Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
29. Masalah di sekolah ?? (1)


__ADS_3

“Kalian selidiki, dan pastikan siapapun yang berniat jahat kepada Michella, harus segera dimusnahkan. Aku tidak mau siapapun menyentuh ratu kesayanganku.”


“Baik, tuan.”


Kedua lelaki itu menuruti perintah tuannya, meninggalkan lelaki itu sendirian di ruangan yang hampir sepenuhnya gelap, hanya ada lampu satu hanya untuk menerangi satu tempat saja. Diavolo, lelaki itu berfikir untuk tidak menemui Michella terlebih dahulu, karena wanita itu berkata ada urusan di sekolah dengan anak-anak. Jadilah Diavolo memiliki kesempatan untuk bisa melanjutkan rencana licik dalam pikiran dan hatinya, untuk melenyapkan siapapun yang mencoba membuat masalah, atau menyentuh Michella, ratu kesayangannya itu.


Diavolo memandang ke arah foto Michella yang tertempel di dinding. Bukan, dia tidak mengambil dari majalah, sebaliknya Diavolo memang suka menyimpan foto Michella sebelum wanita itu masuk ke dalam dunia model. Diavolo teringat, saat di penjara. Lelaki itu hampir kehilangan akal sehatnya, setiap hari di dalam penjara, Diavolo berbicara dengan foto wajah Michella. Beruntung saja, Diavolo berada di penjara khusus dan bukan penjara umum. Tapi tetap saja para penjaga penjara itu memandang aneh saat Diavolo berbicara dengan foto wajah Michella, sampai dirinya dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.


Kehilangan Michella, bagi Diavolo sama seperti kehilangan akal sehatnya, setelah bebas dari penjara, Diavolo meluangkan emosi kemarahannya pada orang yang memfitnahnya hingga meninggal dengan cara yang sadis. Gangguan kejiwaan dari Diavolo malah membuat lelaki itu menjadi senang sesuatu yang brutal dan sadis.


Bahkan banyak orang berfikir jika, Diavolo akan menculik, menyekap Michella karena gangguan kejiwaannya itu, tapi sebaliknya.. Michella malah menjadi obat bagi Diavolo untuk bisa menjaga kewarasannya sebagai manusia biasa. Lelaki itu tidak menunjukkan kegilaannya kepada Michella dan malah bertingkah baik dan lembut kepada wanita itu. Aku yakin, Michella tidak akan pernah mengenali sosok gila milik Diavolo, yang tersimpan rapat di dalam dirinya dan tubuhnya itu.


“Kau tahu, betapa hancurnya aku Michella, saat aku terpisah darimu..” Ujar Diavolo, rasanya dia ingin mengungkapkan rasa rindu dan cinta kepada Michella, untuk menunjukkan betapa tersiksanya dirinya di penjara tanpa Michella. Tanpa bisa memberikan kabar apapun, dan menghilang begitu saja. Setiap hari, Diavolo berfikir mungkinkah Michella sudah mendapatkan lelaki lain ?? Mungkinkah wanita itu sudah mendapatkan pengganti dirinya ?? Dan bagaimana Diavolo harus bersifat nantinya ?? Apakah dia akan menjadi gila segila-gilanya melebihi joker ?? Itulah pertanyaan dalam benak Diavolo  dalam hatinya setiap harinya saat di penjara.


Tapi ternyata salah, Michella tidak bersama siapapun. Wanita itu masih menjaga status single-nya, meskipun dia tahu Michella pasti sudah tidur dengan beberapa lelaki, karena pekerjaannya sebagai model majalah dewasa. Diavolo kecewa, tidak dia tidak kecewa dengan Michella. Tapi dia kecewa dengan orang-orang di sekitarnya, yang malah menjerumuskan Michella ke dalam pekerjaan kotor. Padahal tanpa harus menjadi model majalah dewasa, wajah Michella juga cocok menjadi aktris atau model biasa dengan gaun atau pakaian indah, tapi mereka malah memaksa wanita itu untuk menjadi model majalah dewasa.

__ADS_1


“Setelah ini, kau dan aku akan meninggalkan negara ini, meninggalkan kehidupan lama kita, dan menjalin hubungan baru.” Celetuk Diavolo merencanakan akan pindah negara, hanya untuk menjalin hidup yang lebih baik, lebih normal.


