Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
bonus chapter 5 : Masa lalu buruk Diavolo.


__ADS_3

Michella sebenarnya ingin menghentikan mereka, tetapi setiap ucapan dari bibir Diavolo, seakan menyatakan sesuatu yang mungkin akan mengejutkan Michella. Dia hanya tidak menyangka, raja mafia yang begitu gagah itu menyimpan hal yang tidak dia duga sebelumnya. Michella terdiam, berdiri mendengarkan semuanya dan menatap ke arah mereka.


Kembali pada Diavolo, lelaki itu berbicara tapi tidak menampilkan apapun, rasa sedih, atau sendu atau apapun, dia hanya memberikan tatapan kosong seakan dia tidak mau mengungkapkan apapun, tapi ada satu yang bisa di lihat. Tatapan kecil penuh kebencian, Michella tidak pernah mengetahui tatapan itu, karena Diavolo selama ini hanya memberikan tatapan penuh cinta dan kasih sayang kepadanya. Hanya itu, tidak ada tatapan lainnya.


“Kau memang melahirkanku, tapi kau tidak pernah menjadi ibuku... Anggap saja aku hanya menumpang di perutmu.” Ujar Diavolo dengan santai.


“Diavolo... Aku minta maaf.. Aku selalu memikirkan gengsiku dulu..” Ujar wanita itu tidak bisa menahan rasa tangisnya, saat melihat sosok anak yang dia sia-siakan kini berubah menjadi sosok yang dingin dan acuh, seakan tidak memiliki perasaan apapun, dan itu semua karena ulahnya.


“Gengsi.. ??” Pertanyaan ini lebih di tekankan oleh Diavolo, seakan mempertanyakan alasan macam apa ini ?!


Bahkan serendah-rendahnya pekerjaan Ratunya dulu, dia tidak pernah gengsi atau mengakui anak-anaknya di depan kamera, Michella bahkan mengakui Addy sebagai anaknya, dan tidak memperdulikan jika Addy lahir darinya atau siapapun. Tapi ini... Gengsi ?? Oh Tuhan.. Diavolo rasanya ingin tertawa terbahak-bahak mendengarkan alasan konyol nan klasik itu.


“Heh.. Kau tahu istriku ?? Michella Cath Queenie ??? Kau tahu pekerjaannya, bukan ?? Bahkan Michella, mengakui anak dari saudaranya, dan mengangkatnya menjadi anaknya. Dia memperlakukan dengan baik, seakan itu adalah anak kandungnya sendiri.. Serendah itukah kau dengan sosok model majalah dewasa ?? Hah.. Astaga lelucon macam apa ini !!!” Ujar Diavolo terkekeh pelan.


Jujur perbuatan dari Michella membuat Diavolo merasa sangat kagum. Wanita kesayangannya benar-benar sangat tangguh, pemberani dan kuat. Rasanya Diavolo ingin membangga-banggakan istri kesayangannya itu, karena kegigihannya dan kebaikannya itu. Di banding masa lalunya, Michella jauh lebih cerdik dan bahkan pintar daripada wanita yang telah melahirkannya.


“Dia tidak mengalami hal yang memalukan saat melahirkan anak... Tapi.. Aku..”


“Memalukan ?? Kau yang melakukannya, kau yang bertanggung jawab. Kau pikir aku mau lahir dari hubungan perselingkuhan !!!”


Saat mengatakan hubungan perselingkuhan, lelaki tua yang berada di dekat wanita itu juga terlihat sendu, dirinya masih merasa sakit akan perselingkuhan istrinya dengan lelaki lain yang tidak dia kenal, dan kini perselingkuhan itu menghasilkan seorang anak, yang bahkan ciri fisiknya sangat persis dengan selingkuhan istrinya, mulai dari warna rambut, bentuk rambut yang curly, warna mata, bahkan wajah sangat mirip dengan lelaki selingkuhan istrinya itu.


Disisi lain, perkataan Diavolo membuat Michella terkejut bukan main, hah ?? Perselingkuhan ?? Sepertinya ini akan semakin memanas, sebaiknya Michella menghindar saja. Daripada dirinya ketahuan sedang menguping percakapan yang tidak seharusnya dia dengar. Dia lebih ingin mendengar cerita ini dari mulut suaminya, daripada menguping yang tidak jelas.


...

__ADS_1


Michella kembali ke kamarnya, dia masih shock dengan ucapan dari Diavolo. Perselingkuhan  ??? Tapi memang wajah dan ciri fisik Diavolo, sangat berbeda dengan kedua orang tua itu, bahkan bagian mata saja tidak mirip dengan mereka, warna rambut dan wajah juga. Semuanya sepertinya mirip orang lain, dan mungkin menjadi partner selingkuhan itu ?? Ah astaga, kenapa Michella malah memikirkan hal yang seperti ini.. Ini adalah urusan Diavolo.. Tapi..


