
Mungkin Bonus Chapternya bisa 10 atau 20, gak tau, lihat aja ya... hehehehe..
Tapi gak papa kan, kalau Author kasih bonus Chapter yang banyak ??
“Bagaimana dengan Alston dan Alton ??”
“Mereka sudah tertidur.”
“Bagaimana dengan Cathina dan Catholo ??”
“Mereka juga sudah tertidur... Kalau kau ingin bermain dengan mereka, seharusnya dari sore tadi.” Ujar Michella sembari membersihkan wajahnya dengan kapas dan pembersih wajah di depan cermin.
Setelah menikah, Michella tinggal bersama dengan Diavolo, di rumah baru tentunya. Lalu bagaimana dengan para pelayan di rumah Michella ?? Beberapa dari mereka di berikan pekerjaan berbeda oleh Diavolo, sementara beberapa menjadi pelayan di rumah baru mereka. Dengan anak-anak, rupanya mereka mulai terbiasa dengan rumah milik Diavolo, yang secara mengejutkan jauh lebih besar. Beberapa penjaga di rumah Michella juga ikut bekerja menjaga rumah Diavolo di sana. Astaga, rupanya Diavolo bekerja keras demi mendapatkan rumah bak istana untuk anak-anaknya dan keluarganya kelak. Perjuangan Diavolo tidak main-main, sehingga hasilnya juga besar dan tidak main-main.
Diavolo yang berada di belakang Michella, bisa wanita itu lihat dari pantulan cermin. Diavolo tersenyum kecil, dan itu membuat suasana tidak enak dari Michella.
“Well, aku lebih suka bermain dengan ibunya. Bagaimana menurutmu, Mommy ??”
Michella menghela nafasnya berat, astaga Tuhan.. Dirinya sepertinya salah menikah dengan iblis mesum nan bejat bak Diavolo, tapi apa daya. Hati Michella tetap saja memilih Diavolo. Setelah menikah, perilaku Diavolo kepadanya tidak berubah, tapi kemesuman dan kebejatannya juga tidak berubah. Dan itu membuat Michella tidak bisa mengelak dirinya yang juga mencintai Diavolo.
Michella menghela nafasnya, selesai membersihkan wajahnya, Michella membalik badan melihat Diavolo sudah berbaring seakan siap untuk menerimanya di sana. Michella kemudian menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap ke arah suaminya.
“Apalagi, sekarang ?? Berhentilah bersifat mesum, kita sudah 5 bulan menikah.”
“Oh.. Sayang, meskipun sampai beberapa tahun menikah, aku tidak akan bosan dengan wajah dan tubuhmu, Mommy.. Oh hey, bagaimana jika kita membuat anak lagi ??”
__ADS_1
Bruk !!
Michella memukul wajah Diavolo dengan guling, “Jangan berkata seperti itu !! Alston dan Alton masih kecil !!” Ujar Michella dengan kesal, seenaknya saja suaminya itu, hanya karena sudah menikah saja, mau membuat 100 anak ?! Dasar !!
Diavolo yang mendapat reaksi itu, malah terkekeh dan tertawa geli, tangannya mengambil guling yang mengenai wajahnya, dan melanjutkan tertawa. Sepertinya Diavolo sengaja menggoda Michella, dengan ucapannya, dan kalimatnya yang terdengar mesum.
“Mommy kau sangat lucu, saat sedang marah.” Ujar Diavolo.
“Ish !! Terserah !!” Ujar Michella hendak ngambek dan enggan berbicara kepada Diavolo. Dia sengaja berbaring membelakangi Diavolo, dan bersifat bak perempuan yang sedang marah, atau ngambek tapi, bukannya merasa bersalah, Diavolo malah sengaja membelai rambut Michella, mengecupi rambutnya dan jarinya menoel bagian pipi wanita itu dengan gemas.
Tidak berhenti sampai di sana, Diavolo memeluk, mengendus bagian lehernya, mengecupi lehernya dengan lembut dan berbisik dengan nada lembut, manja nan menggoda di sana.
