
Setelah dua hari kemudian, Michella masih sedikit mengkhawatirkan kedua anaknya yang masih dalam study tour, tapi Diavolo dan Joella mencoba menenangkannya. Ya, Joella melihat kehamilan Michella semakin membesar, dan untuk menjaga kesehatan sahabatnya, Joella berfikir akan menemani Michella dalam beberapa hari. Apalagi mendengar cerita teror yang dialami Michella dari Fael dan Riel, Joella yakin kedua lelaki itu tidak akan berhenti sampai di sana, jadilah Joella berniat berada di sisi sahabatnya itu.
Saat sedang bersantai, Michella bersandar pada dada bidang Diavolo, Joella melihat itu hanya bisa menangis batin.
“Hah.. Astaga.. Aku merasa seperti single yang menyedihkan.” Celetuk Joella dengan sedih.
“Well, bukankah kau memang seperti itu ??” Ujar Diavolo dengan ketus.
“Hey, jangan begitu !! Tenanglah Joella, aku yakin kau pasti akan mendapatkan kekasih yang lebih baik.” Ujar Michella membela sahabatnya itu.
“Benarkah ?? Menurutmu begitu ??”
“Yeah, kau akan mendapatkan lelaki baik yang menikahimu terlebih dahulu sebelum menghamilimu.” Ujar Michella sedikit menyindir Diavolo.
“Hah.. Mommy... Aku sebenarnya ingin menikahimu secepatnya, tapi kau hamil. Gaun pernikahan hanya akan menekan anakku dalam perutmu.”
“Alasan, banyak gaun pernikahan untuk wanita hamil ?!” Tukas Joella, membalas ucapan Diavolo.
“Hey, wanita single menyedihkan ?! Diamlah !! Kau tidak tahu apapun masalah pernikahan, bahkan pendampingmu saja kau belum tahu.” Ujar Diavolo tersenyum miring.
Joella dan Diavolo benar-benar seperti kucing dan anjing, keduanya tidak akan pernah bisa akur satu sama lain. Michella hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah tahu interaksi Joella dan Diavolo sebelumnya. Michella bertemu dengan Joella, setelah Diavolo meninggalkannya. Joella mengetahui mengenai Diavolo dari Michella saja, karena itu awal dirinya bertemu Diavolo, Joella berfikir jika lelaki itu hanyalah pria hidung belang, yang memanfaatkan tubuh Michella sebagai pemuas nafsu semata, lalu meninggalkannya setelah bosan.
Tapi ternyata semua berbeda, saat Diavolo benar-benar menjaga Michella. Semuanya terasa begitu indah, hingga sebuah suara ketukan terdengar dari pintu depan, dan salah satu penjaga dari Michella juga datang menghadap mereka. Penjaga itu lewat ke arah pintu belakang.
“Nyonya.. Beberapa polisi datang kemari.”
Semua tampak bingung dengan apa yang terjadi, kenapa ada polisi ??
“Ada masalah apa ??”
“Maaf Nyonya, mereka hanya mengatakan jika mereka mencari Tuan Diavolo.”
“Suruh mereka masuk.”
“Baik, nyonya.”
Michella sebenarnya merasa penasaran tapi dia lebih memilih membiarkan para polisi itu untuk masuk dan menjelaskan semuanya, tidak hanya itu tapi juga Diavolo dan Joella juga sama penasarannya. Diavolo tidak masalah jika polisi itu masuk mencarinya untuk mengetahui apa masalah yang terjadi. Setelah pintu terbuka, para polisi itu masuk ke dalam rumah. Mereka tidak melakukan kekerasan atau paksaan sedikitpun di sana, mereka datang dan memandang ke arah Diavolo dan juga Michella.
“Mohon maaf, Nyonya Michella.. Kami datang untuk menjemput Diavolo.” Ujar kepala polisi itu dengan sopan.
“Dan perihal apa ?? Jika memang aku harus ikut, maka aku akan melakukannya. Tapi sebelum katakan masalahnya padaku.” Ujar Diavolo dengan santai tanpa terlihat gugup sedikitpun, karena sebelumnya dia juga pernah mengalami hal yang sama.