Diavolo tahu, jika dengan masa lalunya sebagai model majalah dewasa, membuat Michella sebenarnya merasa tidak nyaman. Selain mendapatkan judge dari orang-orang sekitar, tatapan merendahkan kerap kali di terima oleh Michella, hebatnya wanita itu tidak memperdulikan itu semua. Karena Michella sendiri berfikir, jika tidak semua orang mengetahui masa lalunya dan beban pikirannya, jadilah Michella tidak peduli dengan tatapan dan perkataan orang lain. Toh orang-orang di sana, bukanlah sosok suci dengan hati yang bersih, mereka juga sama berdosanya.


Tapi Diavolo tidak tega, dengan kondisi itu. Karena itu lelaki itu, mulai mengajak Michella untuk menjadi wanita yang lebih baik, dengan tidak membiarkan wanita itu berkencan dengan lelaki lain yang sudah memiliki istri, ya meskipun itu bukan kesalahan Michella, karena wanita itu tidak mengetahui informasi mengenai Riel dan Fael yang sudah menikah, tapi Diavolo tetap akan menjaga sekaligus melindungi ratu dan anak-anak kesayangannya. Tentu saja Diavolo, tidak akan melupakan kedua anak kesayangannya itu.


Tiba-tiba handphonenya berdering, Diavolo membaca siapa yang sedang menelfonnya, dan mengangkat telfonnya.


“Ada apa ???”


“.......”


Ekspresi dari Diavolo berubah, begitupula nada bicaranya, “Baiklah, aku ke sana.”


...

__ADS_1


Disisi lain, suasana sedikit tegang. Michella berbohong kepada Diavolo, jika dirinya memiliki acara di sekolah. Padahal saat ini Cathina dan Catholo mendapatkan satu masalah besar. Sebenarnya bukan kesalahan besar dari Catholo, anak lelaki itu hanya mencoba melindungi adiknya saat sosok anak lainnya membully Cathina. Tapi apa daya, guru sebenarnya juga mengetahui fakta yang sebenarnya, tapi tidak bisa berbuat apapun, karena anak yang menfitnah Cathina dan Catholo adalah anak pemberi sumbangan terbesar di sekolah, sementara Michella tidak pernah menyumbang apapun.


Meskipun begitu, beberapa guru sebenarnya lebih memilih berada di pihak Michella, apalagi Cathina dan Catholo tidak pernah membuat masalah atau onar, keduanya pintar dan mampu membanggakan nama sekolah, sementara yang menfitnah keduanya, hanyalah seorang pembuat onar dan membully manja, membuat para guru sebenarnya ingin mengeluarkannya dari sekolah, jika saja mereka bukan anak donatur terbesar di sekolah.


Michella hanya santai saja, karena salah satu guru di sana menunjukkan sebuah video rekaman asli cctv mengenai reka adegan yang terjadi, membuat wanita itu tahu jika kedua anak-anaknya sama sekali tidak bersalah.


“Sungguh mengejutkan, aku tidak tahu sekolah ini menerima anak dari pel***r murahan.”


“Sungguh mengejutkan, anak dari donatur terbesar, anak dari keluarga kaya bisa menfitnah seseorang demi kekuasaan.” Ujar Michella dengan santainya, bukankah sudah kukatakan, jika Michella terbiasa dengan ejeken b*tch, j****g, dan pel***r. Jadilah, Michella sama sekali tidak merasa kesal, atau merasa terhina, justru dirinya mampu membalik ucapan dengan santai.


“Apa kau bilang  ?! Kau mau berkata, putriku sedang memfitnah anakmu ?!”


“Kenapa kau marah ?? Padahal saat kau menghinaku jauh lebih rendah aku tidak marah.. Apakah.. Karena ucapanku benar, dan perkataanmu yang salah ??” Ujar Michella menghina dengan nada santai, dirinya menghadapi ejekan wanita dengan dandanan yang benar-benar sangat tebal, bak memakai topeng.


“Jangan pernah mengatakan aku pel***r, jika kau sendiri masih memasang status sebagai simpanan. Apakah kau menikmati hasil uang sugar daddymu ??” Lanjut Michella menghina, membuat wanita itu semakin marah dan kesal. Padahal Michella hanya asal bicara saja, tetapi wanita itu marah, apakah itu artinya perkataan Michella benar ?? Wah sungguh di luar nalar.

__ADS_1


“Ka..kau...”


“Kenapa ?? Marah ?? Apakah yang aku ucapkan adalah sebuah kebenaran ?? Astaga, aku membongkar rahasiamu.” Ujar Michella memutar matanya malas.


__ADS_2