”
__ADS_1
“Argh !! Kau menyebalkan !!”
Diavolo terkekeh pelan, mendengarkan perkataan dari Michella. Antara gemas dan lucu saat Mommy nya, berkata seperti itu. Rasanya, dia ingin mencubit kedua pipi Mommy nya itu. Bolehkah ?? Meskipun sedang ngambek, dan berusaha untuk mempertahankan wajah marahnya, tapi Diavolo bisa melihat pipi memerah malu saat Diavolo menggodanya.