
Michella tampak masih shock dengan apa yang lihat, dia hampir tidak percaya dengan sosok lelaki yang dia temui tadi, Haydan. Sosok lelaki yang pernah menjalin hubungan dengan Michella lebih dekat daripada Riel dan Fael. Awalnya Michella berfikir jika Haydan adalah pengganti Diavolo, karena lelaki itu memiliki sifat hampir mirip seperti Diavolo. Bahkan, Michella hampir mau bertunangan dengan Haydan, tapi kemudian sebuah peristiwa membuat sifat asli Haydan terbongkar.
Flashback..
“Michella.. Siapa Riel ??” Ujar Haydan berdiri di depan pintu kamar, Michella sembari menyandarkan tubuhnya pada pintu, dan memandang Michella dengan penuh rasa curiga. Dan memberikan tatapan tajam.
“Ah ?? Dia datang ?? Well, dia adalah temanku.” Ujar Michella. Memang benar, saat itu Michella dan Riel hanyalah sebatas teman biasa. Tapi ekspresi Haydan terlihat tidak bisa menerima pernyataan dari Michella.
Lelaki itu mendekati Michella yang sedang berdandan di depan cermin. Hubungan mereka cukup baik, dan Michella percaya jika Tuhan mengirimkan Haydan untuk menggantikan Diavolo. Perilakunya yang manis lembut dan baik kepadanya membuat Michella takluk dan jatuh pada Haydan. Tapi hari ini, ada perasaan buruk dalam diri Michella, terutama saat Haydan mendekatinya dan berdiri di belakangnya.
Michella menolehkan wajahnya, “Haydan.. Ada apa.. ??” Michella sedikit bingung, karena tatapan tajam milik Haydan mengarah kepadanya.
“Dimana dia menyentuhmu.. Michella..”
“Apa ??”
“Dimana bajingan itu menyentuhmu !!” Haydan seketika menarik tangan Michella dengan kasar, membuat wanita itu terkejut bukan main, dan juga kesal karena hal itu membuat tangannya terasa sakit.
“Awh !! Ada apa denganmu ?! Dia tidak menyentuhku !!” Ujar Michella berusaha menarik tangannya lagi, tapi gagal. Haydan seorang lelaki, tentu saja dia jauh lebih kuat.
Haydan mendorong Michella hingga memojokkannya dengan dinding, dan mengurung wanita itu dengan kedua tangan dan tubuhnya.
“Michella.. Kau tahu, aku paling benci jika kau dekat dengan lelaki lain. Jadi, jangan pernah mendekati lelaki lain.”
Michella tertegun dengan perkataan dan perbuatan Haydan. Padahal dulu, Diavolo yang juga pencemburu berat, tidak pernah berperilaku kasar atau menuduh Michella berselingkuh, tapi Diavolo hanya menunjukkan kemarahannya melalui perkataannya, Diavolo tidak pernah menarik kasar tangannya atau bahkan menatapnya dengan sangat tajam.
Tapi Michella masih mencoba berfikiran positif, dan mungkin saja Haydan sedang dalam kondisi emosi dan kesalnya, jadilah dia berperilaku buruk kepadanya. Semoga saja ini bukan bertanda buruk bagi Michella.
Tapi peristiwa buruk kembali terjadi, dan jauh lebih parah.
Fael memiliki perusahaan minuman yang cukup populer, dia mencoba bekerja sama dengan Michella, untuk mau menjadi model minuman untuk perusahaannya. Michella mau saja, asal bayarannya setimpal dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Dan itu membuat hubungan Michella dan Fael sedikit dekat, dan membuat Haydan semakin cemburu dan marah.
Hingga...
“Berhentilah bekerja sama dengan lelaki itu ?!”
“Huft.. Aku akan berhenti bekerja setelah menikah, hmm ?? Ini terakhir aku menjadi model.” Ujar Michella yang awalnya tidak memperhatikan kemarahan Haydan yang memuncak. Karena Michella terbiasa dengan Diavolo, yang dulunya juga seorang pencemburu berat.
“Oh.. Lalu apa ?? Menunjukkan tubuhmu kepada orang lain ?! Atau menunjukkan tubuhmu pada Fael di dalam kamar hotel ?!”
Michella kesal bukan main, ada apa dengan Haydan ?! Tidak biasanya dia semenyebalkan ini ?!
“Ada apa sebenarnya denganmu ?! Aku hanya bekerja ?! Dan kau bertingkah menyebalkan !!”
“Menyebalkan ?! Aku disini berusaha untuk memperbaiki nama baikmu, dan kau menyebutku menyebalkan ?!”
