
Jadi chapternya agak pendek 🙏
“Ada apa ini ??”
Diavolo terkejut saat melihat Joella berada di depan kamar Michella  dengan reaksi sangat khawatir, di tambah salah satu anak buahnya juga terlihat sangat panik. Niko bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi di sana.
“Diavolo... Michella.. Dia-” Joella hendak mengatakan sesuatu kepada Diavolo, tapi sebuah suara teriakan perempuan dari dalam kamar Michella terdengar.
“Apa mau kalian- Argh !!!” sebuah suara perempuan berteriak, membuat semua yang ada di sana terlihat sangat panik, Diavolo tanpa berfikir panjang mencoba mendobrak pintu kamar itu, tapi karena pintu rumah sakit di desain dengan sangat kuat, Diavolo, juga Niko dan salah satu anak buahnya membutuhkan beberapa menit, hingga akhirnya pintu terbuka dengan sedikit rusak.
Di sana, Diavolo membulatkan matanya. Dokter Bella, yang menangani Michella tampak bersandar di dinding dengan kondisi kepala berdarah, tidak hanya itu beberapa perawat terbujur kaku, dengan genangan darah di bawah. Tapi yang menjadi pusat perhatian Diavolo adalah, kekasihnya tidak ada di sana, dan juga kedua anaknya yang masih bayi juga tidak ada di sana.
Diavolo melihat ke arah jendela dan mendapati jendela itu sudah rusak di di jebol oleh seseorang dengan kasar. Diavolo menarik rambutnya, masalah apalagi yang terjadi kepadanya.
Niko dan Joella yang melihat itu semua terdiam, bingung, kaget dan bercampur tidak percaya di sana. Bahkan mereka menyerang dokter dan perawat yang ada di sana. Segera Niko memanggil perawat lainnya, dan bahkan segera membicarakan masalah yang terjadi dengan peristiwa ini. Diavolo terdiam, tapi diamnya bukan berarti di tidak peduli.
Joella bisa melihat emosi, rasa sakit, dan panik dari manik mata Diavolo. Siapa yang tidak panik, kekasihnya yang baru saja melahirkan anak, kini di culik entah siapa, dan bahkan kedua anaknya yang masih bayi tidak ada di sana. Siapa sosok ayah dan suami yang tidak panik melihat kondisi ini semua. Padahal dia sudah memastikan beberapa pengawal untuk menjaga Michella, tapi bagaimana bisa ?! Argh !!! Melihat semua ini, rasanya Diavolo ingin menghancurkan bangunan rumah sakit ini !!
“Raxt !!”
Diavolo memanggil nama anak buahnya dengan penuh penekanan dan terlihat sangat emosi saat ini.
__ADS_1
“I..iya tuan..” Raxt tidak pernah melihat tuannya sebegitu marahnya seperti ini, sebelumnya, dia tidak pernah semarah ini.
“Selidiki semuanya, aku pastikan siapapun keparat yang melakukan ini, akan mati di tanganku !!”
“Ba..baik tuan...”
“Aku akan pastikan siapapun, yang menyentuh ratu kesayanganku, akan mati menderita.”
...
“Kau pikir dengan menculikku dan kedua adikku, bisa membuatmu mendapatkan ibuku ?! Dalam mimpimu !!”
Sosok lelaki itu, Addy dengan kedua tangannya terikat, memandang sinis ke arah lelaki yang merencanakan semua ini. Addy ingat dengan baik, siapa lelaki yang pernah menjadi tunangan Michella dulu, Haydan menyeringai dengan licik dan bahkan terkekeh pelan. Rencananya mampu berjalan dengan cukup baik dan mulus, kini dirinya hanya perlu menunggu semuanya berjalan dengan baik.
“Ohh.. Jangan khawatir.. Aku sudah mendapatkannya.”
“Apa ??”
“Well, penjagaan rumah sakit ternyata begitu lemah, aku bisa merusak semuanya dengan mudah dan mengambil tunanganku kembali.” Ujar Haydan dengan santainya, seperti ucapannya kan ?? Dia hanya harus menunggu.
Mata Addy membulatkan sempurna, penjagaan rumah sakit ?! Jangan-jangan... Oh tidak !! Dan Diavolo entah kemana, apakah lelaki itu bisa menjaga ibunya atau tidak ?! Atau malah sedang bermasalah dengan Riel di persidangan. Sialan !! Kenapa Haydan muncul di saat yang sangat tidak tepat seperti ini.
__ADS_1
Tidak lama, handphone milik Haydan berbunyi. Lelaki itu kemudian meraih handphonenya sendiri, dan melihat nama yang muncul di layar handphonenya itu. Haydan tersenyum, dia kemudian mengangkatnya.
“Jadi, bagaimana ???”
“..........”
“Baguslah, aku akan segera ke depan.”
Haydan menutup sambungan telepon itu, dan tersenyum ke arah Addy.
“Aku ada urusan sebentar, dan jika aku berbaik hati, aku akan mempertemukanmu dengan ibumu.” Ujar Haydan kemudian membalik badan dan terlihat senang. Addy yang mendengarkan perkataan itu hanya menghela nafasnya kasar, kalaupun dia bisa menghina lelaki itu, tidak akan merubah apapun keadaan dan kondisi yang ada.
Addy melirik ke arah kedua adiknya yang masih dalam kondisi tidak berdaya. Jika kalian bertanya, apakah obat biusnya begitu kuat sehingga mereka masih belum terbangun ?? Jawabannya salah. Hal itu karena, ya sebagai tahanan penculikan tentu saja mereka mendapatkan perlakuan kasar, di pukul dan lainnya. Karena itu keduanya pingsan karena pukulan yang cukup keras. Haydan adalah b*j*ngan sialan yang pecundang yang hanya berani pada anak-anak dan orang tak berdaya.
...
Disisi lain, Haydan tersenyum lebar dan senang, saat anak buahnya berhasil membawa Michella dan kedua anaknya. Michella yang dengan keadaan pingsan, karena kondisinya yang melemah, membuat wanita itu tidak berbangun sekalipun.
Haydan membawa wanita itu ke dalam kamarnya, dan menaruh wanita itu ke atas tempat tidurnya. Lelaki itu memandang tersenyum ke arah Michella, wanita itu benar-benar tidak bergerak sedikitpun saat ini.
“Kau benar-benar cantik, sayang~ aku sebenarnya ingin menunggumu hingga kau terbangun, tapi.. Aku sudah tidak tahan.” Ujar Haydan kemudian mulai melepaskan pakaian kemejanya, memperlihatkan tubuhnya itu, dan kemudian mulai mendekati tubuh Michella yang masih menutup matanya. Tubuhnya berada di atas tubuh michella tapi tidak benar-benar menindihnya, dan menahan dengan kedua tangannya. Matanya melihat seluruh tubuh Michella dengan tatapan begitu menginginkan.
__ADS_1