
“Hati-hati anak-anak, dan jangan terlalu jauh !!” Ujar Michella sedikit berteriak, ke arah kedua anaknya yang terlalu bersemangat untuk pergi bermain beberapa wahana.
“Oke, Mommy !!”
“Addy perhatikan kedua adikmu, jangan sampai kau terpisah darinya.” Lanjuy Michella kepada Addy yang juga ikut menemani dan menjaga kedua adiknya itu.
“Tentu saja, Mom.”
Michella menghela nafasnya berat, ternyata kedua anaknya terlampau senang saat Diavolo mengajak mereka ke sebuah taman bermain Disneyland. Bahkan mereka berdua tampak berlarian kesana, dan kemari beruntung saja Addy ikut dan bisa menjaga mereka.
Jika kalian bertanya, dimanakah sang kekasih Michella ?? Jawabannya adalah, dia sedang membelikan beberapa makanan untuk Michella dan kedua anaknya. Diavolo berpesan kepada Addy agar kedua anak itu tidak membeli makanan lain, karena Diavolo sendiri yang akan membelikan untuk mereka.
Selesai memilih makanan, Diavolo dengan begitu banyak kantong makanan di tangannya, mendekati Michella yang duduk sembari memperhatikan anak-anak dan menunggunya. Sungguh, Diavolo bisa melihat betapa indahnya kekasihnya itu dari kejauhan, dan betapa lucunya kedua anaknya yang berlarian kesana dan kemari.
“Lama menungguku, Mommy ??”
“Tidak sama sekali, kemarilah dear~ duduk di sebelahku.”
“Tumben sekali, tidak memanggilku dengan nama.”
“Ish~ kau ini, serba salah. Memanggil nama di katakan tidak romantis, tidak memanggil nama malah bingung.” Ujar Michella dengan sebal, membuat Diavolo gelagapan melihat tingkah kekasihnya itu.
“Iya..iya.. Mommy.. Jangan cemberut, aku hanya bercanda.”
Disisi lain.
“Cathina, Catholo hati-hati, disini sedikit ramai. Hah, astaga kemana anak-anak itu..” Celetuk Addy, karena dirinya tidak melihat kedua adiknya yang terlampau bersemangat itu.
Ditambah, suasana taman sedikit ramai, membuat Addy tidak bisa melihat kedua adiknya. Lelaki itu mencoba mencari kemana adiknya itu berada.
Sementara Cathina dan Catholo sendiri, malah asyik memperhatikan permainan wahana di depannya itu. Mereka tidak menyadari jika mereka terpisah oleh kakak mereka, yaitu Addy. Hingga akhirnya, Cathina menyadari hal tersebut. Anak itu menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada kakaknya di sana, dia menyentuh tangan kakak kembarnya.
“Ada apa, Cathina ??”
“Dimana kak Addy ?? Sepertinya kita tersesat..” Ujar Cathina sedikit panik.
“Tidak perlu panik, mungkin Kak Addy, ada di sekitar sini.”
Cathina mengangguk, keduanya bergandengan dan hendak berlalu dari tempat mereka berdiri, untuk mencari kemana kak Addy berada, tapi belum sempat melangkahkan kaki pergi, tiba-tiba...
“Hey, anak-anak !!”
Sesosok badut itu muncul, dan tersenyum kepada mereka. Dengan membawa sebuah balon, dan beberapa permen lolipop di tangannya. Badut dengan rambut berwarna-warni, perutnya besar, dandanan penuh bedak dan hidungnya bulat. Badut itu mendatangi mereka dan menundukkan tubuhnya.
“Siapa kau ??” Tanya Catholo dengan bingung.
“Aku adalah badut penghibur. Kebetulan sekali aku bertemu kalian !! Karena hari ini hari istimewa !!” Ujarnya dengan riang.
“Hari istimewa ??” Tanya Cathina dengan nada penasaran dan bingung.
“Ya, hari ini adalah hari pembagian balon dan permen gratis !! Tapi sayang, balonku hanya tinggal satu, tapi aku masih memiliki banyak permen untuk kalian !!”
