
“Mom !! Bangun- Eh ??”
Cathina yang ceria, berfikir jika Michella sudah terbangun. Tiba-tiba membuka pintu kamar ibunya, dan terkejut mendapati ibunya masih tertidur pulas memeluk lelaki yang tidak lain, adalah Diavolo. Tidak lama Catholo ikut menyusul kembarannya, dan hendak bertanya kepada Cathina.
“Hey Cathina.. Apa kau sudah- ”
“Sstt.. Mom masih tertidur ??” Ujar Cathina menempelkan jarinya pada mulut Catholo, dan tangan satunya menunjuk ke arah Michella yang tertidur di sana.
“Hey, anak-anak ayo.. Jangan didepan kamar..” Ujar salah satu pelayan yang sepertinya menyadari jika majikannya masih belum terbangun, di tambah Michella bersama dengan Diavolo di dalam, tidak mungkin jika keduanya tidak melakukan apapun. Tapi sayangnya, suara pelayan itu malah secara tidak sengaja menganggu tidur Diavolo, dan membuat mata Diavolo terbuka secara perlahan.
“Eh ???” Diavolo terkejut bukan main, melihat adalah dua anak yang berada di depan pintu mengarah kepadanya, Demi Tuhan, kedua anak kesayangannya berdiri sembari memandang ke arahnya yang masih memeluk Michella yang tertidur. Di tambah dirinya tidak menggunakan pakaian dan bertelanjang dada. Astaga, apa yang harus dia katakan nantinya ?!
Karena bingung dengan apa yang harus dia katakan dan lakukan, Diavolo secara diam-diam menyentuh pipi Michella dan membangunkan wanita itu secara perlahan. Michella sedikit menggerutu dan mengingau manja, karena matanya masih tertutup dan tidur.
“Hmm.. Daddy.. Berhentilah.. Aku masih mengantuk~”
Diavolo terkejut bukan main, dia semakin bingung.
“Pssttt.. Mommy.. Anak-anak melihat kita..” Bisik Diavolo ke telinga Michella, berharap wanita itu segera terbangun.
“Kenapa anda berada disini ??” Tanya Catholo dengan bingung.
“Err... Sebenarnya-”
“Hngghhh~ Daddy~ jangan pergi tetaplah disini~” Ucapan dari Michella yang masih tertidur membuat Diavolo semakin bingung menjawabnya.
Diavolo yang kebingungan, menggerakkan tubuh Michella sedikit lebih kencang, hingga membuat kasur sedikit bergetar. Michella terganggu dengan gerakan itu, tapi dia akhirnya terbangun meskipun dengan kesal. Dia memandang Diavolo, mengucek matanya dengan kesal.
__ADS_1
“Dear.. Diavolo.. Aku masih mengantuk.. Kau tahu, berhentilah menggerakkan tubuhku.” Celetuk Michella dengan kesal.
Diavolo tidak berbicara apapun, tapi tangannya mengarahkan kepala dan mata Michella untuk melihat ke arah pintu dimana kedua anaknya ada di sana. Menyadari jika kedua anaknya menatap ke arahnya dengan penuh tanda tanya.
“Oh.. Hai anak-anak... A..apa yang kalian lakukan disini, aku pikir kalian sekolah ??” Ujar Michella dengan terkejut dan sedikit panik, parahnya dirinya memanggil Diavolo dengan sebutan dear dan suaranya terdengar sangat manja. Oh Tuhan..
“Err.. Nyonya.. Maaf, tapi hari ini pihak sekolah mendadak mengabarkan libur.” Ujar pelayan yang masih berada di luar kamar. Dia memang tidak masuk, dia hanya mengamati kedua anak itu, tapi tidak berani masuk dan menarik mereka keluar.
Karena pelayan di sana, tidak hanya menghargai Michella, tapi kedua anak-anaknya. Karena kedua anak kembar itu tidak nakal, atau berbuat usil sedikitpun. Jadilah mereka tidak bisa sembarangan bahkan untuk menarik tangan mereka, kecuali saat terjadi bahaya, barulah dia berani menarik anak itu.
“Mom.. Kenapa Mom memanggil lelaki itu Daddy ?? Bukankah seharusnya kami yang memanggilnya Daddy, jika dia akan menjadi ayah kami ??” Tanya Catholo dengan rasa penasaran.
“Ehh.. Err... Hahahaha.. Kalian salah mendengar anak-anak..”
“Dan, kenapa Mom tidur dengannya ?? Apakah Mom juga harus ditemani saat tertidur malam hari ??” Tanya Cathina dengan rasa penasaran.
“Itu benar, Mom kalian ini sangat penakut. Karena itu aku harus selalu menemaninya disini.” Celetuk Diavolo dengan ekspresi yang dibuat-buat sembari menggelengkan kepalanya, seakan dirinya harus menemani seorang anak kecil.
“Jangan berkata seperti itu..” Bisik Michella dengan nada kesalnya.
“Tapi itu kenyataannya, Mommy...”
“Argh... Diamlah..”
“Baiklah, anak-anak, bergantilah dan mandi, setelah ini kita akan jalan-jalan.” Ujar Diavolo dengan riang, seakan mengganti suasana yang ada di sana.
Seakan tergiur akan perkataan dari Diavolo, keduanya terlihat senang dan langsung berlari keluar dari kamarnya. Pelayan yang ada di sana, kemudian berpamitan dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Setelah itu, keheningan melanda mereka. Tapi Michella memberikan tatapan ke arah Diavolo dengan tatapan tajam dan kesalnya.
“Kenapa kau malah berkata seperti itu ?!”
“Huft.. Mommy.. Kau harusnya memanggilku dengan sebutan Daddy saat malam hari, jangan di depan mereka. Jantungku hampir copot karena perkataanmu itu.”
“Sejak kapan aku memanggilmu, Daddy ?!”
“Kau mengingau dan menyebutku Daddy, dengan nada manja. Astaga jika tidak ada anak-anak, aku akan menyerangmu karena membuatku menjadi h***y.”
Pipi Michella memerah malu, oh ya Tuhan.. Apakah karena mimpinya itu, setelah mimpi buruk, Michella malah bermimpi sedang bercinta dengan Diavolo dan memanggilnya dengan sangat manja. Astaga, apa yang harus dia lakukan ?? Bagaimana jika anak-anak kembali mempertanyakan ucapannya ?!
“Mommy... Sayang, wajahmu memerah ?? Apa kau sakit ??”
“Ti..tidak..”
“Tidak usah malu sayang.. Aku tahu kau pasti memimpikanku, dan melihat betapa tampan dan seksinya calon suamimu ini.”
“Percaya diri sekali !!”
“Hey, kau tadi memanggilku Daddy Diavolo. Jika bukan aku, lalu siapa ??”
“.....”
“Nah, mengaku saja sayang. Kau mimpi bercinta denganku. Jika kau mau, kita bisa melakukannya nanti malam.”
“A.. Aku sedang hamil.. Dasar bodoh..” Ujar Michella dengan memerah malu, karena Diavolo malah mengatakannya secara blak-blakan.
__ADS_1
“Kita akan melakukannya secara perlahan, hmm~”
“Ishh !! Berhentilah !! Aku mau mandi !!” Ujar Michella semakin memerah malu, dia langsung beranjak dari tempat tidur dan berlari menuju ke kamar mandi. Diavolo tertawa geli melihat tingkah Mommy nya yang malu-malu imut menggemaskan itu.