
“Ka...kau...”
“Apa ?? Kau kembali tersinggung.”
Michella mengangkat alisnya menantang, dia sama sekali tidak takut. Bahkan ketika wanita dengan dandanan menor Itu melangkah mendekatinya dengan wajah penuh rasa emosi. Michella berdiri menatapnya dengan santai, seakan tidak takut meskipun nantinya wanita itu akan menamparnya. Saat wanita itu berada tepat di depan Michella, mengangkat tangannya untuk menampar wanita itu, tiba-tiba saja..
Dor !!
Sebuah peluru menembak ke arah tangan wanita itu, dan kemudian suara jeritan kesakitan terdengar.
“Akh..” wanita itu menahan tangannya yang berdarah akibat peluru, Michella memandang dengan penuh rasa heran, penasaran sekaligus bingung, hingga sebuah suara membuat semua, bahkan wanita yang tangannya tertembak itu memandang ke arah siapa yang menembaknya.
“Jangan coba-coba, berani untuk menyentuh kekasihku !!” Ujar sosok yang tidak lain adalah Diavolo itu, dengan nada dingin dan tatapan tajam. Dirinya mendengar kabar jika Michella sedang berada di sekolah, karena sebuah masalah yang sebenarnya adalah fitnah besar, bagi kedua anak-anaknya. Diavolo tentu saja langsung menuju ke arah sekolah, dan melindungi kedua anak-anaknya.
Tapi saat melihat wanitanya hampir di tampar orang lain, membuat ubun-ubun emosi dalam Diavolo semakin naik, dan membuat lelaki itu akhirnya nekad mengeluarkan senjatanya dan berbuat yang di luar batas. Semua yang ada di sana, terkejut dengan kehadiran Diavolo, begitu pula Michella.
Hal yang berbeda, semua orang terkejut karena mereka mengenali sosok Diavolo. Dialah Diavolo King Satana, sosok paling kaya dan kuat, dan sosok paling berkuasa karena perusahaan dan pimpinannya. Sementara Michella kaget, bagaimana bisa sosok kekasihnya mengetahui keberadaannya, itu artinya lelaki itu mengetahui kebohongan Michella.
“Tu..tuan..”
“Siapa yang berani menyentuh kekasih dan anak-anakku ?!” Ujar Diavolo dengan dingin dan ketus, bahkan Michella sampai tidak mengenali sosok lelaki itu sebagai kekasihnya lagi.
Tidak banyak orang, bahkan guru yang berani menjawab pertanyaan itu. Diavolo melirik ke arah wanita yang masih kesakitan karena merasakan tembakan di tangannya, dan darah masih keluar dari tangannya. Diavolo mendekati wanita yang merendahkan tubuhnya, menarik rambutnya dengan kuat hingga menatap ke arahnya.
“Sekali lagi, tangan kotormu menyentuh kekasihku, maka aku pastikan tanganmu akan terputus dari tubuhmu, kau paham ?!”
Wanita itu tidak bisa menjawab apapun, karena masih merasakan sakit teramat di bagian tangannya itu. Dia hanya mengangguk pelan, Diavolo melepaskan tarikan rambut itu, dan menatap ke arah Michella. Tatapan itu berubah, tidak ada tatapan dingin dan nada bicara yang ketus.
__ADS_1
“Mommy, kau baik-baik saja ?? Sayang ??” Ujar Diavolo mendekati kekasihnya, dan menatap dengan penuh kekhawatiran.
“A..aku baik-baik saja..”
“Ah, baguslah.. Aku tidak terlambat.” Diavolo memandang ke arah kedua anaknya yang menyaksikan bagaimana lelaki itu menembak tangan perempuan lain di hadapan mereka. Takut ?? Entahlah, untuk saat ini, keduanya hanya terdiam memandang ke arah Diavolo.
“Kalian, baik-baik saja, anak-anak ?? Apakah mereka melukai kalian ??”
Keduanya menggeleng dengan pelan.
“Baguslah, dan Catholo, kau benar-benar kakak yang bertanggung jawab dan melindungi adikmu.” Ujar Diavolo dengan bangga, tapi hal itu membuat tanda tanya besar di benak Catholo, bagaimana lelaki itu mengetahui semuanya ??
“Anak-anak, dan Mommy.. Bisa kalian keluar terlebih dahulu, aku harus bicara dengan mereka.” Ujar Diavolo dengan tersenyum di bibirnya, meskipun Michella tahu, jika lelaki itu memiliki rencana lain.
“Tentu saja, tapi berhentilah untuk memanggilku Mommy.” Ujar Michella setengah memberontak, karena sebutan memalukan di depan umum.
