Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
69. Ending bahagia ???


__ADS_3

Tulisan yang miring terus itu flashback ya.. Kalau yang biasa, itu ya masa kini. Tapi kalau cuma sepatah kata, dua patah kata itu panggilan dalam bahasa Inggris.


“Dear ??? Diavolo, My king ?? Ada apa ??” Michella membelai lembut rambut Diavolo yang sedari tadi terdiam mendengarkan percakapan Diavolo dan Niko terakhir. Kenapa kekasihnya langsung terdiam, terlihat sangat gelisah, memeluknya sembari mengelamun.


Diavolo merasakan belaian rambut itu menolehkan wajahnya kepada Michella, sembari berbicara kepadanya.


“Tidak apa, my Queen.. Aku hanya sibuk memikirkan pernikahan kita... Anak kita sudah lahir, akan lebih baik aku segera menikahimu. Sebelum para bajingan lainnya muncul menculikmu.” Ujar Diavolo, tersenyum kecil. Bohong.


Sedari tadi, Diavolo memikirkan mana yang harus dia dahulukan ?? Bisnis gelapnya, atau keluarganya ?? Tapi Diavolo bukan tipe lelaki yang suka memikirkan kedua pilihan dengan pusing, sehingga lelaki itu berfikir saja untuk mengambil jalan pintas, tanpa harus merelakan salah satu dari kedua pilihan itu. Kalau Diavolo merelakan bisnis gelapnya, Mommy nya bisa-bisa kabur karena dirinya menjadi miskin.. Eh ??


Tunggu, apakah Diavolo mencap Michella sebagai wanita matre ?? Tentu saja tidak, tapi sebagai sosok perempuan yang sudah terbiasa hidup mewah dan mampu bekerja, di tambah kini dirinya memiliki 4 anak, tentu saja Diavolo memikirkan kebutuhan kehidupan mereka untuk waktu yang lebih panjang, juga untuk keperluan sekolah Cathina dan Catholo.. Dan..


Tunggu sebentar..


“Mommy, apa kau belum menamai kedua tuyul mungil kita ??”


“Tuyul yang kau sebut adalah anak kita, sayang.” Ujar Michella memukul keningnya sendiri, setidaknya jangan menamai kedua anak kembarmu yang baru lahir dengan nama yang kejam.


“Belum, karena aku belum sempat memikirkan nama, tiba-tiba saja Haydan datang.” Ujar Michella. Sebenarnya dirinya ingin memikirkan nama untuk mereka, tapi sayang. Banyak hal yang membuat Michella masih belum menamai kedua anak kembarnya.


“Apa kau sudah ada ide ??”


“Hmm.. Bagaimana jika Alston dan Alton ??” Ujar Michella memberikan ide untuk nama kedua anak kembarnya, Diavolo menimang sejenak nama itu, tapi namanya unik dan sebagai anak kembar. Mereka memiliki nama yang hampir mirip, dan bisa membuat lidah orang yang membacanya kepleset. Sempurna !!


“Bagus, aku menyukainya. Dimana mereka ??”

__ADS_1


“Dokter sedang memberikan vitamin dan obat. Bagaimana dengan Cathina dan Catholo ??”


“Mereka baik-baik saja, mereka anak yang kuat.” Ujar Diavolo tersenyum, meskipun ada sedikit kebohongan kecil di dalam diri Diavolo. Keduanya memang hidup, tapi beberapa tulang mereka patah, dan harus di rawat beberapa hari. Dan mungkin keduanya masih belum sadar hingga sekarang.


Diavolo sempat mengintrogasi Addy, meskipun Diavolo sedang kesal, karena lelaki itu memberikan kejutan di waktu yang tidak tepat. Tapi Diavolo tidak bisa memungkiri, bahwa serangan Haydan sangat tidak bisa di tebak. Kedatangan Haydan pertama di rumah sakit saja, Addy tidak mengetahuinya. Ditambah, Addy berfikir dengan anak buah Diavolo yang menjaga saat study tour saja sudah cukup, rupanya Haydan memiliki rencana licik yang sangat licik.


Penembakan liar itu, membuat suasana semakin rusuh dan tidak terkendali, membuat Haydan bisa membaca situasi dan mengejar Addy juga kedua anak kembarnya. Mau menyalahkan Addy, sebenarnya yang lebih pantas di salahkan adalah Haydan. Addy tidak mengetahui apapun mengenai semua ini. Dan Diavolo memaafkan Addy, hanya saja dia ingin Addy semakin was-was dan itu membuat sebuah pertanyaan dari Addy kepadanya.


