Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
42. kembali bertikai dengan Fael


__ADS_3

Seperti kebiasaan Michella pada umumnya, Diavolo akhirnya menjemput kedua anak-anaknya. Dengan meminjam mobil milik Michella, agar kedua anaknya tidak merasa bingung untuk mencari, Diavolo juga berpesan kepada sopir Michella untuk meminjam mobilnya. Tentu saja, Diavolo bisa mendapatkannya, karena memang lelaki itu sudah dianggap sebagai kekasih atasan mereka, yang sah ketimbang Fael dan Riel.


Setelah menunggu di luar sekolah, melihat beberapa anak yang keluar dengan riang menemui orang tua masing-masing, hingga Cathina dan Catholo datang mendekati mobil Michella, dan sedikit bingung karena tidak mendapati Mom mereka.


“Dimana Mom ??” Tanya Catholo.


“Dia ada di rumah, dia kelelahan. Jadilah dia memintaku untuk menjemput kalian.” Ujar Diavolo tersenyum.


“Tapi... Apakah Mom baik-baik saja ??”


Diavolo mengangguk, “Dia hanya kelelahan karena kehamilannya.”


Kedua anak itu yang tadinya sedikit khawatir justru kini mulai sedikit lebih tenang.


“Apakah adik kita nanti laki-laki atau perempuan ??” Tanya Cathina dengan polosnya, Diavolo terkekeh pelan.


“Entahlah, kita lihat saja nanti. Bagaimana menurut kalian ?? Ingin laki-laki atau perempuan ??” Tanya Diavolo kepada kedua anaknya itu.


“Perempuan/laki-laki !!” Catholo menjawab perempuan, sementara Cathina menjawab laki-laki secara bersamaan, keduanya memandang satu sama lain dengan tatapan seakan tidak suka dengan jawaban lawan mereka.


“Kenapa kau malah ingin adik laki-laki ?!”


“Aku ingin merasakan, memiliki adik laki-laki, kenapa kau menjawab adik perempuan ?!” Ujar Cathina dengan kesal.


“Karena aku ingin menjadi satu-satunya anak lelaki, supaya aku bisa melindungi kalian berdua !!”

__ADS_1


“Aku tidak mau, kecantikanku kalah dengan adikku, jika dia perempuan !!”


“Dan aku akan kalah kuat, jika dia laki-laki !!”


“Anak-anak sudah, jangan bertengkar lagi, bagaimana jika kita membeli makanan untuk Mom dan makan siang kita ??” Diavolo mencoba untuk melerai kedua anaknya, sebelum mereka bertengkar di sana. Dan ide Diavolo sepertinya berjalan dengan baik, keduanya melupakan pertarungan mereka, dan malah tersenyum senang mendengarkan ide dari Diavolo.


“Yeayy !! Membeli makanan !!”


Diavolo terkekeh pelan, “Kalau begitu, kalian masuk dulu di dalam. Dan pikirkan, menu yang ingin kalian makan.”


Keduanya masuk ke dalam mobil dengan senang, sementara Diavolo melirik ke arah sudut pojok, sembari menyeringai licik. Dia bisa melihat Fael, sepertinya terkejut karena tidak melihat Michella, dia malah melihat Diavolo yang menjemput anak-anak.


Diavolo kemudian berjalan menuju ke arah lelaki itu, sembari berbicara kepadanya.


“Sedang apa kau kemari ?? Aku tidak tahu selain seorang perebut wanita orang, kau seorang paedofilia.” Celetuk Diavolo dengan nada sinis.


“Dimana Michella ??”


“Apa urusanmu dengan kekasihku ?? Kau bisa menyampaikan secara langsung saja kepadaku, calon suaminya.” Diavolo menekan kata kekasihku, seakan perkataan itu mutlak, tidak ada yang bisa merubahnya, bahkan Tuhan sekalipun. Tapi Fael berdecih mendengar perkataan itu.


“Berhentilah bermimpi, sampai kapanpun kau tidak akan pernah memiliki Michella !!”


“Pfftt.. Benarkah ?? Bukankah dia sudah menolakmu berkali-kali ?? Kau benar-benar tidak punya malu, bukan ?? Hah.. Memang susah berbicara pada seekor anjing, dia tidak akan pernah mengerti bahasa manusia.”


“Tutup mulutmu !!”

__ADS_1


“Oh iya.. Jangan khawatir, aku akan menyerahkan undangan pernikahanku dan Michella segera mungkin, sebelum anjing liar sepertimu merebut kekasihku.” Ujar Diavolo dengan nada merendahkan, dan kemudian berbalik tubuh, tidak memperdulikan umpatan atau kata kasar yang di ucapkan oleh Fael kepadanya, dalam hatinya merasa puas bisa melihat wajah kesal akibat perkataannya itu. Menggoda seekor anjing yang lehernya terikat dengan rantai.


Diavolo meninggalkan Fael sembari menyeringai dengan licik, tentu saja ini membuat Diavolo berfikir untuk memikirkan ide bagaimana dirinya bisa menyingkirkan Fael dari Michella ?? Meskipun sepertinya itu tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, karena Fael dan Riel benar-benar keras kepala untuk bisa mendapatkan Michella.


...


“Astaga.. Aku tertidur.. Bagaimana dengan anak-anak ??”


Michella terbangun dan terkejut saat melihat jam dinding, segera saja wanita itu keluar dari kamarnya, dan kemudian berjalan dengan sedikit terburu-buru. Seorang pelayan yang melihat itu, kemudian berbicara kepadanya.


“Nyonya.. Berhati-hati, anda sedang hamil.” Ujar pelayan itu memperhatikan Michella yang berjalan sedikit cepat, tentu saja pelayan itu khawatir jika terjadi sesuatu yang salah, atau terpeleset dan malah akan membahayakan diri Michella sendiri.


“Anak-anakku, aku harus menjemputnya.”


“Nyonya... Tuan Diavolo sudah menjemputnya.”


“Hah.. Apa ??”


“Dia tadi meminta kunci mobil, dan menjemput anak-anak, mungkin sebentar lagi dia akan datang.”


Ekspresi dari Michella berubah tatkala mendengarkan perkataan pelayan itu, tentu saja, ada rasa kesal dan emosi.


Semalam bertingkah kesakitan, dan sekarang malah keluyuran dan menjemput anak-anak ?! Dasar lelaki gila !! Batin Michella dengan kesal, sudah pasti lelaki itu berbohong saat mengatakan dirinya kesakitan, dan sekarang dia dengan sengaja malah pergi disaat Michella tertidur. Dasar lelaki licik batin Michella kesal.


Bukannya bodoh atau polos, Michella tahu kelakuan licik kekasihnya itu, tapi selagi kelicikan itu tidak dia gunakan untuk berselingkuh darinya, maka Michella sah-sah saja, dan membiarkan saja. Tapi tetap saja, untuk yang satu ini, Michella merasa kesal dan ngambek. Lihat saja, dirinya akan mendiamkan Diavolo untuk satu hari, biar tahu rasa lelaki licik itu.

__ADS_1


Jika Diavolo menggunakan kelicikannya untuk berselingkuh darinya, maka Michella tidak akan segan-segan menampar wajah tampan itu dengan botol kaca hingga dia berdarah. Dan menyiksa wanita selingkuhan Diavolo menyiksanya secara hidup-hidup kemudian membunuhnya dengan sadis.


__ADS_2