Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
56. Mommy melahirkan 2


__ADS_3

“Tarik nafas, dorong !!”


Michella sendiri sedang dalam proses persalinan, di bantu beberapa perawat di dalam, dan dokter. Wanita mencoba mendorong anaknya agar keluar dari perutnya, bahkan Michella menggenggam erat tangan salah satu perawat, karena hanya kekasih atau suaminya saja yang boleh masuk, selebihnya di luar ruangan. Michella tampak berteriak kesakitan saat proses persalinan berlangsung.


Diluar ruangan, Joella mondar-mandir dan merasa cemas serta bingung, hanya dirinya sendiri yang menemani Michella di rumah sakit. Tapi wanita itu sudah menelfon Addy untuk bisa datang ke rumah sakit, karena Michella melahirkan. Dan kemungkinan besar, Addy sedang dalam perjalanan kemari.


“Bagaimana ini.. Apa yang akan terjadi selanjutnya ??” Ujar Joella dengan gelisah.


“Joella.. Dimana Mom ??”


Joella menoleh dan melihat Addy sudah datang dan memandangnya dengan keheranan.


“Di dalam, sedang dalam proses persalinan. Semoga saja, semua berjalan lancar.” Ujar Joella.


Addy mengangguk.


“Bagaimana pengacaranya ??”


“Dia sudah berusaha mencari bukti, tapi sepertinya akan memakan waktu 2 hari.”


“Berapa lama, kita di berikan kesempatan untuk mengumpulkan bukti ??”


“Tergantung, seberapa akurat kita bisa mendapatkan bukti. Tapi terlepas dari itu, secepatnya kita akan bergerak.”


Joella mengangguk, dia paham proses seperti ini, hanya saja dia berharap dalam proses pencarian bukti ini, tidak terkena masalah besar. Karena, biasanya pihak lawan, akan membuat masalah atau menukar bukti yang dikumpulkan dengan barang bukti palsu sehingga mereka bisa menjerat korban lebih dalam. Sialan, permainan bisnis benar-benar menyebalkan bagi Joella.


Hingga sebuah suara tangisan terdengar dari dalam kamar, membuat mereka memandang ke arah kamar dengan sedikit berbinar terdapat secercah harapan kecil. Michella melakukan persalinan di ruangan VIP yang tentu saja, hanya Michella sendiri di dalam. Suara tangisan itu, tentu adalah suara tangisan dari bayi Michella. Tapi anehnya, masih belum ada tanda-tanda apapun, meskipun sudah terdengar suara tangisan bayi.


Karena jika sudah lahir, biasanya salah satu perawat akan membawa keluar bayi untuk dibersihkan, dan membiarkan para tamu masuk ke dalam menemui sang ibu. Tapi masih saja belum terlihat perawat yang keluar. Melihat semua masih terlihat tertutup rapat, mereka hanya berharap jika tidak ada sesuatu yang terjadi.


5 menit berlalu, hingga sebuah suara tangisan kembali terdengar di dalam, tidak lama barulah beberapa perawat keluar, membawa bayi merah yang di selimuti oleh kain putih keluar.

__ADS_1


“Apa yang terjadi ?? Aku pikir persalinan sudah selesai dari tadi.” Ujar Joella bingung.


Sang dokter, yaitu Bella, yang juga sahabat dari Michella yang menangani persalinan Michella tersenyum dengan puas.


“Ya.. Tapi sebelumnya baru satu bayi.”


“Eh ?? Maksudnya ??”


“Michella benar-benar kuat, dia bisa melahirkan bayi kembar dua tanpa proses caesar.”


Joella dan Addy membulatkan matanya sempurna, “Bayi kembar ??”


Bella mengangguk, “Bayinya kembar dua, dua-duanya laki-laki, karena itu suara tangisan mereka cukup keras. Tapi kedua anak itu sehat, dan bisa lahir sempurna. Michella juga sangat kuat, tapi ada baiknya kalian menunggu sebentar di luar.” Ujar Bella di akhir dengan nada seakan menahan keduanya untuk tidak masuk ke dalam ruangan terlebih dulu.


“Ke..kenapa ??”


“Setelah melahirkan dua anak secara normal, pasien membutuhkan beberapa suntikan vitamin dan juga penguat agar dirinya tidak mudah lelah setelahnya. Kira-kira 10 menit, bisa kalian menunggu ??”


