Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
65. Sang raja mafia kini bangkit 2


__ADS_3

“Michella.. Diculik.. ??”


“Benar, tuan.. Tapi bukan itu, fokus utama kita. Tapi kebangkitan Raja Mafia...”


“Bukankah.. Raja mafia itu adalah.. Diavolo..?!”


Riel yang tadinya sedang kesal, karena rencananya menjebloskan Diavolo ke penjara gagal, kini mendengar kabar bertubi-tubi. Michella yang diculik dengan dua bayinya, dan anak-anak Michella, serta bangkitnya Sang Raja Mafia.


Diavolo sudah lama, tidak bangkit dengan mengerahkan semua anak buahnya untuk melakukan sesuatu, karena.. Lelaki itu berfikir ingin berhenti dari dunia mafia, demi perlindungan Michella. Tapi rupanya, Michella malah menjadi incaran para mafia lainnya, dan itu membuat emosi Diavolo meningkat. Dia bahkan membangkitkan namanya sebagai sosok Penguasa Tertinggi di Dunia Mafia yang sebenarnya sudah lama tidak dia pakai, namun kini sosok penguasa itu bangkit, seakan ingin menunjukkan kekuasaan tertingginya kepada siapapun yang mencoba mengganggu Michella.


“Haruskah aku menyerah saja ??” Pikir Riel, apakah dia mampu melawan Diavolo, jika lelaki itu mulai memunculkan kembali jati dirinya ?!


...


“Maafkan aku Michella.. Tapi kau terlalu keras kepala.”


“Lepaskan aku !!”


“Pfftt.. Dengan begini, aku bisa menyentuhmu secara bebas.”


Haydan mengikat kedua tangan Michella, dan kaki Michella dengan tali di atas ranjang. Michella berusaha terus memberontak, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena ikatan kuat di kedua tangannya, Haydan mendekati Michella tangannya mengarahkan kepala dan mata Michella ke arah wajahnya. Haydan kesal, semenjak tadi, Michella tidak membiarkan tangannya untuk menyentuh tubuh itu, tapi dengan cara seperti ini, maka Haydan bisa bebas menyentuhnya dan bahkan mencumbuinya.


“Michella, andai saja kau membiarkan aku menyentuhmu, maka sejak awal aku tidak perlu mengikatmu seperti ini.”


“Haydan !! Kau br*ngs*k !! Lepaskan aku !!”


Haydan terkekeh pelan, tangannya membuka kancing baju Michella satu persatu, dan matanya melihat pakaian dalam Michella, yaitu bagian b*a nya basah. Oh, Haydan lupa jika wanitanya itu memiliki dua bayi mungil yang pasti masih menyusui, bukan ?? Ah, akan sangat menyenangkan bagi Haydan jika lelaki itu membunuh kedua bayi itu, dan menikmati milik Michella untuk dirinya seorang.


Tangan nakal Haydan kemudian menyentuh dan m*****s d*d* Michella yang masih terbungkus dengan b*a. Membuat wanita itu menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara yang mungkin akan membuat Haydan semakin bern*f** kepadanya.  


“Michella.. Kenapa kau harus menahan mulutmu ??”


“Kau, lelaki b**ngs** !! Haydan !! Lepaskan aku !! Aku tidak akan pernah menyerahkan tubuhku padamu !!”


Perkataan Michella membuat Haydan semakin kesal. Dia kemudian melepaskan Michella dan mengarah ke meja tidak jauh dari sana, tangannya meraih sebuah alat komunikasi berbentuk kotak, bukan handphone. Tapi alat itu lebih kecil daripada handphone. Haydan kemudian kembali mendekati Michella.

__ADS_1


“Kau benar-benar keras kepala, bukan Michella. Karena itu, bagaimana jika kita menyaksikan sebuah hiburan ??”


“A...apa maksudmu ??” Michella memandang horor ke arah Haydan di depannya yang memperlihatkan seringaian licik miliknya itu.


Haydan menyalakan alat itu, kemudian terdengar sebuah suara dari sana.


“Tuan... Apa yang harus kita lakukan selanjutnya ??”


“Kau sudah mengumpulkan kelima anak itu di ruangan bawah, bukan ??”


“Iya, tuan kami sudah mengumpulkan mereka.”


Michella menatap Haydan dengan tatapan apa yang kau lakukan ?! Dan di balas dengan tatapan seakan menjawab kau lihat saja nanti.


Perkataan Haydan selanjutnya membuat Michella semakin gelisah dan penuh kekhawatiran di sana.


“Arahkan senjata kalian ke arah kepala mereka.”


