Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
38. Diavolo terluka ??


__ADS_3

“Masih tidak bisa tertidur..” Keluh Michella yang sedari tadi membolak-balikkan tubuhnya karena merasa sulit untuk tertidur, tiba-tiba saja dirinya merasa sangat haus dan ingin sekali meminum.


Dengan terpaksa, Michella bangkit dari tempat tidurnya, dan berjalan keluar menuju ke arah bawah. Dengan rambut acak-acakan karena sedari tadi bergerak ke sana-kemari di atas kasur. Sampai ke bawah setelah turun melalui tangga, tiba-tiba saja saat dirinya sudah menggapai lantai bawah. Terdengar suara ketukan di depan pintu, dan suara ketukan itu membuat Michella merasa bingung, dan sedikit curiga. Siapa yang mendatangi rumahnya di malam hari ?? Apakah itu Diavolo ??


Tapi Michella tidak mau mendapatkan masalah, untuk berjaga-jaga dirinya membawa pistol, jikalau itu adalah perampok gila yang hendak merampok rumahnya. Dengan perlahan, Michella ke pintu depan, membuka kunci di pintu, dan membuka pintunya dengan menodongkan pistolnya. Betapa terkejutnya, jika yang datang adalah Diavolo tapi dengan kondisi terluka, dan pakaiannya terkena darah.


Michella menyimpan pistolnya, dan langsung membantu Diavolo yang terlihat berjalan dengan sempoyongan. Tapi bukan karena mabuk, karena Michella bisa melihat wajah lelakinya yang terlihat kesakitan, sudah pasti Diavolo terluka sehingga membuat berjalannya tidak tegak.


“Astaga.. Diavolo.. Dear.. Apa yang terjadi ?!” Ujar Michella membantu Diavolo, dengan memapahnya secara perlahan menuju ke arah sofa di ruang tamu.


Setelah memastikan posisi Diavolo dengan kondisi duduk, Michella berpamitan untuk mengambil kotak P3K.


“Aku akan mengambil obat dan ember. Kau tunggu saja disini.” Ujar Michella, Diavolo hanya mengangguk dengan lemah. Dia tidak bisa menjawab apapun untuk saat ini, karena kondisi tubuhnya yang begitu lemas.


Tidak sampai lama, Michella kembali ke sofa itu, membawa kotak P3K dan juga ember air dengan kain bersih. Michella menaruh kotak itu di meja, dan menaruh ember itu juga di atas meja tepatnya di depan keduanya.


“Bajumu terkena darah, aku akan melepaskan kemejamu.”

__ADS_1


Tapi belum sempat Michella hendak melepaskan kemeja itu, tiba-tiba saja tangan Diavolo bergerak melepaskan pakaian di tubuhnya, dan hanya tersisa celana jeans. Michella sedikit bergidik ngeri, karena terdapat luka di bagian dada Diavolo yang cukup besar. Tapi Michella harus bisa menghadapinya, meskipun ada sedikit rasa takut dengan darah.


“Jika, sakit katakan saja. Aku akan membasuh lukamu.”


Diavolo mengangguk, Michella kemudian memasukkan kain itu ke dalam ember, dan memerasnya. Dengan perlahan, Michella mengelap luka di dada Diavolo dengan kain basah itu, Diavolo merasa sedikit perih sebenarnya, tapi dia memilih untuk tidak berkata apapun. Meski begitu, Michella bisa melihat wajah kekasihnya menahan rasa sakit.


“Tahan ya.. Darahmu keluar cukup banyak..” Ujar Michella memasukkan kain yang penuh darah itu ke dalam ember berisi air, mencuci kain itu, dan kembali memerasnya lalu mengelap dada Diavolo. Dia mengulanginya hingga tiga kali, barulah darah milik Diavolo berhenti.


“Kau.. Tahu obatnya.. ??”


“Bi..biar aku coba buka dan lihat di kotak.” Ujar Michella sedikit panik, dirinya tidak mengenali obat untuk luka begitu baik, terlebih ini bukan luka kecil biasa, tapi luka besar. Wanita itu mengambil kotak obat, lalu Diavolo berbicara kepadanya.


“Bawa.. Kemari kotak itu.. Aku akan memberitahumu...”


Michella menurut, membawa kotak obat itu kepada Diavolo. Lelaki itu mengeluarkan beberapa obat yang sepertinya tidak dikenali oleh Michella. Oh iya, bagaimana Michella bisa membeli obat yang tidak dia kenali ?? Jawabannya simple, karena dirinya membeli kotak P3K yang komplit sekalian dengan isi di dalamnya. Bisa dikatakan sudah sepaket dengan obat di dalamnya. Dan tidak semua obat, dikenali oleh Michella.


Setelah memberitahu beberapa beberapa botol obat untuk luka, termasuk alkohol. Diavolo mengajari dan membantu Michella, tetapi wanita itu yang memberikan dan membasuh luka dengan obat yang sudah di teteskan di atas kapas. Setelah semua obat di berikan, barulah Michella yang mengerti langkah terakhir, kemudian menutup luka dengan kapas dan perban yang ada di sana.

__ADS_1


“Kau ingin minuman ?? Aku akan ambilkan.”


Diavolo mengangguk, “Bisakah, berikan aku minuman dingin ??”


Michella mengangguk, “Tentu saja.”


Michella mengambil pakaian Diavolo yang masih memperlihatkan bercak darah di sana, Michella berniat untuk menaruh pakaian ke keranjang untuk pakaian kotor, sembari mengambilkan minuman untuk kekasihnya. Selagi Michella pergi, Diavolo sempat menyeringai licik.


Hahhh.. Meskipun sedang terluka, otak liciknya masih bekerja. Ya, Diavolo adalah ketua bos mafia, luka seperti ini sering sekali terjadi, dan dirinya sebenarnya tidak benar-benar lemas, hanya saja dirinya ingin di berikan kasih sayang, dan bermanja hingga berakting seakan dirinya lemas dan tidak berdaya.


Sebenarnya, Diavolo menikmati sentuhan lembut milik kekasihnya, dan bertingkah seakan dirinya benar-benar kesakitan, padahal itu adalah luka biasa baginya. Ditambah wajah penuh rasa khawatir dan tatapan penuh iba itu, membuat wajah Michella menjadi lebih cantik dan lebih indah.


Mommy sangat menggemaskan, jika wajahnya khawatir seperti itu.. Batin Diavolo memuji wajah kekasihnya itu, dengan terkekeh licik dalam hatinya. Ah dasar serigala licik, sekalipun dalam kondisi terluka, Diavolo akan menggunakan kondisinya untuk bisa bermanja ria dengan sang wanitanya.


Disisi lain..


Disisi Michella sendiri, dirinya mengambil minuman untuk Diavolo. Wanita itu bertarung dengan pikirannya sendiri, bagaimana tidak. Dirinya melihat ekspresi wajah kesakitan Diavolo yang terlihat sangat.. Err.. Seksi ?? Argh !! Apa yang Michella pikirkan !! Kekasihnya terluka dan dia malah membayangkan wajah serta tubuh indah yang terpampang nyata di depannya itu ?! Ini gila, Michella pasti sudah tidak waras, membayangkan wajah Diavolo kesakitan malah membuatnya merasa h***y seperti ini ?! Seharusnya dia itu iba !!

__ADS_1


“Aku benar-benar sudah gila.” Ujar Michella pada dirinya sendiri.


__ADS_2