 


“Kau harus lebih berhati-hati, Addy.. Banyak musuh yang bisa saja menyerangmu dan adik-adikmu. Kau tahu, betapa terkenalnya Mommy dulu.” Ujar Diavolo memperingatkan Addy dengan nada penuh penekanan, dan menatap ke arah matanya.


Lalu Diavolo hendak meninggalkan ruangan rawat milik Addy, tapi kemudian sebuah pertanyaan muncul dari mulut Addy. Dan beruntung saja itu ruangan VIP yang memang khusus untuk Addy sendiri, dan ruangan itu kedap suara.


“Apakah.. Kau sang raja mafia itu ?? Kau tidak akan melibatkan hidup anak-anakmu dan Mom Michella dalam masalah, bukan ??”


“Masalah keselamatan, aku sudah mempertimbangkannya.. Michella, Cathina, Catholo, kedua anakku yang baru lahir, dan kau. Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.”


“... Apakah... Itu artinya kau tidak akan meninggalkan pekerjaanmu ??” Addy mengangkat alisnya, Diavolo terdiam. Dia tahu menjadi sosok mafia, terutama Raja Mafia memiliki jabatan tinggi, tetapi memiliki banyak masalah, musuh dan bahkan bisa jauh lebih berbahaya daripada penculikan Haydan ini.


Itulah kenapa, Diavolo terus memikirkan perkataan Addy. Apalagi, dirinya masih belum mengakui secara terbuka kepada Michella. Dia hanya tidak mau Mommy nya mengalami masalah kesehatan mental lagi, setelah mengalami penculikan yang begitu membuatnya sedikit ketakutan dan trauma.


“Baiklah kalau begitu.. Aku tidak sabar menunggu mereka sadar, dan bisa berkumpul lagi.” Ujar Michella tersenyum, dirinya mulai bisa tersenyum senang, dan sedikit melupakan rasa takutnya. Berterima kasihlah kepada Diavolo yang mulai bertingkah lembut dan baik kepada Michella. Sehingga wanita itu tidak terlalu panik dan berteriak ketakutan.


“Tenanglah.. Mereka akan segera siuman, hanya saja pukulan di tubuh mereka-” Diavolo menutup mulutnya, ah bodoh !! Kenapa malah membahas pukulan di tubuh kedua anak kembarnya, sekarang Michella memandangnya dengan tatapan penuh tanda tanya dan membulatkan matanya terkejut.

__ADS_1


“Pu...Pukulan apa yang kau maksud.. Sweetie ??"


Diavolo menghela nafasnya berat, terpaksa dia membuka rahasia ini, secara perlahan.


“Baiklah.. Aku meminta maaf tidak mengatakan padamu sejak awal.. Tapi..”


“Tapi.. ??”


Diavolo mulai menceritakan secara perlahan apa yang terjadi, Michella terdiam menutup mulutnya sendiri, mencoba menahan rasa sakit dan sedih. Ibu mana yang tidak sakit, mendengar kedua anaknya yang masih kecil di pukul hingga pingsan ?? Tapi Michella mencoba untuk tetap tenang dan mendengarkan cerita Diavolo.


“Aku benar-benar minta maaf Mommy... Aku tidak bermaksud menyembunyikan semuanya darimu. Aku melihat kau masih shock dan ketakutan, tapi aku sudah mengatakan kepada dokter, agar mereka segera di sembuhkan.” Ujar Diavolo dengan tidak enak, dirinya terlihat merasa sangat bersalah.


Michella yang mendengarkan itu, tersenyum kecil.


“It's okay.. My King... My Sweetie ?? Thanks you..” Celetuk Michella tersenyum dengan lembut, sementara Diavolo tertegun, dia berfikir Mommy nya akan marah kepadanya atau kesal kepadanya, dan akan terjadi drama besar antara dirinya dan Michella, rupanya tidak.


Diavolo memeluk kekasihnya dengan senang, bahkan sembari mencium kening, kedua pipi, dan..


“Hey !! Jangan mesum sekarang !!” Ujar Michella menahan Diavolo yang hendak mencium bibirnya, tapi Michella menahan mulut Diavolo yang hendak menyosor bibirnya dengan tangannya.


“Mommy.. aku rindu, berciuman denganmu~”


“Dasar mesum !! Kau sudah sering berciuman denganku !!”


“Tapi... Aku mau~”

__ADS_1


“Diavolo !! Jangan mesum !!!”


Astaga ini akan menjadi waktu yang panjang baginya dan Diavolo.


__ADS_2