“Baguslah, biar aku periksa kesehatan Michella lagi, dan bayinya juga.” Ujar Bella tersenyum. Dia kemudian masuk kembali ke dalam ruangan, menemui Michella dan memberikan beberapa resep vitamin dan obat lainnya.


Bella yang berada di dalam ruangan, melihat Michella berbaring lemah, dan tersenyum seakan dirinya senang bisa melahirkan kedua anak lelaki yang sehat dan kuat, tapi wajahnya terlihat benar-benar pucat dan kelelahan. Bella tersenyum.


“Kau berhasil Michella.. Mereka sangat kuat dan hebat.” Ujar Bella memuji kedua anak Michella yang baru lahir.


“Ini.. Semua juga berkatmu.. Terima kasih banyak, Bella...” Ujar Michella dengan lemah.


Bella mengangguk, “Baiklah, tenanglah sebentar.. Aku akan memberikan suntikan vitamin untukmu.”


“Tentu saja..”


Setelah suntikan di berikan, Michella sedikit merasa jauh lebih baik, meskipun rasa lelah masih menyelimutinya.

__ADS_1


“Aku memberikanmu waktu untuk beristirahat sejenak, dan biarkan para perawat menjalankan tugas mereka.”


Michella mengangguk, tentu saja siapa yang tidak tahu, jika setelah proses melahirkan, ada proses penjahitan oleh para perawat. Tapi karena rasa sakit yang teramat kuat dia rasakan di saat melahirkan, maka proses penjahitan tidak merasakan apapun rasa sakit. Michella hanya bisa menguatkan dirinya sendiri, dirinya membayangkan, andai Diavolo ada disini dan memegang tangannya, mungkin proses persalinan akan terasa berbeda.


Tapi Michella tidak ingin terlalu membebani pikirannya sendiri untuk saat ini, dia yakin Joella mampu membantu Diavolo keluar dari penjara, dan dirinya bisa kembali merasakan kehangatan dari keluarganya.


...


Disisi lain, Diavolo sendiri mendapatkan informasi jika ada orang yang ingin menemuinya secara pribadi, dan para polisi tidak memberikan informasi apapun mengenai siapa yang akan datang. Diavolo hanya di suruh untuk masuk dalam ruangan segiempat kecil dengan meja kecil dan dua kursi.


Diavolo berfikir, Riel mungkin datang lagi, memberikan ancaman atau ejekan tertentu, tapi ternyata adalah seorang lelaki yang merupakan tangan kanan kepercayaannya itu, datang menemuinya. Dan menundukkan dirinya, seakan menghargai siapa yang ada di depannya, tanpa peduli tempat atasannya itu berada saat ini.


“Tuan, saya diberikan kesempatan untuk berbicara dengan anda selama beberapa menit.”


“Katakan.”


Lelaki itu yang tadinya menundukkan tubuhnya di belakang kursi duduknya, dia mengangkat kepalanya, menarik kursi di depannya dan mulai berbicara dengan atasannya itu.


“Saya sudah mendapatkan laporan mengenai bukti palsu dan terselubung, sepertinya ada polisi bayaran di balik ini semua.”


Diavolo menyeringai, dia tahu semua itu, dan tebakannya benar. Sesuai dengan perhitungannya, tapi jangan salah, Diavolo tidak akan menyerah dan menangis begitu saja, ini demi Mommy nya, dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia sudah menyerah pasrah saat 6 tahun yang lalu, tapi kali ini tidak.


Dia harus kembali bebas demi Michella.


“Aku sudah menduga. Segera siapkan semua rencana, aku akan menjungkirkan balikkan keadaan, dan membuatnya mendapatkan hukuman 3 kali lipat dari apa yang dia berikan kepadaku.”


“Dan satu lagi, tuan.”


“Apa itu ??”


“Nyonya Michella melahirkan dua anak lelaki kembar.”

__ADS_1


Diavolo terkejut bukan main, rupanya ratu kesayangannya sudah menjalani proses persalinan. Dan sendirian ?? Tanpa dirinya ?? Oh Tuhan, kenapa Michella harus melaluinya sendiri tanpa dirinya ?? Dasar Riel br*ngs*k !! Andai dia tidak menggunakan ide gila ini, Diavolo pasti sudah aman dan bisa menemani ratunya serta menyambut hangat kedua anak kembar mereka. Ini bisa di katakan kabar baik sekaligus duka bagi Diavolo sendiri.


__ADS_2