Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
47. kegilaan Fael 2


__ADS_3

Malam kembali datang, suasana sepi menyelimuti rumah kediaman Michella. Wanita itu tampak tertidur dengan lelap, sembari memeluk Diavolo dengan erat. Lelaki itu terkekeh, dia kemudian membelai lembut rambut milik Michella, melihat kekasihnya tertidur dengan lelap. Karena perut hamilnya semakin besar, membuat Michella hanya tertidur dengan posisi telentang dan menyamping saja.


Kehamilan juga membuat tidur Michella semakin lelap, karena porsi makannya yang semakin banyak. Membuat perempuan itu akan tertidur lebih lelap dari sebelum kehamilannya, tapi itu justru membuat Diavolo senang, karena bisa melihat wajah lucu nan menggemaskan Mommy nya saat sedang tertidur.


Hingga rasa haus mulai menyelimuti Diavolo, rasanya lelaki itu ingin pergi ke dapur dan minum sesuatu di sana. Tapi pertama, dia harus perpamitan dengan kekasihnya itu, agar wanita itu mau melepaskan tangannya dan tubuhnya yang di peluk dengan erat. Ah astaga, semenjak hamil, Michella memiliki kebiasaan nakalnya yaitu menyentuh dada bidang, dan otot perut Diavolo yang terasa keras dan bidang itu.


“Mommy.. Bisa kau lepaskan dulu, aku haus..”


Tapi Michella tidak bergerak sedikitpun, dan masih dengan posisi memeluknya. Diavolo menoel pipi kekasihnya dengan pelan, sembari berbicara lagi dengan nada lembutnya.


“Mommy, sayang.. Lepaskan dulu ya, aku mau mengambil minuman.” Celetuk Diavolo, tapi apa daya. Kekasihnya malah memeluknya semakin erat, dan semakin erat. Seakan tidak mau melepaskannya. Membuat Diavolo terkekeh pelan.


“Mommy sayang..” Diavolo kali ini mencium kening dan bibir Michella secara sekilas, lalu melanjutkan ucapannya.


“Aku hanya akan minum sebentar, aku akan kembali lagi... Aku tidak akan meninggalkanmu.”


Seakan mendengarkan ucapan dari Diavolo, Michella kemudian perlahan melepaskan pelukan itu, meskipun raut wajahnya terlihat tidak rela. Entah apakah Michella terbangun tapi dengan mata tertutup, atau melalui mimpi yang sama, sehingga wanita itu memperlihatkan ekspresi tidak suka dengan harus melepaskan pelukan tersebut. Kemudian Diavolo perlahan turun dari kasur dan kemudian menuju ke arah pintu kamar. Diavolo sempat membalik badan dan melihat ke arah Michella, memastikan jika wanitanya tidak terbangun akibat ulahnya. Tapi ternyata Michella masih tertidur pulas.


Diavolo keluar dan menutup pintu kamar, lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minumannya.

__ADS_1


Tanpa di sadari oleh Diavolo, jika ada sosok lelaki yang masuk melalui jendela secara mengendap-endap. Cerdiknya, lelaki itu mampu melewati beberapa penjagaan Michella dan Diavolo. Lelaki dengan topeng berwarna hitam, entah apa tujuannya masuk ke dalam rumah itu, tapi yang jelas pasti untuk tujuan yang jahat.


Lelaki itu mengamati sekitar, dan mengendap-endap dengan perlahan. Setiap langkah, dirinya mencari tempat untuk bersembunyi, dan di setiap dirinya merasakan sesuatu, maka dia akan bersembunyi. Sangat cerdik dan licik, betapa hebatnya dia bisa masuk tanpa ketahuan. Hingga matanya menangkap salah satu pintu, dan pupil matanya membesar dan berbinar, seakan apa yang dia cari ada di depan matanya itu.


Dia membuka pintu kamar, dan melihat seseorang tertidur pulas di sana. Ternyata itu adalah Michella. Lelaki misterius itu memandang ke arah Michella, sembari membuka topengnya, ternyata dia adalah Fael. Lelaki terlihat sangat senang, memandang pujaan hatinya yang masih tertidur dengan lelapnya.


“Kau sangat cantik Michella~”


Fael hendak mendekati Michella, tetapi baru dua langkah tiba-tiba terdengar suara seseorang.


“Sayangnya, si cantik itu milikku.”


Suara itu diikuti dengan suara pistol yang seakan siap menembaknya, Fael melirik dan melihat Diavolo di belakang, dengan tatapan tidak suka, dan siap menembak kepala Fael, jika lelaki itu mencoba mendekatinya.


“Ka..kau...”


“Apa kau buta ?! Dia sudah hamil denganku, dan kau masih mengincarnya  ?! Aku sudah menghabisi Riel, jangan sampai aku juga harus menghabisimu !!” Ujar Diavolo dengan kesal, sementara Fael melirik sinis.


“Kau tahu, bahkan Michella menolakku, tidak menghentikan langkah dan niatku untuk mendapatkannya.”

__ADS_1


“Dasar gila !!”


“Ehm~ Diavolo~ ?? Darling ??”


Michella tiba-tiba membuka matanya, mendengar sebuah suara percakapan keduanya. Matanya secara perlahan terbuka.


“Darling ?? Kau bilang hanya mengambil minum sebentar- Astaga ada apa ini ?!” Michella terkejut bukan main, saat melihat Fael ada di sana, dengan Diavolo yang menodongkan pistol kepada lelaki itu, ah itu bukan masalah Michella lagi, tapi... Apa yang Fael lakukan di rumahnya ?!


“Fael, apa yang kau lakukan disini ?!”


“Tentu saja, aku ingin menjemput kekasihku.”


“Hubungan kita sudah berakhir !!”


“Dan aku tidak ingin mengakhirinya.”


“Kau gila ?!”


“Ya, aku memang tergila-gila denganmu sejak awal !! Kau membuatku begitu terobsesi padamu ?! Tubuhmu, wajahmu, aku ingin memiliki semuanya ?!”

__ADS_1


Diavolo memutar matanya malas, dan rasanya dia ingin melemparkan Fael keluar dari rumah kekasihnya itu, hingga memeluk Michella yang terlihat sangat panik itu. Bolehkah dia melakukannya sekarang ?? Jika boleh maka, Diavolo akan melakukannya segera. Daripada membiarkan hama terlalu lama di dalam rumah, maka akan sangat menyusahkan.


__ADS_2