“Haydan !!! Nama baik yang mana ?! Nama baikku sudah hancur setelah aku masuk dalam dunia model majalah dewasa !!! Aku membutuhkanmu disini, sebagai sosok yang memberikanku cinta dan kasih sayang !! Aku hanya membutuhkan itu !!”
Haydan kembali menggenggam tangan Michella dengan kasar, dan mendorong wanita itu hingga mengenai kaca yang berada di lemari.
Oh aku lupa bilang, mereka sedang berada di kamar milik Michella, dan Haydan mencoba menghadang Michella yang hendak pergi untuk membahas masalah pekerjaan dengan Fael, bersama Joella. Tapi sayangnya, dia sempat bersitegang dengan Haydan.
Kepala Michella yang mengenai kaca, berdarah, dan wanita itu merasa kesakitan dan perih.
“Awh... Sakit... Kau.. Kau gila, Haydan..” Ujar Michella menahan rasa sakit di kepalanya, dia benar-benar tidak percaya ini. Kerasukan iblis manalagi, Haydan melakukan semua itu.
“Aku.. Gila.. ?? Kaulah yang membuatku gila dengan kelakuanmu !! Serendah itukah harga dirimu, hingga kau tidur dengan banyak lelaki ?!”
“Aku hanya urusan pekerjaan, kenapa kau tidak mempercayaiku !!! Awh..”
Bahkan Diavolo tidak pernah menyakitiku, hanya karena cemburu.. Batin Michella dengan sakit hati. Dia merasa sakit fisik di kepalanya yang terus mengeluarkan darah, dan sakit hati karena tidak di percayai oleh orang yang kau sayangi.
__ADS_1
Flashback off..
Michella mengingat setiap perbuatan kasar Haydan yang masih terngiang di kepalanya, rasanya kedatangan Haydan membuat semua ingatan buruk kembali berputar di kepalanya itu. Michella terus mengingat peristiwa yang buruk itu, hingga sebuah suara terdengar, dan pintu terbuka menunjukkan seseorang di sana.
“Mommy !!!”
Suara dari Diavolo membuat Michella tersadar dari lamunannya mengenai masa lalu. Joella yang di samping Michella, menolehkan kepalanya menatap ke arah Diavolo yang kemudian melangkah masuk ke dalam kamar. Diavolo membawa begitu banyak makanan dengan senang.
“Mommy.. Aku bawakan begitu banyak makanan kesukaanmu, dan buah yang kau sukai. Aku membawakan makanan dan buah yang sehat, juga-”
Tapi kemudian ucapannya terpotong saat dirinya menatap ke arah wajah Michella, dan merubah ekspresi dan juga nada bicaranya.
“Mommy... Ada apa ?? Kenapa kau bersedih ??” Ujar Diavolo mendekati Michella, dan jarinya mengusap mata Michella yang sembab dan sempat mengeluarkan air matanya.
“Ah.. Tidak ada..” Michella menyadari Diavolo, dan berusaha menutupi wajahnya itu meskipun terlambat.
“Huft.. Sayang, Mommy.. Ratuku.. Maafkan aku tidak bisa menemanimu saat melahirkan.” Ujar Diavolo sembari mengecup kening dan bibir Michella dengan lembut, rasanya Joella ingin menangis melihat keromantisan keduanya. Dia iri, siapapun tolong berikan Joella kekasih ?!
“Tidak apa, lihat. Kedua putramu sangat tampan !!” Ujar Michella menunjukkan kedua anaknya di gendongannya itu.
Salah satu putra itu menguap dengan mulut kecilnya. Diavolo terkekeh pelan dan tersenyum senang di sana.
“Astaga.. Dasar anak nakal.. Hmm !! Menyentuh dada istriku !! Kau tahu, sebelum kau lahir, aku yang selalu menyentuh dada besar itu.”
“Diavolo !! Jangan berkata seperti itu !!” Ujar Michella merasa malu, oh Tuhan... Kenapa malah berkata seperti itu, di depan Joella ?! Oh Tuhan, rasanya Michella ingin menyembunyikan wajahnya itu dari Joella.
“Haruskah, kau berbicara seperti itu, ditempat umum ??” Ujar Joella dengan sedikit ketus.
“Dengarkan aku, dasar wanita single menyedihkan. Aku tahu dadamu, tidak pernah di cium dan dijilat-”
“Diavolo !! Membahas seperti itu lagi, aku akan memukulmu dengan guling !!” Ujar Michella dengan wajah yang sudah memerah malu, mendengarkan perkataan dari Diavolo.
__ADS_1