Dia dan Diavolo adalah suami istri, apa yang menjadi beban pikiran Diavolo, seharusnya menjadi beban pikirannya juga.


“Nyonya.. Apalagi yang harus saya siapkan  ??”


Tiba-tiba Tasya muncul dan membuyarkan lamunan Michella, wanita itu sedikit merubah ekspresinya, dan mulai tersenyum. Dia ingat, jika dirinya meminta Tasya untuk mempersiapkan keperluan dari kedua bayi mungilnya itu.


“Jika sudah semua.. Bisa kau menjaga Cathina dan Catholo ??”


“Tentu saja, Nyonya mereka sudah siap. Tadi, mereka di ruang depan. Biar saya menyusul mereka.” Ujar Tasya mengusulkan diri untuk menyusul kedua anak kembar Michella lainnya, astaga wanita itu benar-benar kuat dan hebat, dia mampu melahirkan dua anak kembar selama dua kali, tanpa operasi caesar sedikitpun. Sungguh luar biasa, ratu kesayangan Diavolo itu.


“Baguslah, aku akan mempersiapkan sisanya. Terima kasih banyak Tasya.” Ujar Michella tersenyum di bagian akhirnya.


Disisi lain.


Ketegangan, dan kesunyian masih menyelimuti Diavolo dan kedua orang itu, Diavolo merasa ini hanyalah membuang-buang waktunya saja, padahal dirinya bisa berduaan atau sekedar memanjakan Mommy nya saat mandi, sebelum mereka menikmati perjalanan bersama anak-anak, dan tentunya, dirinya tidak bisa bermesraan dengan kekasihnya itu.


“Jika, tidak ada lagi yang dikatakan, aku akan-”


“Dad !!!”


Tiba-tiba kedua anak berlari menuju ke arah Diavolo. Anak-anak itu, adalah Cathina dan Catholo yang berlari ke arah Diavolo dengan senang dan riang. Diavolo menundukkan tubuh mereka, menangkap dan memeluk mereka.


“Astaga, jangan berlari.. Bagaimana jika kalian terjatuh, hmm ?? Dad tidak mau, anak-anak yang Dad sayangi ini, terluka.” Ujar Diavolo merubah tatapan dan nada suaranya, tatapannya begitu menyayangi kedua anaknya, dan nada suaranya begitu melembut.

__ADS_1


“Dad, kami mencarimu..”


“Hey.. Hey. Ini tidak seperti Dad akan pergi dari kalian.” Ujar Diavolo terkekeh mendengarkan perkataan dari Cathina.


“Apakah kita akan jadi pergi ??” Tanya Catholo.


“Tentu saja, katakan pada Mom kalian untuk bersiap, setelah itu kita akan berangkat.” Ujar Diavolo dengan senang, menyemangati dan mengingatkan kedua anak-anaknya jika setelah ini mereka akan pergi.


“Tentu saja.. Tapi Dad harus ikut kemari !!” Ujar Cathina, seakan menyeret tangan Diavolo untuk ikut dengannya.


Diavolo terkekeh pelan, “Hahahaha.. Baiklah.. Baiklah.. Dad akan ada urusan sebentar saja, setelah itu Dad akan menyusul, oke ??”


Cathina terdiam sejenak lalu, “Oke..”


“Hah.. Kemana saja kalian.. Aku mencari kalian berdua.. Tuan Diavolo maaf, Nyonya Michella mengatakan kepada saya untuk menjaga mereka.” Ujar Tasya yang mengambil nafas terengah-engah dan terdengar panik, dia berfikir kedua anak itu masih bermain di ruang depan, ternyata dugaannya salah besar, dan tentu saja Tasya menjadi sangat panik karena hal itu, dan mencoba mencari keduanya, hingga menemukan kedua anak itu bersama dengan Tuan Diavolo.


“Tidak masalah...” Ujar Diavolo dengan santai ke arah pelayannya itu.


“Nah anak-anak, ikutlah bibi Tasya.. Kalian membuatnya cemas, sekarang ikutlah dia. Dad akan menyusul.” Ujar Diavolo kepada anak-anaknya.


Setelah kedua anaknya itu pergi bersama Tasya, Diavolo kembali memberikan tatapan dinginnya.


“Kalian sudah membuang waktuku terlalu banyak, jika tidak ada lagi yang bisa kalian katakan, bisakah kalian meninggalkanku ?!” Ujar Diavolo seakan memaksa keduanya untuk keluar. Oh tidak, Diavolo sama sekali tidak memikirkan apapun mengenai rasa sedih atau menangis.


Satu yang ada di pikirannya adalah, untuk tidak lagi melihat kedua orang yang mengaku sebagai orang tuanya. Atau wanita yang mengatakan diri sebagai ibunya ?! Karena Diavolo membenci itu semua, sejak kecil dia tidak mengenali apa itu ibu, yang dia tahu hanyalah lahir dari perempuan, dan tidak pernah mengenali yang namanya ibu.

__ADS_1


__ADS_2