“Tuan Diavolo, anda terbukti menjadi pelaku pembunuhan atas nama Lily.”
Diavolo, Michella, dan Joella terkejut bukan main, terlebih Michella dan Diavolo kebingungan, lily siapa ??
“Maaf, lily ?? Siapa ??” Tanya Michella dengan sopan.
“Lily Greeny Efson. Istri dari Tuan Riel Efson.”
Michella menggeleng tidak percaya, bukankah dia membunuh istrinya sendiri ?? Kenapa malah menfitnah Diavolo dengan liciknya ??
Oh begitu ?? Kau membunuh dan melemparkan kesalahanmu padaku ?? Kita lihat, seberapa hebat permainanmu Batin Diavolo dengan kesal. Dia pernah menerima fitnah seperti ini, jadilah dia tidak pernah kaget.
“Tapi.. Tapi.. Diavolo dia tidak bersalah, dia bahkan selalu bersamaku.” Ujar Michella dengan sedikit panik dan bingung.
Diavolo memandang ke arah Michella dengan tatapan penuh sendu.
Inilah kenapa aku menghilang dulu darimu Mommy, jika kau mengetahui apa yang aku alami dulu, kau juga pasti sangat terkejut dan tertekan. Batin Diavolo kemudian memeluk Michella guna menenangkan kekasihnya itu.
__ADS_1
“Maaf, Nyonya.. Tapi beberapa sanksi dan bukti mengarah kepada saudara Diavolo, untuk sementara biarkan dia ikut kami untuk menjalani pemeriksaan.” Ujar Polisi itu dengan sopan.
“Ssttt hey, Mommy.. Tenang sayang, aku akan kembali.” Ujar Diavolo menenangkan Michella agar wanita itu tidak panik dan merasa stress.
“Tapi.. Tapi.. Kau tidak bersalah.. Jangan pergi... Jangan tinggalkan aku..” Suara Michella terdengar menahan tangisannya itu, Diavolo membelai rambut Michella dengan lembut.
“Aku pernah mengalami hal seperti ini, aku akan kembali. Kali ini aku tidak akan membiarkan diriku masuk ke dalam jeruji besi itu, dan aku pastikan tuduhan ini hanyalah tuduhan palsu.” Ujar Diavolo kembali dengan lembut.
“Aku akan membantumu.” Ujar Joella.
Michella dan Diavolo menoleh ke arah Joella. Wanita itu tersenyum sembari berbicara lembut kepada mereka.
“Aku tahu, pengacara hebat yang bisa membantumu.”
Diavolo mengangguk, “Aku mengandalkanmu banyak hal, termasuk jaga kekasihku.”
“Pasti.”
Diavolo kemudian memandang ke arah polisi itu, sembari mengangguk.
“Baiklah, aku akan ikut kalian.”
Saat Diavolo bangkit dari kursi sofanya, tangan Michella memegang tangan Diavolo, seakan tidak tega melepaskan kekasihnya, air mata turun dari mata indah itu. Joella tertegun, baru kali ini dirinya melihat Michella menangis dan terlihat kesedihan di balik mata indah itu. Padahal saat menjadi model majalah dewasa, Michella pernah dihina habis-habisan, tapi wanita itu tetap kuat dan tegar.
Bahkan saat dirinya harus bekerja keras, sembari mengurus ketiga anaknya, Michella tidak pernah mengeluh dan selalu sigap dan kuat, seperti batu karang di pantai. Tapi saat ini, Michella seperti sosok tidak berdaya, dan terlihat hancur saat melihat Diavolo hendak pergi meninggalkannya.
“Mommy.. Percaya padaku.” Ujar Diavolo meyakinkan Michella, sembari melepaskan pegangan tangan Michella dari tangannya, tapi Diavolo sempat menggenggam tangan Michella perlahan.
“Aku tidak akan meninggalkan malaikat tercintaku sendirian, aku akan kembali.” Ujar Diavolo melepaskan perlahan tangan Michella, lalu membalik badan mengikuti para polisi itu.
Coba ini drama india, bisa-bisa tiga episode, Cuma buat perpisahan, berhubung ini cerita seperempat halaman aja udah cukup kok 🤣😂
__ADS_1
__ADS_1