Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
67. kecemburuan Raja Mafia


__ADS_3

Di tengah pertarungan yang seru itu, sekeliling mereka sudah terbakar oleh api. Tapi yang kalian tidak tahu adalah... Haydan sudah meninggal.


Ya, kebrutalan Diavolo, menusuk, memukulnya, bahkan melempari kepala Haydan dengan guci, sebagai balas dendam apa yang dia perbuat kepada Michella dulu. B*j*ngan yang telah melukai kepala Michella dengan vas kaca hingga berdarah, kini di bayar dengan matang oleh Diavolo. Tapi kebrutalan itu, membuat Diavolo tidak menyadari jika lawannya telah meninggal, tanpa bisa melakukan perlawanan sedikitpun.


Meskipun telah meninggal, tapi Diavolo masih belum ikhlas meninggalkan Haydan dengan kondisi tubuh yang masih utuh. Diavolo meraih botol lainnya, dan memukul bagian wajah lelaki itu hingga remuk, lalu mengambil bensin dan membakar mayat Haydan agar hangus di sana, Diavolo kemudian membalik arah dan mencoba keluar.


Lelaki itu benar-benar tidak takut dengan api, bahkan dia berjalan dengan perlahan dan santai, seakan dirinya terbiasa melangkah melewati api. Hah, tidak sia-sia namanya di beri julukan iblis, dia bahkan tidak takut dengan api bumi. Setelah keluar dari rumah itu, barulah anak buah Diavolo yang ada di luar langsung menekan tombol pada remote kecil, hingga akhirnya rumah itu meledak dan terbakar hebat di sana.


Diavolo kemudian melangkah dengan tubuh penuh darah, dirinya melangkah ke arah anak buahnya yang masih di sana berjaga, menjaga kelima anak atasan mereka, dan calon istri atasan mereka. Tapi Diavolo tidak mendapati anak atau ratunya di sana, dia mendekati Raxt.


“Dimana anak-anakku ??”


“Tuan, kedua anak anda yang masih kecil mengalami cidera cukup parah, sepertinya mendapatkan pukulan yang cukup kuat, mereka berada di dalam ambulan untuk mendapatkan perawatan dari perawat, juga dengan anak anda yang besar.” Ujar Raxt menjelaskan keadaan dari Cathina, Catholo dan Addy.


Diavolo mengepalkan tangannya, anak-anaknya mengalami cidera parah, rasanya Diavolo ingin menghidupkan Haydan hanya untuk menyiksanya kembali dan memukuli lelaki br*ngs** itu. Diavolo menahan dirinya, menghela nafas cukup keras.


“Lalu, dimana ratuku ??”


“Dia di dalam mobil, sedang...”


“Sedang apa ??” Ujar Diavolo menaikkan satu alisnya.


Dengan menahan rasa malu, Raxt menjawab dengan nada pelan.


“Sedang menyusui kedua anaknya..”


Tatapan mata Diavolo berubah, sembari berbicara dengan sedikit ketus.

__ADS_1


“Bagaimana kau bisa tahu dia sedang menyusui kedua anaknya ?!”


“Karena Nyonya Michella yang mengatakannya sendiri... Tuan..” Ujar Raxt dengan takut-takut. Astaga tuannya sangatlah menyeramkan saat sedang cemburu berat seperti ini. Rasanya, dirinya seperti seekor anak rusa di depan singa jantan yang sedang lapar.


Diavolo berceloteh kesal.


Kenapa Mommy harus mengatakan hal seperti itu kepadanya  ?! Bagaimana jika dia di dalam mobil sedang bercinta denganku, apakah dia akan mengatakannya juga kepada Raxt ?! Celetuk Diavolo sedikit kesal, dan cemburu di sana. Sungguh, saat cemburu seperti ini. Diavolo sangat muda kesal, apalagi berkaitan dengan Michella. Andai saja, Raxt tidak menyebutkan nama Michella, maka Diavolo akan dengan senang hati menghajarnya karena rasa kesal dan emosinya.


“Hmm.. Dimobil mana, ratuku berada ??” Ujar Diavolo menahan rasa kesalnya.


“Di mobil, anda.. Tuan.”


“Baiklah.”


Diavolo tidak memperdulikan dirinya yang penuh darah, tapi memilih untuk tetap menemui sang ratu kesayangannya itu. Hingga kakinya melangkah menuju ke arah mobil miliknya, dan membuka bagian pintu samping. Michella yang berada di dalam sempat terkejut, tapi kemudian kembali tenang mengetahui siapa yang masuk ke dalam mobil. Diavolo melihat Michella menggendong kedua bayinya, sembari menyusui mereka.


“Mereka terlihat sangat lapar, dan ketakutan.” Ujar Michella melihat ke arah, kedua anak di gendongannya sembari tersenyum sendu.


Diavolo memeluk dari samping, sembari berbisik lembut ke arah kekasihnya.


“Maafkan aku... Terlambat..”


“Tidak, kau tidak  terlambat. Kau datang tepat waktu.” Ujar Michella mencoba menenangan Diavolo, yang bersandar pada bahunya, Diavolo terlihat menyesal karena datang tidak tepat waktu dan malah membuat Haydan sempat menyentuh ratunya. Bahkan melukai anak-anaknya.


“Dia.. Dia telah menyakiti Cathina.. Catholo.. Dan bahkan kedua bayi kita, lalu kau.” Ujar Diavolo dengan penuh nada menyesal, Michella menghiburnya.


“Sayang.. Jika kau tidak tepat waktu, maka mereka semua sudah meninggal, tapi.. Kau datang di waktu yang tepat.” Ujar Michella dengan tersenyum.

__ADS_1


Diavolo memandang ke arah ratunya, “Jangan pernah tersenyum seperti itu lagi, di hadapan lelaki lain.”


“Eh ??”


“Aku melihat kau tersenyum seperti itu, di depan Raxt.” Ujar Diavolo yang sempat mencuri perhatiannya saat sedang bertarung, hanya untuk mengawasi agar Raxt menjalankan tugasnya dengan baik, malah dirinya melihat pemandangan yang membuatnya panas dan sangat panas.


“Hey-”


“Dan melihat Raxt menggendongmu, dan menyentuhmu.” Lanjut Diavolo dengan nada datar, dan ekspresi tidak suka.


Andai tangannya tidak menahan kedua anaknya, maka Michella akan menepuk dahinya sendiri dengan tangannya melihat dan mendengarkan ucapan Diavolo. Michella menghela nafas kasar, sebelum akhirnya berbicara kepada Diavolo, dan menjelaskan dengan sabar.


“Darling, Raxt bukan penyihir seperti Harry Potter yang bisa mengangkat tubuh orang dengan sihirnya.”


“Aku akan semakin marah jika dia penyihir, dia bisa saja menghipnotismu agar menyukainya.”


“Hah, astaga.. Kenapa pikiranmu sangat negatif..”


“Semua karenamu.”


“Eh ??”


“Kau terlalu cantik, banyak lelaki cabul yang menginginkanmu.”


“Tuan Diavolo yang terhormat, bisa kau berkaca. Apakah dirimu sendiri tidak cabul ?! Dan perlu aku ingatkan, bagaimana bisa aku melahirkan kedua anak lelaki kembar di depanku ini ?!”


“Karena spermaku, lebih berkualitas dan unggul.” Ujar Diavolo dengan bangga dan sombong.

__ADS_1


__ADS_2