“Apakah... Mommy kesayanganku benar-benar sedang marah, hmm ??”
“Hen...hentikan..” Michella merasakan bagian lehernya terasa sangat geli di sana. Tidak berhenti sampai di sana, kedua tangan Diavolo menyelinap masuk ke dalam pakaian Michella, dan menyentuh titik sensitifnya di sana.
“Aku hanya ingin memanjakan tubuhmu saja, my Queen... Kau tidak masalah, bukan ??” Tanya Diavolo, Michella terdiam sejenak, dan akhirnya mencium bibir Diavolo.
“Baiklah.. Tapi berjanjilah, tidak melakukannya sekarang.”
Inilah yang di senangi oleh Michella, Diavolo tidak pernah memaksanya melakukan apa yang tidak dia inginkan. Seperti saat ini, Diavolo tidak memaksa Michella untuk melakukan apa yang dia inginkan, sebaliknya Diavolo benar-benar hanya memanjakan tubuh Michella dengan kedua tangan dan lidahnya.
...
__ADS_1
Keesokan harinya..
Michella sudah selesai menyusui kedua anak kembarnya, dan menidurkan mereka. Kini wanita itu memasak untuk kedua anaknya yang kini sudah masuk ke jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya yaitu SD (Elementary School). Tapi keduanya masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Diavolo juga duduk di kursi meja makan menunggu masakan, setelah selesai merapikan dirinya sendiri. Setelah menikahi Michella, Diavolo kini bisa meninggalkannya ke kantor, karena rumah Diavolo benar-benar di rancang menjaga keselamatan Michella dan anak-anaknya. Juga Addy yang di perbolehkan tinggal bersama mereka sebagai anak juga. Bahkan Diavolo, menyarankan agar Addy kuliah dulu, sebelum memulai bisnis lagi, karena dengan kuliah maka Addy bisa mempelajari masalah bisnis lebih dalam. Siapa yang membiayai ?? Oh bagi Diavolo itu adalah hal kecil, yang tidak membebaninya sama sekali.
Michella menikmati kehidupan barunya, dia memang suka memasak, dan menyiapkan segalanya untuk keluarganya. Bahkan hari ini, Michella memasak masakan spesial untuk ketiga anak dan suaminya, dia juga menyiapkan bekal untuk mereka dengan menu yang berbeda. Dan tentu saja, mereka sangat menyukai masakan Mom mereka. Bahkan Cathina dan Catholo mengatakan, masakan di sekolah kalah jauh dengan masakan Mom mereka yang jauh lebih enak.
“Setelah sarapan, aku akan memberikan bekal kalian masing-masing.” Ujar Michella setelah menaruh masakannya, yang di masak di panci besar.
Diavolo terkejut, “Seafood ??”
Michella mengangguk, “Bekal kalian juga tidak kalah enak, jadi makanlah yang banyak.” Ujar Michella dengan tersenyum.
“Terima kasih, Mom !!” Ujar Cathina dan Catholo dengan senang.
Michella mengambil tempat minum besar, menaruh di meja makan. Barulah dia menikmati makanan bersama keluarganya itu. Semua terasa seperti mimpi, kejadian buruk kemarin sudah berlalu, dan kini semua terasa sangat menyenangkan bak cerita dongeng. Yang berakhir bahagia. Semoga saja semuanya akan terus baik-baik seperti ini.
“Sweetie.. Nanti aku dan Joella akan berbelanja, sekalian mengajak Alston dan Alton jalan-jalan di taman. Jika kau tidak keberatan ??” Ujar Michella seakan meminta ijin kepada suaminya.
“Tentu, tapi jangan bergumam kesal, jika aku menyuruh anak buahku menjagamu dan anak-anak.” Ujar Diavolo.
“Tentu saja.” Kini Michella tidak terlalu keberatan dengan permintaan Diavolo yang ingin dirinya selalu di jaga, dan dilindungi oleh para bodyguard. Kejadian penculikan kemarin, sepertinya membuktikan Michella, betapa bahayanya jika tanpa perlindungan.
__ADS_1