“Haydan !! Apa yang kau lakukan br*ngs** !! Jangan coba-coba untuk melukai mereka !!”


“Aku hanya ingin melenyapkan apa yang tidak berguna bagiku. Dan aku tidak mau menerima anakmu dengan lelaki lain, sayang~”


“Haydan !! Kau gila !! Hentikan semua ini !!” Michella mencoba memberontak tapi semua itu gagal, Haydan menjauhi wajah Michella tapi tidak benar-benar jauh, hanya ingin memastikan reaksi Michella saat mendengarkan perintah berikutnya, bahkan Haydan tersenyum puas saat menyebutkan perintah itu.


“Tembak mereka, dan bawa kepala mereka kepadaku.”


“Haydan !!! Hentikan semua ini !!”


“Baik tuan.”


Sambungan teleponpun di matikan, Haydan mendekati dan bahkan wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Michella.


“Ya.. Aku gila, dan aku menyingkirkan siapapun yang tidak berguna bagiku. Dan kini Michella... Hanya ada kita berdua..”


“Tidak !! Mereka tidak akan mati !! Diavolo tidak akan membiarkan hal itu terjadi !!”

__ADS_1


Haydan tertawa mendengarkan semua itu, “Hah.. Dia tidak akan sempat untuk menyelamatkan bocah sialan itu. Lagipula aku memberikan puluhan alamat palsu untuk mengecohnya. Tidak ada alasan lagi, kau bisa menolakku, Michella.”


“Tidak... Tidak.. Mungkin... Diavolo.. Tidak..” Michella terlihat sangat putus asa, dan begitu terluka mendengar perkataan itu.


Tidak !! Diavolo tidak mungkin akan terkecoh, dia cerdik.. Dia.. Dia.. Dia pasti bisa, menyelamatkan mereka, bukan ?? Pikiran Michella berkecambuk di sana, mencoba berfikir positif meskipun itu semua tampak sia-sia saja, dan mustahil. Michella bahkan tidak tahu, dimana Diavolo sekarang.


Disisi lain, Haydan tampak puas dengan ekspresi yang diberikan oleh Michella. Setelah kelima anak itu mati, dan menunjukkan kepala mereka kepada Michella. Maka hati Michella akan semakin hancur, dan harapannya akan semakin runtuh. Di saat itulah Haydan bisa dengan mudah memanipulasi wanita itu, dan menikah dengan Michella. Selagi kelima anak itu masih ada, maka harapan Michella juga masih ada, dan sudah pasti Michella enggan untuk menyentuh atau berhubungan dengannya.


“Michella.. Jika sejak awal, kau mau menerimaku.. Maka semua ini tidak akan menjadi sesulit ini.” Ujar Haydan membelai wajah Michella, sembari tersenyum puas melihat reaksi Michella itu. Rasanya dia ingin, merekam ekspresi wajah wanita cantik itu.


...


Disisi lain.


“Tuan Haydan menyuruh kita untuk menembak mereka.”


“Hah.. Akhirnya.. Aku sudah lelah mendengarkan suara tangisan bayi itu.”


Memang, kedua anak Michella terus menerus menangis, mungkin kedua bayi itu merasakan apa yang ibu mereka rasakan, dan mungkin saja mereka menangis seakan memohon kepada ayah kandung mereka untuk cepat-cepat membebaskan mereka semua. Dan suara itu benar-benar menganggu beberapa anak buah Haydan yang ada di sana.


“Setelah misi ini, pasti Tuan Haydan akan menaikkan gaji kita, bukan ??”


Addy tidak bisa berbuat apapun saat ini, mulutnya terikat dengan kain, dan kedua tangannya juga. Dalam hatinya, berdecih betapa kejamnya mereka, memang itu tugas mereka, tapi tidakkah mereka melihat yang menjadi sasaran adalah anak-anak yang masih kecil dan dua orang bayi ?!


Disisi Cathina dan Catholo menutup mata mereka, mungkin berdoa kepada Tuhan agar mau membebaskan mereka, atau memberikan pertolongan kepada mereka. Mereka kini di todongkan senapan besar di masing-masing kepala mereka. Bahkan juga kedua bayi itu, astaga... Apakah mereka benar-benar akan di bunuh saat ini juga ?? Bagaimana dengan Michella... Dan Diavolo ?? Apakah lelaki itu bisa mengetahui hal yang terjadi kepadanya ??


“Hitungan ketiga kita menembak mereka.. Satu... Dua... Tiga !!”


Dor !!!


Dor !!!


Dor !!!


Dor !!!

__ADS_1


__ADS_2