
“Hah.. Astaga...”
Mendengar gerutuan kecil dari Mommy nya, membuat Diavolo menoleh dan menatap ke arah Michella yang memandang antara kesal dan sebal ke arah pakaiannya itu. Dengan rasa penasaran, Diavolo mendekati kekasihnya itu, dan bertanya kepadanya.
“Ada apa Mommy ??”
“Dadaku mulai menghasilkan asi, pakaianku jadi cepat basah. Sepertinya aku harus selalu membawa baju ganti.” Ujar Michella mengeluh, dia pernah mengalami hal yang sama saat hamil dengan kedua anak kembarnya itu. Dan itu membuatnya sangat kerepotan.
Diavolo yang mendengarkan perkataan itu, malah menyeringai licik, sembari berbicara dengan nada nakal.
“Bagaimana jika aku membantumu, mengurangi sedikit asi di dadamu ??”
Michella menoleh ke arah Diavolo yang tahu-tahu sudah ada di sebelahnya. Tanpa menunggu waktu lama, tangannya meraih bantal kecil di dekatnya, memukul wajah tampan itu dan berbicara dengan kesal.
“Berhentilah berfikiran mesum, dasar nakal !!”
“Tapi Mommy.. Bagaimana aku tidak berfikiran mesum, jika kedua pegunungan besar itu terlihat jelas di depan mataku ??”
“Kalau begitu tutup matamu !!”
“Mommy, jika aku menutup mataku... Aku tidak bisa melihat wajah cantikmu dan tubuh indahmu~”
“Argh !! Terserah !!”
Diavolo terkekeh melihat wajah kesal Mommy nya itu. Entahlah, kenapa lelaki itu berubah menjadi sosok nakal yang menyebalkan, tapi Michella tidak bisa mengelaknya lagi, jika dirinya menyukai sisi menyebalkannya itu- eh apa yang dia katakan !!! Dia tidak seharusnya menyukai perilaku mesum nan menyebalkan itu !!
“Mommy, bersiaplah.. Karena ini libur, aku ingin mengajakmu dan anak-anak pergi.”
“Errr... Diavolo...”
“Iya Mommy ?? Berhentilah memanggilku nama, itu tidak terdengar romantis !!”
“Baiklah.. Baiklah.. Dear.. My sweety.. Aku ingin bertanya kepadamu.”
“Masalah ??”
“Err.. Masalah orang-orang yang menggunakan namaku untuk keperluan pribadi mereka, termasuk wanita yang suaminya di tipu oleh oknum atas namaku. Bagaimana urusan itu, apakah sudah selesai ??”
“Sudah. Aku sudah mengurusnya.”
“Dan bagaimana caranya ??”
Diavolo terdiam sejenak, kemudian terkekeh pelan, entah apa yang dia ingat, sehingga lelaki itu terlihat sangat senang.
Flashback
“Aku sudah mendapatkan informasi mengenai orang-orang yang membuat situs palsu, dan mengatasnamakan Michella Cath Queenie.”
“Bagus, berikan informasi itu kepada pihak polisi, tapi upayakan supaya tidak ada seorang polisi yang mengetahui identitasku.”
“Baik, tuan.”
Diavolo menyeringai licik, “Tidak ada yang boleh berani menyentuh atau mempermainkan nama kekasihku, selama aku ada disini.”
Diavolo sudah merencanakan semuanya secara rapi dan matang. Mencari informasi, lalu menyerahkan informasi itu kepada pihak kepolisian, tidak sulit bagi Diavolo melakukan semuanya itu, di tambah orang-orang yang melakukan kejahatan itu jauh lebih rendah dari yang dia pikirkan.
__ADS_1
Cih, orang rendahan seperti itu beraninya menyentuh kekasihku Batin Diavolo dengan kesal, saat mendapatkan informasi orang-orang yang mencoba memanfaatkan nama Michella.
~Setelah beberapa hari kemudian~
Benar dugaan Diavolo, tidak hanya nama Michella yang mereka gunakan, tapi juga nama beberapa artis lainnya, dan tidak hanya itu. Dari pihak korban juga menuntut dan membuat hukuman mereka semakin berat. Dari fisik wajah saja mereka sudah terlihat sangat menyebalkan, perut gendut dan berisi, dengan wajah mesum nan menyebalkan. Mungkin saja, mereka juga pedofil, karena wajah mereka itu.
Diavolo menyaksikan bagaimana para polisi membawa mereka ke kantor polisi, seperti seekor sapi yang di bawa ke tempat penjagalan hewan ternak. Sangat menarik, andai mereka benar-benar di jagal, tapi kenyataannya mereka hanya di penjara. Biarkan saja, setidaknya di penjara dia akan menjadi mainan para narapidana.
Flashback off
“Ahh !! Astaga..”
Pikiran Diavolo terhenti sejenak, kemudian dia memandang ke arah Michella, yang membuka bra dan cairan putih seperti susu itu keluar dari sana. Michella kesal, biasanya jika seperti ini dia akan mengusap dengan tissue atau kapas secara lembut agar tidak belepotan kemana-mana, tapi belum sempat tangannya menyentuh tissue. Tiba-tiba tangan Diavolo menahan tangan Michella.
Diavolo kemudian menahan kedua tangan Michella, wanita itu awalnya sedikit terkejut kemudian menatap ke arah Diavolo.
“Diavolo.. Apa yang... ???”
Michella bisa melihat sesuatu yang salah dan berbeda di balik mata Diavolo yang memandang ke arahnya. Dengan sedikit ragu, dia kemudian memandang dan bertanya kepada Diavolo dengan perlahan.
“Ja..jangan sekarang... Anak-anak sudah bangun...”
Dengan posisi dirinya di bawah terbaring, dan Diavolo di atasnya sembari memegang dan menahan kedua tangannya dengan erat.
“Aku hanya ingin membantumu membersihkannya..”
“De..dengan tissue.. Bukan ??”
Diavolo terdiam tidak menjawab apapun, sudah jelas jawaban itu ada di balik matanya itu. Michella awalnya tidak ingin cepat pasrah begitu, apalagi ini sudah pagi, dan tidak mungkin mereka akan melakukannya saat anak-anak sudah terbangun. Tapi tatapan Diavolo begitu menginginkannya.
Melihat Michella pasrah, membuat pikiran Diavolo semakin meliar saja. Dia mendekatkan wajahnya ke arah dua gunung besar itu, dan kemudian membersihkan ASI yang mulai keluar itu dengan lidah dan mulutnya, membuat sebuah getaran menyetrum seluruh tubuh Michella. Wanita itu tampak sangat pasrah dan tidak berdaya, menikmati sentuhan menggoda yang terus membuatnya merasakan sensasi berbeda. Tapi Michella mencoba sekuat tenaganya untuk tidak mengeluarkan suara dari mulutnya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintai mereka, rasanya hatinya panas melihat kemesraan keduanya itu. Hatinya panas, dan seakan tidak bisa menerima dengan apa yang terjadi di depan matanya itu. Benar-benar pemandangan yang merusak matanya.
“Kenapa... Kenapa harus dengannya... Kenapa ?!” Ujarnya terdengar sangat frustasi, haruskah dia melakukan tindakan lebih ?? Apa yang harus dia lakukan ?! Apakah dengan menculik pujaan hatinya, akan membuat hati orang yang dia cintai berbalik arah ?? Yeah, tidak ada cara lain, selain mendapatkan hati kekasihnya, yaitu dengan mendapatkan tubuhnya terlebih dahulu.
__ADS_1
__ADS_1