“Ayolah, sebutan Mommy.. Adalah nama panggilan kesayanganmu. Sekarang, kau bisa ajak anak-anak keluar.” Ujar Diavolo masih mengelak perkataan dari Michella.
Michella enggan berdebat lebih panjang, jadilah dia memilih untuk menuruti perkataan Diavolo, mengajak anak-anak keluar dari ruang guru, dan meninggalkan wanita serta anak pembully yang terlihat sangat ketakutan, seakan mereka sedang di kurung dengan psikopat kejam. Tapi Michella tidak memperdulikannya, yang dia pikirkan adalah keselamatan kedua anak-anaknya.
...
“Wow.. Lelaki itu hebat, dia melindungi Mom dari wanita gila itu.” Ujar Catholo memuji perbuatan dari Diavolo, yang melindungi ibunya.
Michella berfikir kedua anak itu akan takut dan menjadi khawatir, rupanya berbanding terbalik. Keduanya malah bangga dan seakan memandangnya sebagai sosok pahlawan, padahal keduanya memandang ke arah tangan wanita yang terluka, tapi kenapa mereka tidak takut ?? Batin Michella dalam hatinya, ya meskipun Michella sendiri tidak takut dan memandang dengan dingin ke arah wanita yang terluka itu, tapi Michella tetap bergidik saat memandang cairan berwarna merah itu.
“Sudah aku bilang, dia pantas menjadi ayah pengganti kita.” Lanjut Cathina dengan bangga.
__ADS_1
“Andai saja, ayah kandung kita berada disini, dan melindungi Mom. Tapi mungkin aku tidak keberatan dengan kehadirannya.” Ujar Catholo dengan sedih, karena kedua anak itu tidak pernah melihat ayah kandungnya.
Andai saja, kalian tahu jika Diavolo adalah ayah kandung kalian Batin Michella dengan sedih. Dia tidak tahu, seperti apa reaksi kedua anaknya saat tahu, jika Diavolo adalah ayah kandung keduanya. Karena sejak lahir, Diavolo tidak pernah muncul di hadapan keduanya.
Michella juga, mulai memberikan pengertian sedikit mengenai ayah kandung mereka yang entah kemana. Karena Michella kehilangan jejak dimana Diavolo berada, tetapi setelah lelaki itu datang, kedua anak ini sama sekali tidak mengenali ayah kandung mereka.
Tanpa sadar, mereka sampai di parkiran sekolah, dan tidak melihat mobil Mom mereka. Tetapi mereka melihat mobil milik Diavolo yang di jaga oleh dua lelaki. Melihat kehadiran Michella, salah satu lelaki itu mendatangi Michella sembari berkata kepadanya.
“Nyonya.. Tuan Diavolo mengatakan, anda akan pulang bersamanya.”
“Oh.. Okay.. Dimana sopirku ??” Michella ingat, jika dirinya berpesan kepada sopir pribadinya untuk menunggunya di mobil. Tetapi sopir dan mobilnya kini tidak ada di sana.
“Tuan Diavolo sudah berbicara kepadanya, dan dia membawa mobil anda kembali ke rumah.”
Michella mengangguk, kini dirinya harus mempersiapkan diri agar bisa menjawab pertanyaan dari Diavolo. Karena sudah pasti lelaki itu akan mengintrogasinya karena telah menipu atau membohonginya, padahal alasan Michella berbohong adalah.. Agar Diavolo tidak membuat kekacauan akibat emosi.
Karena memang, secara diam-diam, banyak anak yang iri dengan prestasi yang dimiliki kedua anak kembar itu, sehingga beberapa orang mem-bully mereka. Ditambah lagi, pekerjaan Michella membuat kedua anak itu semakin menjadi bahan bullyan, tetapi Michella mampu mengatasinya. Dan sepertinya tidak hanya, Michella yang turut andil melindungi, tapi kini Diavolo juga.
“Ahh~ kalian sudah sampai di sini, rupanya.” Ujar Diavolo muncul dengan nada senang, dan bergembira. Lelaki itu kemudian mendekati kedua anak kembar itu, dan menundukkan tubuhnya.
“Kalian hari ini, hebat sekali. Sebagai hadiah, kita akan makan siang, sesuai keinginan kalian berdua, okay ??”
“Yeayyy !!”
“Kalau begitu, ayo masuk mobil !!”
Kedua anak itu tampak senang dan bergembira lalu, masuk ke dalam mobil. Diavolo menatap ke arah, Michella dan memberikan kode mata agar wanita itu juga naik ke mobil. Tapi sebelum masuk ke dalam mobil, Diavolo membukakan pintu mobil untuk Michella.
__ADS_1
“Terima kasih.”
“Mommy.. Nanti malam aku akan bicara denganmu.”