Cathina dan Catholo tersenyum, namanya anak kecil, sudah pasti jika diiming-imingi permen pasti mereka akan senang. Sang badut itu menyerahkan kedua permen lolipop ke arah mereka, dan kedua anak itu sudah menaikkan tangan hendak menerimanya, tapi-
“Cathina, Catholo, astaga aku mencari kalian kemana-mana !!” Ujar Addy muncul begitu saja, menghentikan niat kedua anak itu untuk menerima permen, dan menolehkan wajah mereka.
“Kak Addy, kami mendapatkan permen dari badut itu..”
“Hah, astaga... Tidak !! Diavolo sudah membelikan banyak permen lolipop dan juga permen kapas untuk kalian berdua.” Ujar Addy mendekati kedua adiknya.
“Tapi-”
__ADS_1
“Ayo, Mommy sudah menunggu kalian.” Ujar Addy langsung menarik tangan kedua adiknya, untuk menjauh dari badut tersebut.
Tentu saja, insting sebagai sosok kakak tidak bisa di tipu. Dia tahu ada sesuatu yang salah dengan badut tersebut.. Bukankah dalam disneyland, hanya terdapat badut karakter kartun seperti minnie mouse, mikey mouse, atau donald duck dan lainnya. Tidak ada badut seperti sirkus di tempat ini ?!
Setelah mereka mendekati Michella dan Diavolo, kedua kekasih itu melihat wajah sedikit suram dari kedua anak kembar mereka.
“Ada apa sayang ??” Tanya Michella kepada kedua anaknya.
“Kak Addy jahat, kami ingin menerima permen dari badut, tapi dia langsung menarik kami.”
“Hey, aku sudah katakan, Diavolo membelikan banyak permen lolipop untuk kalian.”
“Tapi dia memberikan gratis.” Ujar Catholo sedikit keras kepala, astaga apakah keras kepala Diavolo juga menurun pada anak lelakinya ??
“Apakah Diavolo meminta bayaran dari permen kepada kalian ??”
“Err... Tidak..”
“Dia juga memberikan permen gratis, bahkan lebih banyak.”
“Hah.. Baiklah, kau menang.” Ujar Catholo dengan pasrah, sementara Addy tersenyum bangga.
Sementara Michella dan Diavolo terkekeh pelan.
“Lagipula itu aneh dan mencurigakan, bagaimana bisa ada badut sirkus di disneyland ??”
“Badut.. Sirkus.. ??” Tanya Diavolo menaikkan satu alisnya bingung.
“Yeah, badut yang memberikan mereka permen adalah badut sirkus, bukan badut karakter.”
Diavolo memasang wajah bingungnya, dan curiga. Tunggu sebentar... Sepertinya ada yang bermain-main dengannya, dan hendak mencelakai kedua putranya, karena di disneyland tidak ada badut sirkus yang berkeliaran, kecuali badut karakter kartun.
“Sudahlah, kalian tidak usah kesal, Diavolo sudah memberikan begitu banyak permen, dan minuman untuk kalian.” Kali ini Michella yang berbicara, sudah pasti jika wanita itu yang berbicara, maka kedua anak itu tidak akan mengelaknya lagi.
Diavolo terdiam, memikirkan perkataan dari Addy. Mungkin dia harus menyelidiki semuanya, untuk mengetahui siapa yang hendak mencelakai kedua anaknya itu.
...
“Ini baru awalnya, tapi aku tidak akan menyerah. Pertama yang harus aku serang adalah kedua anak itu, setelah kedua anak itu dapat, maka sudah pasti dia akan lengah, dan aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.”
Sosok itu sudah menduga, dirinya akan gagal, beruntung ini hanyalah rencana kecil, tetapi dia yakin rencana selanjutnya tidak mungkin gagal, dan pasti akan berhasil. Setelah itu, dia hanya harus melanjutkan niatnya lagi.
__ADS_1
__ADS_1