Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
34. Kegelisahan Mommy


__ADS_3

Seperti biasanya, Michella menemani kedua anak-anaknya tertidur, meskipun mereka sudah masuk sekolah, dan di rasa sudah cukup besar, tapi keduanya masih manja dan ingin Mom mereka menemani saat akan tertidur seperti ini. Setelah memastikan keduanya tertidur, Michella mengecup kedua kening anak-anaknya, sembari tersenyum dengan sendu.


“Aku berharap permasalahan yang aku hadapi, tidak akan membuat kalian dalam masalah besar.” Celetuk Michella dengan sedih, dan ada rasa takut serta khawatir di dalam hatinya, bagaimana jika Riel bertindak nekad dan melakukan sesuatu kepada kedua anak-anaknya dan anak dalam kandungannya.. ?? Ah tidak, Michella. Jangan berfikir yang negatif dan jahat, Diavolo tidak mungkin akan tinggal diam dan meninggalkannya.


Michella mematikan lampu kamar kedua anak-anaknya, dan kemudian menutup pintu dengan perlahan, jangan sampai keduanya terbangun akibat suara keras saat menutup pintu.


...


Diavolo, mengamati kekasihnya mondar-mandir ke sana dan kemari, dengan ekspresi gelisah, bingung, dan khawatir. Diavolo sendiri, tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini, dia mencoba menghentikan aksi dan niat dari Michella yang terus saja memikirkan omong kosong dari Riel. Lelaki brengsek itu sama sekali tidak mau melepaskan kekasihnya hanya untuk sekali saja.


“Mommy.. Aku sudah mempersiapkan semuanya, jangan khawatir..” Ujar Diavolo berharap ucapannya akan membuat Michella menghentikan aksinya, wanita itu menoleh ke arah Diavolo dengan raut wajah yang begitu gelisah saat ini.


Michella memandang dengan ekspresi gelisah, “Ta..tapi bagaimana jika... Dia bertindak nekad ?? Apa yang akan terjadi ada Cathina dan Catholo nanti.. ?? Apa yang terjadi pada kandunganku, dan- akh.” Michella tiba-tiba saja merasakan bagian perutnya sedikit kesakitan, karena beban pikiran dan rasa khawatirnya yang begitu besar di dalam hatinya.

__ADS_1


Diavolo langsung bangkit dari kursi sofanya, membantu Michella yang terlihat kesakitan, sembari memegang perutnya. Diavolo membantu, menuntunnya untuk duduk di sofa. Diavolo tahu, jika pikiran terlalu banyak dan stress akan berdampak pada kandungan kekasihnya itu.


“Tenangkan pikiranmu untuk saat ini, oke ??” Ujar Diavolo dengan lembut, Michella mengangguk, dia terlalu panik dan bingung. Wanita itu menarik nafas dan membuangnya secara perlahan, untuk menenangkan hati dan pikirannya yang kacau saat ini.


“Michella... Dia tidak mungkin berani melakukan apapun, selagi ada aku disini. Aku tidak mungkin, meninggalkanmu sendirian disini.” Ujar Diavolo dengan nada menenangkan.


“Itu hanya akal-akalannya saja, untuk membuatmu stress, dan berdampak buruk pada kandunganmu.” Lanjut Diavolo, membelai rambut kekasihnya dengan penuh rasa iba, dia tidak tahan melihat kekasihnya begitu gelisah dan bingung tidak karuan.


Melihat kegelisahan Michella, membuat Diavolo menyadari, mungkin wanita itu tahu jika Riel bukan hanya orang biasa, jika Riel hanyalah seorang fans semata, maka tidak mungkin Michella terlihat sangat ketakutan seperti ini. Diavolo juga mengenali siapa itu, Riel yang sebenarnya. Tapi Diavolo tidak takut, bahkan sedikitpun, dia lebih khawatir dengan kondisi kesehatan Michella dan kandungan, serta anak-anaknya.


Michella mengangguk, “Kau benar. Aku hanya terlalu memikirkannya terlalu berat.”


“Tapi.. Diavolo... Kau berjanji, kan ?? Menjagaku dan anak-anak ??” Ujar Michella dengan nada bergetar, seakan dirinya memohon kepada Diavolo untuk tidak meninggalkannya di saat seperti ini, padahal Michella sangat benci memohon dengan nada gemetar, tapi untuk kali ini ada rasa takut yang besar dalam dirinya.

__ADS_1


Diavolo bisa melihat ketakutan besar itu, melalui matanya. Lelaki itu merasa sangat miris dengan perkataan dan ekspresi pucat Michella, padahal wanitanya sedang hamil, tapi malah mendapatkan masalah cukup besar yang membuatnya menjadi banyak beban pikiran. Diavolo bersumpah akan membunuh siapapun yang mencoba membuat hati Mommy nya, khawatir dan ketakutan.


Diavolo mengangguk, “Aku berjanji. Sekarang tidurlah, dan beristirahatlah. Besok semua akan baik-baik saja, kau bisa percayakan segalanya padaku.”


Michella mengangguk, sepertinya perkataan Diavolo, sejenak membuat wanita itu semakin tenang dan berfikir jika besok tidak akan terjadi apapun, karena Diavolo juga pasti bukan orang sembarangan.


Wanita itu kemudian bangkit dari sofa menuju tempat tidurnya, Diavolo tidak tinggal diam, dia menemani Michella agar wanita itu terlihat khawatir.


“Kau mau tertidur di atas tubuhku ??”


Michella mengangguk, otot dada dan perut milik Diavolo, benar-benar terasa nyaman baginya. Padahal bagian dada dan perutnya sangatlah keras dan bidang di sana, tapi Michella merasa bagian itu adalah tempat ternyaman bagi kepalanya, entah kenapa. Rasanya nyaman dan aman, tidur di dalam pelukan kekasihnya itu. Setelah menemukan posisi yang nyaman, Michella berbaring di atas tubuh Diavolo.


Lelaki itu secara perlahan mengecupi bagian keningnya, dan bibirnya tapi dia melakukan secara singkat, karena lelaki itu tahu, Michella sedang tidak bernafsu untuk melakukan olahraga malam saat ini. Tangannya perlahan membelai rambut kekasihnya dengan penuh kasih sayang, sembari memandang wajah kekasihnya yang mencoba untuk tenang meskipun dalam suasana yang tegang baginya.

__ADS_1


Tenang Mommy, aku akan membantumu... Dan aku akan memastikan siapa wartawan dan paparazi yang telah membuat berita omong kosong di majalah  Batin Diavolo dengan wajah licik, membayangkan hukuman apa yang akan dia lakukan kepada orang yang mungkin telah menghancurkan hidup dan karir kekasihnya.


Tidak akan kubiarkan mereka bisa hidup dengan tenang Lanjut Diavolo menyeringai licik dalam hatinya.


__ADS_2